Beranda Keutamaan 15 Tata Cara Memberi Salam Dan Keutamaannya

15 Tata Cara Memberi Salam Dan Keutamaannya

92
0
15 Tata Cara Memberi Salam Dan Keutamaannya

Aminsaja.com 15 Tata Cara Memberi Salam Dan Keutamaannya adalah hal sederhana tetapi penting untuk diketahui dan diterapkan, karena salam merupakah bagian ibadah ringan yang dipakai setiap saat.

Seorang muslim dianjurkan mengawali ucapan salamnya dengan ucapan Assalaamu ‘alikum waarahmatullaahi wabarakaatuh, yaitu dengan dhamir jamak, meskipun yang diberi salam hanya satu orang.

Orang yang diberi salam wajib menjawabnya dengan ucapan wa’alaikum salam warah matullahi wabarakaatuh.

Salam selain ucapan yang mengandung doa, juga merupakan identitas Islam yang membudaya untuk mengawali pertemuan maupun pidato dan pengajaran/pengajian. maka mari kita pelajari 15 tata cara memberi salam dan Keutamannya.

15 Tata Cara Memberi Salam Sesuai Tuntunan Al-Qur’an dan Sunah

  1. Jika mendapat titipan salam, harus disampaikan dan dibalas. (HR.Bukhari:3217 dan Muslim:2447)
  2. Sunah mengucapkan salam 3 kali, jika yang di hadapi orang banyak. (HR.Bukhari:95)
  3. Mengucapkan salam suaranya menyesuaikan keadaan, Jangan sampai mengganggu orang yang sedang tidur). (HR.Muslim:2055)
  4. Jangan Mengucapkan salam dengan lafal “Alaikas salam” karena ucapan ini adalah salam untuk orang yang sudah meninggal. (HR.Abu Dawud:4084 dan At Tarmidzi)
  5. Salam dengan lain jenis dibolehkan asal tidak menimbulkan fitnah. (HR.Muslim:336, HR.Abu dawud:5204 dan At Tarmidzi:2697)
  6. Orang yang naik kendaraan terlebih dulu memberi salam kepada yang berjalan,Orang yang berjalan memberi salam terlebih dahulu kepada yang duduk, Orang yang sedikit memberi salam kepada yang lebih banyak, Anak memberi salam kepada orangtua. (HR.Bukhari:6233 dan Muslim:2160)
  7. Jika dua orang bertemu maka yang lebih baik adalah yang lebih dahulu memberi salam (HR.Abu Dawud:5197 dan At TArmidzi:2694)
  8. Orang yang sudah bertemu dan sudah memberi salam, maka jika berpisah meski sebentar, ketika bertemu kembali mengucapkan salam lagi. (HR.Bukhari:757 dan At Tarmidzi:397)
  9. Apabila masuk rumah Sendiri apalagi ke rumah orang lain memberi salam. (QS.An-Nur:61)
  10. Membalas salam harus lebih baik, minimal sepadan. (QS.An-Nisa:86)
  11. Sunah memberikan salam kepada anak-anak kecil. (HR Bukhari:6247 dan Muslim:2168)
  12. Tidak boleh mendahului salam kepada orang yang berbeda agama. (HR.Muslim:2167)
  13. Menjawab salam orang yang berbeda agama adalah “Wa ‘alaikum”. (HR.Bukhari:6257 dan Muslim :2163)
  14. Jika ada perkumpulan yang didalamnya terdapat orang Islam dan campur dengan non muslim, maka boleh mengucapkan salam. (HR.Bukhari:6254 dan Muslim:1798)
  15. Datang dan pergi di suatu majlis hendaknya mengucapkan salam (HR.Abu Dawud:5208 dan At Tarmidzi:2707)

Demikian tata cara memberi salam, mari kita biasakan dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari. dan ajarkan kepada siapapun terutama kepada anak-anak karena mereka adalah generasi Islam yang akan datang.

15 Tata Cara Memberi Salam Dan Keutamaannya1

Keutamaan Salam

Salam mempunyai berbagai keutamaan, diantara keutamaan salam adalah:

a. Salam adalah Identitas Islam paling Baik

وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو بْنِ العَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَيُّ الإْسلاَمِ خَيْرٌ؟ قَالَ “تُطْعم الطَّعَامَ، وَتَقْرأُ السَّلام عَلَىَ مَنْ عَرِفَتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ”. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Artinya: Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash ra., bahwasanya ada seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW: “Islam apakah yang paling baik itu?” Beliau menjawab, “Engkau memberikan makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang sudah dan belum engkau kenal.”(Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 12 dan Muslim, no. 39]

b. Salam adalah bentuk izin masuk rumah orang lain

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَدْخُلُوْا بُيُوْتًا غَيْرَ بُيُوْتِكُمْ حَتّٰى تَسْتَأْنِسُوْا وَتُسَلِّمُوْا عَلٰٓى اَهْلِهَاۗ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. (QS.An-Nur:27)

Ayat di atas adalah perintah memberi salam sesama muslim dan larangan tidak boleh masuk ke rumah orang lain sebelum mendapat izin, dan setelah memberi salam terlebih dahulu, lalu ucapkan “Bolehkan sya masuk?“. ucapan ini adalah sunah dan diajarkan oleh Rasulullah SAW, seseorang yang meminta izin 3 kali tidak ada jawaban, maka harus meninggalkan rumah / tempat itu.

c. Hakikat salam adalah mendoakan diri sendiri

فَإِذَا دَخَلْتُم بُيُوتًا فَسَلِّمُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ مُبَٰرَكَةً طَيِّبَةً ۚ

Artinya: “Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik”. (QS.An-Nur:61)

d. Salam mendatangkan keberkahan

Dari Anas bin Malik –radhiyallahu ‘anhu., ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda kepadanya:

يَا بُنَىَّ إِذَا دَخَلْتَ عَلَى أَهْلِكَ فَسَلِّمْ يَكُونُ بَرَكَةً عَلَيْكَ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِكَ

Artinya: “Wahai anakku, jika engkau memasuki rumah dan menemui keluargamu, ucapkanlah salam biar datang berkah padamu dan juga pada keluargamu.” (HR. Tirmidzi no. 2698.)

e. Salam merupakan bukti kesempurnaan iman

Dari ‘Amar bin Yasir, beliau mengatakan,

ثَلاَثٌ مَنْ جَمَعَهُنَّ فَقَدْ جَمَعَ الإِيمَانَ الإِنْصَافُ مِنْ نَفْسِكَ ، وَبَذْلُ السَّلاَمِ لِلْعَالَمِ ، وَالإِنْفَاقُ مِنَ الإِقْتَارِ

Artinya: “Tiga perkara yang apabila seseorang memiliki ketiga-tiganya, maka akan sempurna imannya: [1] bersikap adil pada diri sendiri, [2] mengucapkan salam pada setiap orang, dan [3] berinfak ketika kondisi pas-pasan(HR Bukhari)

f. Salam menumbuhkan rasa saling menyayangi

Nabi SAW Bersabda:

لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا. أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَىْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ

Artinya: “Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan pada kalian suatu amalan yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)

Demikian beberapa keutamaan salam yang dapat dijadikan rujukan dalam pemahaman makna yang terkandung dalam salam.

Wallohu a’lam bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here