Beranda Keutamaan 10 Adab Masuk Masjid Sesuai Sunah

10 Adab Masuk Masjid Sesuai Sunah

373
1
10 Adab Masuk Masjid Sesuai Sunah

Aminsaja.com 10 Adab Masuk Masjid Sesuai Sunah, Masjid merupakan tempat suci umat Islam sebagai tempat ibadah dan kembali kepada Allah SWT.

Membangun dan memakmurkan masjid merupakan siar Islam yang memiliki keutamaan dan pahala luar biasa.

Di zaman sekarang masjid bertambah fungsinya, tidak hanya sebagai tempat ibadah, melainkan sebagai tujuan wisata religi dan persinggahan lainnya.

Banyak kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, seperti pengajian, pembagian sembako, makan, dan musyawarah. Padahal ada 10 perkara yang sudah dipesankan oleh Nabi SAW ketika memasuki masjid.

Adab Masuk masjid

Jika memasuki rumah orang saja harus tahu adabnya, maka ketika memasuki masjid pun kita harus paham hal-hal yang dilarang dan dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana hadits berikut ini:

Rasulullah SAW bersabda: “Hendaknya orang yang memasuki Masjid itu memperhatikan sepuluh perkara berikut:

  1. Memastikan alas kakinya suci dari najis dan memasuki masjid dengan mendahulukan kaki kanan
  2. Saat memasuki masjid mengucapkan: بسم الله وسلام على رسول الله وعلى ملائكة الله اللهم افتح لنا ابواب رحمتك انك انت الوهاب “Bismillahi wasalaamun ‘ala Rasulillah wa ‘ala malaa ikatillah. Allohumma Iftah lana abwaba rahmatika, innaka antal wahhab” (Dengan menyebut nama Allah, Keselamatan semoga tercurah kepada Rasulullah dan para malaikat Allah. Ya Allah, Bukakanlah pintu rahmat-Mu untuk kami, sesungguhnya engkau maha memberi)
  3. Mengucapkan salam kepada orang-orang yang ada di masjid . Jika tidak ada orang, hendaklah membaca: السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين “Assalamu ‘alaina wa’ala ibadillahish sholihiin” (Semoga kesejahteraan selalu dilimpahkan kepada kita dan para hamba-hamba Allah yang saleh)
  4. Mengucapkan Kalimat Syahadat,أشهد أن لا اله الا الله وأن محمدا رسول الله “Asyhadu alla ilaha ilallah wa anna Muhammadar Rasulullah” (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah)
  5. Tidak melintas di depan orang yang Shalat
  6. Tidak melakukan pekerjaan yang bersifat duniawi di dalam Masjid
  7. Tidak berbicara tentang urusan-urusan duniawi
  8. Tidak duduk sebelum mengerjakan Shalat dua raka’at (Shalat Tahyatul Masjid)
  9. Tidak masuk masjid kecuali setelah berwudu
  10. Saat beranjak keluar masjid, hendaklah mengucapkan سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا اله الا انت استغفرك واتوب اليك “Subhanakallohumma wa bihamdika Asy hadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik” (Ya Allah, Engkau maha suci, maha terpuji, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali engkau. Aku memohon ampun dan bertobat kepada-MU)

Penjelasan hadits diatas:

Lewat di depan orang yang Shalat

Redaksi hadits di atas poin nomor 5, menjelaskan masalah lewat di depan orang yang Shalat hukumnya haram walaupun tidak ada jalan lain yang dapat dilewati, dengan catatan Shalat yang dikerjakan tersebut adalah sah menurut keyakinan orang yang mengerjakannya meski pun itu Shalat sunah.

Dalam Kondisi darurat lewat di depan orang yang sedang Shalat diperbolehkan, seperti untuk menolong orang yang akan tenggelam dan sejenisnya. meski pun pendapat imam Syafi’i dianggap lemah, namun beliau membolehkan seorang lewat di depan orang lain yang sedang Shalat jika tidak ada jalan lain selain melewatinya.

Akan tetapi, jika seseorang sembarangan dalam memilih tempat Shalat, seperti tempat yang biasa dilalui orang, misalnya di jalur thawaf, maka diperbolehkan lewat di depannya. Selain itu jika Shalat berjamaah, melihat saf di depanya ada jarak renggang maka ia boleh menutup ruang renggang saf tersebut meski pun harus melewati depannya orang-orang yang sedang Shalat.

Melakukan Urusan dunia di Masjid

Dalam poin nomor 6 yang dimaksud urusan duniawi seperti transaksi jual beli atau semacamnya. Bahkan lebih tegas, jika melihat ada yang transaksi jual-beli di dalam masjid, maka di sunahkan menegur dengan ucapan:

لا أربح الله تجارتك

Laa arbahallohu tijaarataka

Artinya: “Semoga Allah tidak memberi keuntungan pada daganganmu”

Sementara yang dimaksud dengan berbicara atau ucapan yang bersifat dunia adalah lagu-lagu atau musik yang tidak mencerminkan akhlak baik.

Shalat tahyatul masjid sebelum duduk

Khusus jika masuk Masjid Al-Haram dan pada saat memasukinya ada niat menjalankan Thawaf, maka dianjurkan melaksanakan thawaf terlebih dahulu. Tapi ke masjid lainnya dianjurkan untuk melaksanakan Shalat dahulu sebelum duduk. Dan bagi seseorang yang tidak bisa menjalankan Shalat Tahyatul masjid, maka dianjurkan membaca kalimat di bawah ini sebanyak 4 kali :

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Subnalloh, walhamdulillah wala ila haillallah wallohu akbar

Artinya: “Maha Suci Allah, Puji Syukur Bagi-Nya, Tiada Tuhan selain Allah dan dia maha besar”

Dengan membaca doa tersebut, hukum kemakruhan meninggalkan Shalat tahyatul masjid menjadi hilang. alternatif ini hanya berlaku bagi orang yang ingin sebentar saja berada di masjid atau susah mendapatkan air wudu di sekitar masjid. Namun jika kondisinya tidak seperti itu maka doa di atas tidak dapat di pergunakan. dan orang tersebut dianggap meremehkan keutamaan Shalat Tahyatul Masjid.

Allah akan menghapus dosa jika baca doa ini

Doa dalam poin nomor 10, jika dibaca dalam majelis setelah selesai acara, dapat dijadikan kafarat. Sebagaimana hadits berikut ini:

وعن أَبي هريرة – رضي الله عنه – ، قَالَ : قَالَ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : (( مَنْ جَلَسَ في مَجْلِسٍ ، فَكَثُرَ فِيهِ لَغَطُهُ فَقَالَ قَبْلَ أنْ يَقُومَ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِكَ : سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنْتَ ، أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ ، إِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا كَانَ في مَجْلِسِهِ ذَلِكَ )) رواه الترمذي ، وقال : (( حديث حسن صحيح )) .

Artinya: “Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang duduk di suatu majelis lalu banyak senda gurau nya (kalimat yang tidak bermanfaat untuk akhiran nya), maka hendaklah ia mengucapkan sebelum bangun dari majelis nya itu,سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا اله الا انت استغفرك واتوب اليك ‘(SUBHAANAKALLOHUMMA WA BIHAMDIKA, ASY-HADU ALLA ILAHA ILLA ANTA, AS-TAGH-FIRUKA WA ATUUBU ILAIK’ )(Mahasuci Engkau, wahai Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Aku meminta ampun kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu); kecuali diampuni baginya dosa-dosa selama di majelisnya itu.” (HR. Tirmidzi, no. 3433)

Wallohu A’lam Bissowab

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here