Beranda Keutamaan 10 Keutamaan Dan Dahsyatnya Doa

10 Keutamaan Dan Dahsyatnya Doa

347
0
10-Keutamaan-dan-Dahsyatnya-Doa
10-Keutamaan-dan-Dahsyatnya-Doa

Aminsaja.com 10 Keutamaan Dan Dahsyatnya Doa, Berdoa adalah sarana dan fasilitas terbaik yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya. Doa adalah permintaan dan proposal seorang hamba kepada Tuhannya.

Doa dapat dipanjatkan dengan berbagai cara dan menggunakan bermacam-macam bahasa, Tetapi Meskipun doa sesuatu yang mudah dan istimewa, manusia sering enggan melaksanakannya.

Kekuatan doa bagi hamba yang beriman sangat luar biasa, bahkan Allah SWT memberi kewenangan khusus kepada beberapa orang yang doanya makbul, di antaranya adalah doa seorang Ibu terhadap anaknya, dan doa orang yang terdzalimi.

Begitu juga Allah SWT memberikan tempat-tempat khusus yang mustajab untuk berdoa, di antaranya seperti di Multazam (di antara pintu ka’bah) dan Hajar Aswad, Hijir Ismail, raudhah dan lain sebagainya. mari kita baca dan pahami keutamaan dan dahsyatnya doa.

Makna Doa

Doa adalah ibadah yang agung dan merupakan amal saleh yang utama. Bahkan, ia merupakan esensi dan substansi dari sebuah ibadah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW sebagai berikut:

الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ

Artinya: “Doa adalah inti ibadah”.

Doa Pasti dikabulkan

Allah SWT pasti mengabulkan semua doa, asal memenuhi syarat dan adabnya. sebuah permintaan melalui doa, Allah SWT maha tahu lebih baik atau justru tidak baik untuk kita, oleh karena itu jika doa tidak dikabulkan bisa saja karena Allah SWT sedang menghindarkan kita dari kemudharatan atau keburukan. sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

وَعَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ : (( مَا عَلَى الأرْضِ مُسْلِمٌ يَدْعُو الله تَعَالَى بِدَعْوَةٍ إِلاَّ آتَاهُ اللهُ إيَّاها ، أَوْ صَرفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ، مَا لَمْ يَدْعُ بإثْمٍ ، أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ )) ، فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ القَومِ : إِذاً نُكْثِرُ قَالَ : (( اللهُ أكْثَرُ ))

Artinya: “Dari ‘Ubadah bin Ash-Shamit ra, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah dengan satu doa, melainkan pasti Allah memberikannya kepadanya, atau Allah menghindarkannya dari kejelekan yang sebanding dengan doanya, selama ia tidak mendoakan dosa atau memutuskan silaturahim.” Lalu seseorang berkata, “Kalau begitu, kita akan memperbanyak doa.” Beliau bersabda, “Allah lebih banyak memberi (dari apa yang kalian minta).” (HR. Tirmidzi, no. 3573 dan Al-Hakim, 1:493)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا يَزَالُ يُسْتَجابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بإثم أو قَطِيعَةِ رَحِمٍ ما لم يستعجلْ ، قيل : يا رَسول الله ، ما الاستعجال ؟ قال : يقول : قد دعوتُ ، وقد دَعَوتُ فلم أرَ يستجيب لي ، فَيَسْتَحْسِرُ عند ذلك ، ويَدَعُ الدعاءَ

Artinya: “Doa seorang hamba akan selalu dikabulkan selagi tidak memohon sesuatu yang berdosa atau pemutusan kerabat, atau tidak tergesa-gesa. Mereka bertanya : Apa yang dimaksud tergesa-gesa ? Beliau menjawab: “Dia berkata: Saya berdoa berkali-kali tidak dikabulkan, lalu dia merasa menyesal kemudian meninggalkan doa“. (Shahih Muslim:4/87)

Predikat Orang yang Enggan Berdoa

1. Tidak Mau Berdoa Berarti Sombong

Firman Allah SWT:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

Artinya: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina“. (QS. Al-Ghafir:60).

2. Tidak Mau berdoa berarti Orang lemah

Berdasarkan hadits Nabi bahwasanya beliau bersabda:

 أَعْجَزُ النَّاسِ مَنْ عَجَزَ عَنِ الدُّعَاءِ وَأَبْخَلُهُمْ مَنْ بَخِلَ بِالسَّلاَمِ

Artinya: “Orang yang lemah adalah orang yang meninggalkan berdoa dan orang yang paling bakhil adalah orang yang bakhil terhadap salam“. [Al-Haitsami, kitab Majma’ Az-Zawaid. Thabrani, Al-Ausath. Al-Mundziri,

Keutamaan Dan Dahsyatnya Doa

1. Doa adalah ibadah yang paling mulia di sisi Allah SWT

Dari Abu Hurairah ra. berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

 لَيْسَ شَىْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ

Artinya: “Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah daripada doa“. (Sunan At-Timidzi, bab Do’a 12/263, Sunan Ibnu Majah, bab Do’a 2/341 No. 3874. Musnad Ahmad 2/362).

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa makna hadits tersebut adalah tidak ada sesuatu ibadah qauliyah (ucapan) yang lebih mulia di sisi Allah SWT daripada doa, sebab membandingkan sesuatu harus sesuai dengan substansinya. karena ada pendapat yang mengatakan bahwa Shalat, adalah ibadah badaniyah yang paling utama. Hal ini tidak bertentangan dengan firman Allah.

 اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu“. (QS.Al-Hujurat:13)

2. Doa dapat meredam murka

Doa merupakan cara terbaik untuk meredam murka Allah SWT, sebab Allah SWT sangat membenci hamba-Nya yang tidak pernah berdoa pada-Nya. Berdasarkan hadits bahwa Abu Hurairah ra. berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

 مَنْ لَمْ يَسْأَلْ الله غَضَبَ اللهُ عَلَيْهِ

Artinya: “Barang siapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan memurkainya“. (Sunan At-Tirmidzi, bab Doa 12/267-268).

Imam Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan bahwa Imam At-Thaibi berkata : “Makna hadits di atas yaitu barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan murka begitu pula sebaliknya Allah SWT sangat senang apabila diminta hamba-Nya”. (Fathul Bari 11/98)

Imam Al-Mubarak Furi berkata bahwa orang yang meninggalkan doa berarti sombong dan merasa tidak membutuhkan Allah SWT. Dan juga Imam At-Thaibi berkata bahwa Allah SWT sangat senang tatkala dimintai karunia-Nya, maka barang siapa yang tidak memohon kepada Allah SWT, maka berhak mendapat murka-Nya. Dari hadits di atas menunjukkan bahwa permohonan hamba kepada Allah SWT merupakan kewajiban yang paling agung dan paling utama, karena menghindar dari murka Allah SWT adalah suatu yang menjadi keharusan. (Mura’atul Mashabih 7/358)

3. Doa Mampu Mengubah (Menolak) Takdir

Berdasarkan hadits dari Salman Al-Farisi ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda:

 لاَ يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلاَّ الْدُعَاءُ

Artinya: “Tidak ada yang mampu menolak takdir kecuali doa“. (Sunan At-Tirmidzi, bab Qadar 8/305-306)

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa yang dimaksud dengan takdir dalam hadits di atas adalah, takdir yang tergantung pada doa (mu’allaq) dan berdoa bisa menjadi penyebab tertolaknya takdir, karena takdir tidak bertolak belakang dengan masalah penyebab akibat, boleh jadi terjadinya sesuatu menjadi penyebab terjadi atau tidaknya sesuatu yang lain termasuk takdir. Suatu contoh berdoa agar terhindar dari musibah, keduanya adalah takdir Allah. Boleh jadi seseorang ditakdirkan tidak berdoa sehingga terkena musibah dan seandainya dia berdoa, mungkin tidak terkena musibah, sehingga doa ibarat tameng dan musibah laksana panah. (Mura’atul Mafatih 7/354-355).

4. Doa Dapat Menenangkan Hati

Doa kepada Allah SWT merupakan salah satu cara agar hati tenang dan mendapatkan faedah, baik di dunia maupun akhirat. Saat berdoa, maka suasana hati juga terasa lebih tenteram karena mengingat Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT 

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. (QS. Ar-Ru’du 28)

5. Mencegah datangnya Musibah

Rasulullah SAW bersabda:

وَاِمَّا أَنْ يُدَخِّرَهَا لَهُ فِيْ الْآخِرَةِ وَاِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوْءِ مِثْلَهَا

Artinya: “Tidaklah seorang muslim yang memanjatkan doa kepada Allah Swt. selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturrahim, kecuali Allah SWT akan memberikannya tiga hal: (1) Doanya cepat dikabulkan, (2) Allah Akan menjadikan doanya sebagai simpanan di hari kiamat kelak, (3) Allah Ta’ala akan menjauhkannya dari keburukan/musibah yang sepadan. (HR. Ahmad)

6. Dibukakan Pintu Rahmat Allah SAW

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa di antara kalian telah dibukakan baginya pintu doa, pasti dibukakan pula baginya pintu rahmat, dan tidaklah Allah diminta sesuatu yang Dia berikan lebih Dia senangi dari pada diminta kekuatan.” Dan Rasulullah SAW bersabda: “sesungguhnya doa itu bermanfaat baik terhadap apa yang terjadi maupun belum terjadi, maka hendaklah kalian berdoa.” (HR. At-Tirmidzi V/552).

7. Doa Mendekatkan Allah SWT kepada kita

Allah SWT berfirman:

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku), dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran“ (QS Al Baqarah:186)

8. Menumbuhkan rasa optimisme

Ketika Manusia mengalami berbagai ujian dan kesulitan dalam hidup sampai seolah-olah sudah tidak ada jalan keluar, maka dengan berdoa muncul harapan baru serta keyakinan akan diberi pertolongan oleh Allah SWT. sikap optimis akan muncul.

9. Memupuk Sikap Tawakal

Tawakal adalah menyerahkan diri kepada Allah SWT setelah berusaha keras dalam berikhtiar, berdoa dan bekerja sesuai dengan kemampuan dalam mengikuti sunah selanjutnya Allah yang menetapkan.

Hal ini berdasarkan dari firman Allah yang berbunyi :

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Artinya: “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”. (QS Ath-Thalaq:3)

10. Menambah Rasa Syukur

Dengan berdoa akan menghadirkan rasa Syukur kepada Allah SWT, sebab orang yang berdoa menyadari bahwa semua datang dari Allah SWT. sehingga haru ikhlas menerima semua ketentuan Allah SWT.

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS.Ibrahim:7)

Wallohu A’lam Bissowab

Like, Share dan komen ya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here