Beranda Doa-Doa Praktis 10 Tanda Orang Bahagia Dan Menderita

10 Tanda Orang Bahagia Dan Menderita

170
0
10 Tanda Orang Bahagia Dan Menderita

Aminsaja.com – 10 Tanda orang bahagia dan Menderita dapat dilihat dari perilakunya. Bahagia adalah kesempurnaan hidup yang tidak saja diukur dari materi tetapi dari perubahan positif yang terlihat pada seseorang.

Sedangkan menderita menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kondisi seseorang yang tidak menyenangkan. hakikat seseorang menderita adalah keadaannya tidak menguntungkan bagi hidup dan akhiratnya.

Kebahagiaan dan penderitaan adalah hal yang bisa terjadi pada siapa pun. keduanya merupakan ujian dari Allah SWT. Kebahagiaan adalah sesuatu hal yang dapat diciptakan, sedangkan penderitaan adalah suatu hal yang dapat dihindarkan. Keduanya tidak berhubungan secara langsung dengan materi, tetapi sikap dalam menghadapi ujian dan cobaan.

Betapa banyak orang yang tidak punya harta, jabatan, dan strata sosial, tetapi hidupnya damai dan bahagia. dan betapa banyak orang yang berlimpah harta tapi menderita. Tanda-tanda seseorang bahagia atau menderita dapat dikenali dari perilakunya.

10 Tanda Orang Bahagia Dan Menderita

Tanda-tanda orang bahagia

1. Semakin banyak ilmunya, semakin tawadhu’

Jika Ilmu Seseorang semakin banyak maka ia semakin tawadhu’, ibarat permata; semakin berat timbangannya dan semakin bagus bentuknya akan semakin menjauh dari permukaan laut. Ilmu disadari sebagai anugerah dari Allah SWT yang merupakan ujian baginya. atas dasar sikap inilah seseorang yang berilmu akan dihargai dan ditinggikan derajatnya. Firman Allah SWT:

وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya: “Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan“.

Dari tafsir kemenag RI dijelaskan bahwa ketika dikatakan kepada kamu dalam berbagai tempat, “Berdirilah kamu untuk memberi penghormatan,” maka berdirilah sebagai tanda kerendahan hati, niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu karena keyakinannya yang benar, dan Allah pun akan mengangkat orang-orang yang diberi ilmu, karena ilmunya menjadi hujah yang menerangi umat, beberapa derajat dibandingkan orang-orang yang tidak berilmu. Dan Allah Maha teliti terhadap niat, cara, dan tujuan dari apa yang kamu kerjakan, baik persoalan dunia maupun akhirat.

2. Semakin banyak amalnya, semakin berhati-hati

Jika amalnya banyak, maka akan semakin berhati-hati karena khawatir akan tergelincir pada maksiat dan dosa. ia khawatir dirinya menjadi sombong karena ucapannya yang mengganggu dan menyinggung orang lain. dia akan semakin waspada terhadap bahaya yang justru bisa datang akibat ulahnya. Allah SWT berfirman:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Artinya: “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf:18)

Hadits Bukhari Nabi SAW bersabda:                            

سلامة الإنسان في حفظ اللسان

Artinya: “Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan”       

3. Semakin bertambah usianya, semakin berkurangnya sifat rakusnya

Tanda orang bahagia menurut Islam adalah ketika usianya sudah tidak muda, maka seseorang akan menyadari betul bahwa gerbang menuju akhirat sudah semakin dekat, maka bukan harta dan tahta yang dikejarnya tetapi keberkahan atas apa yang sudah dimilikinya.

4. Semakin bertambah hartanya semakin Dermawan

Sikapnya semakin santun dan bermurah hati, Ia menyadari bahwa harta hanya titipan dan ujian, Ia sadar bahwa harta yang akan menyelamatkan adalah yang diinfakkan dan disedekahkan sehingga sikapnya semakin dermawan.

5. Semakin bertambah kedudukan sosialnya, tinggi empatinya

Tanda bahagia yang sesungguhnya adalah semakin bertambah kedudukan sosialnya akan membuatnya semakin berempati dengan kesulitan sesama. ia mencintai saudara sesama muslim sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. Ia juga selalu menjaga etika terhadap lingkungannya.

نْ أَبِيْ حَمْزَة أَنَسِ بنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ خَادِمِ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَن النبي صلى الله عليه وسلم قَالَ: (لاَ يُؤمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ) رواه البخاري ومسلم

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik ra., pelayan Rasulullah SAW, dari Nabi SAW beliau bersabda: “Tidak beriman salah seorang kalian sampai dia mencintai saudaranya, seperti dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ciri-ciri orang yang Menderita

1. Semakin berilmu semakin sombong

Ilmunya tidak bermanfaat untuk dirinya, ia semakin congkak dan sombong. Hatinya menjadi keras, tabiatnya menjadi kasar, dan wataknya bertambah jahat.

2.Semakin bertambah amalnya, semakin congkak

Ia merasa paling baik amalnya, sifatnya menjadi riya, mudah meremehkan orang lain serta ujub terhadap dirinya. ia merasa hanya dirinya yang selamat yang lain gagal.

3. Semakin tambah usianya semakin rakus harta dan kedudukan

Ia bertambah sibuk menikmati hidupnya sendiri tanpa memperdulikan orang lain, hatinya terkunci, tidak ada simpati terhadap apa pun dan siapa pun. ia merasa akan hidup selamanya sehingga lupa ajalnya yang sudah hampir tiba. Ambisinya semakin bertambah. mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya dengan cara apa pun.

4. Semakin kaya, semakin kikir

Jiwanya kering dengan nilai-nilai kasih sayang, ia beranggapan kekayaan yang dia miliki adalah semata-mata karena jerih payahnya, dia merasa orang lain tidak berhak ikut menikmati usahanya, dia lupa bahwa yang dianugrahkan kepadanya adalah semata-mata karena rahmat-Nya.

5. Semakin tinggi kedudukan sosialnya, ia semakin tak peduli

Ia Suka pamer terhadap orang lain, sifatnya bertambah sombong, menganggap yang lain lebih rendah, padahal Allah SWT tidak memandang rupa dan kedudukan manusia, yang paling mulia disisi Allah SWT adalah yang paling bertakwa.

Rasulullah SAW Bersabda:

“Orang-orang yang sombong akan dibangkitkan pada hari kiamat berbentuk biji sawi lalu diinjak-injak oleh kaki manusia”

Wallohu A’lam Bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here