Beranda Keutamaan 10 Adab Tidur Sesuai Sunah Rasulullah

10 Adab Tidur Sesuai Sunah Rasulullah

468
2
10 Adab Tidur Sesuai Sunah Rasulullah

Aminsaja.com 10 Adab Tidur Sesuai Sunah Rasulullah, Islam Agama yang sangat sempurna yang mengatur semua kehidupan termasuk tentang akhlak yang di dalamnya mengatur tentang berbagai adab, salah satunya adab tentang tidur.

Tidur merupakan salah satu fitrah manusia, tubuh mempunyai hak berupa istirahat. Istirahat yang cukup dan berkualitas akan berpengaruh pada jiwa yang sehat. Bayangkan jika manusia mengalami insomnia atau gangguan susah tidur? sangat merepotkan tentunya. untuk doa khusus insomnia klik disni.

Tidak semua tidur bernilai ibadah dan dapat berkualitas, jika rata-rata tidur manusia membutuhkan 5-8 jam tanpa punya nilai ibadah, rasanya sayang sekali, waktu terbuang begitu saja.

Maka dari itu Islam mengatur adab tidur yang sesuai sunah dan diajarkan oleh Rasulullah SAW agar tidur yang merupakan nikmat Allah SWT dapat bernilai ibadah dan berkualitas.

Adab Tidur Sesuai Sunah

1. Berwudu Sebelum Tidur

Berwudu sebelum tidur adalah ajaran Rasulullah SAW, Pada saat tidur apa pun bisa terjadi, diantaranya kematian, oleh karenanya walaupun tidur dapat membatalkan wudu jika dilaksanakan mendapat pahala sunah.

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ

Artinya: “Jika engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, hendaklah engkau berwudhu seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu,” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710).

2. Mengibas Tempat Tidur

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَأْخُذْ دَاخِلَةَ إِزَارِهِ فَلْيَنْفُضْ بِهَا فِرَاشَهُ وَلْيُسَمِّ اللهَ فَإِنَّهُ لاَ يَعْلَمُ مَا خَلَفَهُ بَعْدَهُ.

Artinya: “Jika salah seorang di antara kalian akan tidur hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan, ‘Bismillaah,’ karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi(Ditempat Tidur)”. (HR.Muslim no. 2714)

3. Miring ke Kanan

Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Al Barra’ in Azib ra, :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم : إذا أوى إلى فراشه نام على شقه الأيمن

Artinya: “Rasulullah SAW berada di tempat tidurnya dan hendak tidur, maka beliau miring ke kanan” (HR.Bukhari:6315)

4. Meletakkan tangan di bawah pipi

كَانَ النَّبيّ ﷺ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ مِنَ اللَّيْلِ وَضَعَ يَدهُ تَحْتَ خَدِّهِ

Artinya: “Apabila Nabi SAW hendak tidur pada waktu malam, maka beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya” (HR Bukhari:6314)

5. Membaca Doa sebelum tidur

Ada banyak doa yang dapat dibaca sebelum tidur, diantaranya adalah:

بِاسْـمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا

Artinya: “Dengan Nama-Mu, ya Allah, aku mati dan aku hidup.” HR. Al-Bukhari no. 6312 dan 6324)

Atau dapat juga membaca doa sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ خَلَقْتَ نَفْسِيْ وَأَنْتَ تَوَفَّاهَا، لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا، إِنْ أَحْيَيْتَهَافَاحْفَظْهَا، وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah menciptakan diriku, dan Engkau-lah yang akan mematikannya. Mati dan hidupnya hanya milik-Mu. Apabila Engkau menghidupkannya, maka peliharalah. Apabila Engkau mematikannya, maka ampunilah. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ke-selamatan kepada-Mu.” (HR. Muslim no. 2712)

6. Jangan tidur tengkurap atau menelungkup

Disebutkan dalam hadits, dari Ibnu Tikhfah Al Ghifari, dari Abu Dzarr ia berkata:

النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- وَأَنَا مُضْطَجِعٌ عَلَى بَطْنِى فَرَكَضَنِى بِرِجْلِهِ وَقَالَ: يَا جُنَيْدِبُ، إِنَّمَا هَذِهِ ضِجْعَةُ أَهْلِ النَّارِ

Artinya : “Nabi SAW lewat di hadapanku dan ketika itu aku sedang tidur tengkurap. Beliau menggerak -gerakkanku dengan kaki beliau. Beliau pun bersabda, “Wahai Junaid, ini adalah cara berbaringnya Ahli Neraka”. (HR. Ibnu Majah no.3724)

Dalam riwayat lain dikatakan:

فَبَيْنَمَا أَنَا مُضْطَجِعٌ فِى الْمَسْجِدِ مِنَ السَّحَرِ عَلَى بَطْنِى إِذَا رَجُلٌ يُحَرِّكُنِى بِرِجْلِهِ فَقَالَ: إِنَّ هَذِهِ ضِجْعَةٌ يُبْغِضُهَا اللَّهُ. قَالَ فَنَظَرْتُ فَإِذَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم


Artinya: “Ketika itu aku tiduran menelungkup di masjid, Lalu tiba-tiba ada seseorang menggerak-gerakkanku dengan kakinya. Ia pun berkata: “Sesungguhnya ini adalah cara berbaring yang dibenci oleh Allah”. dan ketika saya lihat orang orang tersebut, ternyata adalah Rasulullah SAW”. (HR. Abu Dawud no.5040)

7. Jangan Tidur Sebelum shalat Isya

Abi Barzah berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

Artinya: “Rasulullah SAW membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari no. 568)

8. Berdzikir kepada Allah SWT

Dikuti dari NU Online Bacaan dzikir bisa berupa Ayat Kursi, Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq, Surah An-Nas dan Surah Al-Mulk (lihat Bidâyatul Hidâyah karya Imam al-Ghazali, dalam Majmû’ah Rasâil al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 406). Jika tidurnya berlanjut dan tak pernah bangun karena ternyata meninggal dunia, maka insya Allah ia tergolong husnul khatimah.

Rasulullah SAW pernah berkata kepada Aisyah, “Janganlah engkau tidur sebelum mengerjakan empat hal. Pertama, mengkhatamkan Al-Qur’an. Kedua, menjadikan para nabi sebagai pemberi syafaat bagimu. Ketiga, meminta ridha dari semua kaum muslimin. Keempat, melaksanakan haji dan umrah”. kemudian Aisyah menjawab, “Bagaimana aku bisa melakukan keempat hal tersebut?” Seraya tersenyum Rasulullah SAW menjelaskan, “Apabila engkau membaca Surat al-Ikhlas tiga kali, maka seakan-akan engkau telah mengkhatamkan Al-Qur’an. Apabila engkau bersholawat kepadaku dan kepada semua nabi-nabi maka engkau sama dengan menjadikan kami sebagai pemberi syafaatmu. Apabila engkau beristighfar untuk kaum Muslimin, maka engkau telah menjadikan mereka ridha kepadamu. Dan terakhir, apabila engkau membaca tasbih seolah engkau telah melaksanakan haji dan umrah” Berikut bacaanya:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اْللهُ أَحَدٌ، اَللهُ اْلصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يٌوْلَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ×٣ “

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى جَمِيْعِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ ×٣ “

اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِىْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ ×٧

9. Membaca doa bangun tidur

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami dan kepada Allah kami akan dibangkitkan.”

10. Sebelum beranjak dari tempat tidur Niat kan untuk tidak berbuat zalim dan menolong sesama muslim

Sebagaimana telah kami tulis di “Hari ini yang sebenarnya milik kita” bahwa ketika bangun tidur niat tidak zalim dan niat berbuat baik maka akan dihapus dosa dan pahalanya seperti haji mabrur.

JIKA ARTIKEL INI BERMANFAAT, LIKE DAN BAGIKAN KE SAUDARA-SAUDARAMU,

silahkan tinggalkan komentar.


2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here