Beranda Keutamaan 12 Keutamaan Shalat Malam

12 Keutamaan Shalat Malam

387
2
12 Keutamaan Shalat Malam

Aminsaja.com – 12 Keutamaan Shalat Malam, Shalat malam merupakan amalan Rasulullah SAW yang dilaksanakan sampai kaki beliau pecah-pecah. Yang demikian pasti karena ada keutamaan yang luar biasa.

Shalat malam atau Shalat Lail adalah Shalat sunah yang dilakukan pada malam hari dimulai sejak selesai dilaksanakannya Shalat Isya’ walaupun belum tidur.

Shalat malam mempunyai keistimewaan waktu yang mustajab, yaitu sepertiga akhir dari malam. Dan Bagi sebagian orang mukmin Shalat malam menjadi kebiasaan yang mendatangkan nikmat luar biasa.

Apa saja keutamaan Shalat malam dan apa saja yang termasuk Shalat malam?

Macam-macam Shalat Malam

Shalat malam terdiri dari :

  1. Shalat ba’diyah (Shalat sunah setelah Isya’)
  2. Shalat Witir
  3. Shalat sunah mutlak
  4. Shalat tahajud
  5. Shalat Tarawih
  6. dan Shalat lain yang dikerjakan setelah Isya Seperti Shalat Hajat dan Shalat Tasbih

Hal ini sesuai dengan perkataan Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad:  

واعلم أن من صلى بعد العشاء فقد قام من الليل

Artinya: “Ketahuilah, sesungguhnya orang yang Shalat setelah isya’, dia termasuk menjalankan Shalat malam” (Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad, Risalatul Mu’awanah wal-Mudzaharah wal-Muazarah, [Darul Hawi: 1994], halaman. 40).

Lebih Utama Mana antara Shalat sebelum dan sesudah Tidur?

Habib Abdullah mengatakan, meskipun antara Shalat sebelum tidur dan setelah tidur (lebih dikenal tahajud) yang masing-masing dilakukan pada malam hari, tentu Shalat setelah tidur lebih utama karena:

  1. Shalat tahajud bisa membuat setan marah
  2. Lebih bersungguh-sungguh
  3. Rahasia ibadahnya sangat terjaga

Sesungguhnya di antara amal ibadah yang paling utamal dan ketaatan yang paling mulia yang dianjurkan oleh syara’ adalah  qiyamullail (Shalat Malam), dia adalah kebiasaan orang-orang yang Shaleh, perniagaan orang-orang yang beriman, pada saat malam hari orang-orang yang beriman berkhulwah dengan Rabb mereka, mengadukan keadaan mereka kepada-Nya,  serta mereka memohon dari karunia-Nya. Mereka tenggelam dalam bermunajat kepada Allah SWT, dengan penuh rasa harap dan merendah kepada Allah SWT yang menganugerahkan segala kebaikan, pemberian dan anugerah yang agung, Allah SWT, Tuhan Yang Maha Suci. Sebagai firman Allah SWT dalam Al-Qur’an sebagai berikut:

 تَجَافٰى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَّطَمَعًاۖ وَّمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ

Artinya: “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka”. (QS. As-Sajadah ayat 16)

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّآ اُخْفِيَ لَهُمْ مِّنْ قُرَّةِ اَعْيُنٍۚ جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Artinya: “Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan”. (QS As-Sajadah ayat 17)

Inilah shalat yang diperintahkan Allah SAW kepada Nabi Muhammad ﷺ dalam firman-Nya sebagai berikut:

  وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا  

Artinya:  “Dan pada sebagian malam hari, bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”. (QS Al-Isra’: 79).

Keutamaan Shalat di Sepertiga Malam

Rasulullah ﷺ mendorong kita semua untuk menjalankan ibadah shalat malam dalam sabdanya:  

 يَنْزِلُ رَبُّنَا، تَبَارَكَ وَتَعَالَى، كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ، فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ  

Artinya: “Tuhan kita, Allah tabaraka wa ta’ala ‘turun’ setiap malam ke langit dunia di saat sepertiga malam akhir. Kemudian Allah berfirman, ‘Barang siapa berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Barang siapa meminta kepada-Ku, akan Aku kasih. Barang siapa meminta ampun kepada-Ku, akan Aku beri ampunan” (Muttafaq ‘alaih).  

12 Keutamaan Shalat Malam

Berikut ini keutamaan Shalat malam:

1. Merupakan Shalat yang paling afdal setelah Shalat lima waktu

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

  أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ، صَلَاةُ اللَّيْلِ  

Artinya: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram. Sebaik-baik shalat setelah shalat fardlu adalah shalat malam” (HR Muslim).

2. Shalat malam keutamaannya seperti bersedekah secara sirr (rahasia)

  فَضْلُ صَلَاةِ اللَّيْلِ عَلَى صَلَاةِ النَّهَارِ كَفَضْلِ صَدَقَةِ السِّرِّ عَلَى صَدَقَةِ الْعَلَانِيَةِ  

Artinya: “Keutamaan shalat malam dibanding shalat siang seperti keutamaan sedekah sirr dibandikan dengan sedekah terang-terangan. (Hilyatul Auliya’, juz 4, hlm. 167).

3. Shalat malam adalah ibadah yang menjadi ciri khasnya orang-orang shalih

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

  عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللهِ، وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الجَسَدِ  

Artinya: “Hendaknya kalian melakukan shalat malam, karena shalat malam adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, dan sesungguhnya shalat malam mendekatkan kepada Allah, serta menghalangi dari dosa, menghapus kesalahan, dan menolak penyakit dari badan.” (Sunan At-Tirmidzi: 3549)  .

4. Allah SWT membanggakan hambanya yang melakukan Shalat tahajud kepada para malaikat


  إن الله يعجب من العبد إذا قام من على فراشه وبين أهله إلى صلاته ويباهى به ملائكته ويقبل عليه بوجهه الكريم.  

 Artinya: “Sesungguhnya Allah membanggakan hambanya kepada para malaikat ketika hamba tersebut berdiri meninggalkan tempat tidurnya dan keluarganya menuju shalat dan Allah menerima hamba tersebut.” (Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad, Risalatul Mu’awanah wal-Mudzaharah wal-Muazarah, [Darul Hawi: 1994], hlm. 40-41).

5. Semua doa kebaikan yang dipanjatkan pasti akan dikabulkan oleh Allah SWT

sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

  إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ، يَسْأَلُ اللهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ  

 Artinya: “Sesungguhnya di dalam malam terdapat waktu yang jika ada seorang muslim meminta kepada Allah dengan kebaikan baik urusan dunia maupun akhirat, pasti Allah akan memberikannya. Dan waktu tersebut adalah sepanjang malam.” (HR Muslim)

6. Dikategorikan Orang Yang Baik

Rasulullah SAW bersabda:

نِعْمَ الرَّجُلُ عَبْدُ اللهِ، لَوْ كَانَ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ.

Artinya: “Sebaik-baik hamba adalah ‘Abdullah seandainya ia melakukan Shalat pada sebagian malam.’ Akhirnya ‘Abdullah tidak pernah tidur di malam hari kecuali hanya beberapa saat saja”

Ibnu Hajar berkata: “Kalimat dalam hadits di atas mengindikasikan bahwa orang yang melakukan Shalat malam adalah orang yang baik.

7. Hati Merasa Aman Dari Yang Ditakutkan

Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu ia menuturkan pula, Rasulullah SAW bersabda:

أَلاَ إِنَّ اللهَ يَضْحَكُ إِلَى رَجُلَيْنِ: رَجُلٌ قَـامَ فِيْ لَيْلَةٍ بَارِدَةٍ مِنْ فِرَاشِهِ وَلِحَافِهِ وَدِثَارِهِ، فَتَوَضَّأَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ، فَيَقُوْلُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لِمَلاَئِكَتِهِ: مَا حَمَلَ عَـبْدِيْ هَذَا عَلَى مَا صَنَعَ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: رَبُّنَا رَجَاءً مَا عِنْدَكَ وَشَفَقَةً مِمَّا عِنْدَكَ، فَيَقُوْلُ: فَإِنِّي قَدْ أَعْطَيْتُهُ مَا رَجَا وَأَمَّنْتُهُ مِمَّا يُخَافُ.

Artinya: “Ketahuilah, sesungguhnya Allah tertawa terhadap dua orang laki-laki: Seseorang yang bangun pada malam yang dingin dari ranjang dan selimutnya, lalu ia berwudu dan melakukan Shalat. Allah SWT berfirman kepada para Malaikat-Nya, ‘Apa yang mendorong hamba-Ku melakukan ini?’ Mereka menjawab, ‘Wahai Rabb kami, ia melakukan ini karena mengharap apa yang ada di sisi-Mu dan takut dari apa yang ada di sisi-Mu pula.’ Allah berfirman, ‘Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadanya apa yang ia harapkan dan memberikan rasa aman dari apa yang ia takutkan

8. Masuk Surga Dengan Selamat

Dari ‘Abdullah bin Salam Ra, ia berkata: “Yang pertama kali aku dengar dari Rasulullah SAW adalah sabda beliau:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلاَمَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا اْلأَرْحَـامَ، وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ.

Artinya: “Wahai manusia, tebarkan salam, berilah makan, sambunglah tali silaturahmi dan Shalatlah di malam hari saat manusia tertidur, niscaya kalian akan masuk ke dalam Surga dengan selamat.”

9. Ciri kaum yang Baik

Dari Anas Ra ia menuturkan, Rasulullah SAW bersabda:

جَعَلَ اللهُ عَلَيْكُمْ صَلاَةَ قَوْمٍ أَبْرَارٍ يَقُوْمُوْنَ اللَّيْلَ وَيَصُوْمُوْنَ النَّهَارَ، لَيْسُوْا بِأَثَمَةٍ وَلاَ فُجَّارٍ.

Artinya: “Allah telah menjadikan pada kalian Shalat kaum yang baik; mereka Shalat di waktu malam dan berpuasa di waktu siang. Mereka bukanlah para pelaku dosa dan orang-orang yang jahat”.

10. Suami atau Istri diberi Rahmat Oleh Allah SWT

Dari Abu Hurairah Ra, ia menuturkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

رَحِمَ اللهُ رَجُـلاً، قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى، وَأَيْقَظَ اِمْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ، فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِيْ وَجْهِهَا الْمَاءَ، وَرَحِمَ اللهُ اِمْرَأَةً، قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ، وَ أَيْقَظَتْ زَوْجَهَا، فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِيْ وَجْهِهِ الْمَاءَ.

Artinya: “Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun di waktu malam lalu Shalat dan ia pun membangunkan istrinya lalu sang istri juga Shalat. Bila istri tidak mau bangun ia percikkan air ke wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang istri yang bangun di waktu malam lalu ia Shalat dan ia pun membangunkan suaminya. Bila si suami enggan untuk bangun ia pun memercikkan air ke wajahnya.”

11. Dicatat Termasuk Ahli Dzikir

Dari Abu Sa’id al-Khudri Ra ia menuturkan, Rasulullah SAW bersabda:

مَنِ اسْتَيْقَظَ مِنَ اللَّيْلِ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ جَمِيْعًا، كُتِبَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ اللهَ كَثِيْرًا وَالذَّاكِرَاتِ.

Artinya: “Barang siapa yang bangun di waktu malam dan ia pun membangunkan istrinya lalu mereka Shalat bersama dua rakaat, maka keduanya akan dicatat termasuk kaum laki-laki dan wanita yang banyak berdzikir kepada Allah.”

12 Shalat Malam Membersihkan kotoran Jiwa

Abu Hurairah Ra berkata, Rasulullah SAW bersabda:

يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ: عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيْلٌ فَارْقُدْ! فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللهَ اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ تَوَضَّأَ اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ صَلَّى اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَأَصْبَحَ نَشِيْطًا طَيِّبَ النَّفْسِ، وَإِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيْثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ.

Artinya: “Syaitan mengikat di pangkal kepala seseorang darimu saat ia tidur dengan tiga ikatan yang pada masing-masingnya tertulis, ‘Malammu sangat panjang, maka tidurlah!’ Bila ia bangun lalu berdzikir kepada Allah, maka satu ikatan lepas, bila ia berwudu’ satu ikatan lagi lepas dan bila ia Shalat satu ikatan lagi lepas. Maka di pagi hari ia dalam keadaan semangat dengan jiwa yang baik. Namun jika ia tidak melakukan hal itu, maka di pagi hari jiwanya kotor dan ia menjadi malas”

Syekh Ismail bin Ibrahim al-Jabruti menyatakan, “Semua kebaikan dikumpulkan pada malam hari. Saya tidak pernah mengangkat seseorang menjadi wali kecuali saat malam hari.”  Habib Abdullah bin Abu Bakar al-Idrus mengatakan

Barang siapa yang ingin mendapatkan kebeningan rabbani, hendaknya ia mau memecah keheningan malam.”

Wallohu A’lam Bissowab



2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here