Beranda Keutamaan 6 Etika Persahabatan Dalam Islam

6 Etika Persahabatan Dalam Islam

117
0
6 Etika Persahabatan Dalam Islam

Aminsaja.com – 6 Etika persahabatan dalam Islam harus menjadi landasan dalam bermasyarakat, agar tercipta harmoni dan suasana nyaman.

Suasana nyaman akan mendukung produktifitas dalam hal apapun, berbengaruh positif dan menjadikan sebuah komunitas berefek baik terhadap jiwa seseorang.

Etika yang baik adalah barometer seseorang dalam pengamalan nilai-nilai agama yang dianutnya.

Agama Islam menempatkan persaudaraan yang baik sebagai hal penting yang bernilai ibadah seperti yang di contohkan oleh Rasulullah SAW.

Arti penting persahabatan

Tidak semua orang dapat dijadikan teman, harus mempertimbangkan beberapa dalam mencari teman diantaramya:

  • Berakal sehat
  • Berakhlak baik
  • Bukan orang fasik
  • Bukan orang yang ambisi
  • Tidak Hasud / Iri dengki

Nabi SAW bersabda: “Manusia itu mengikuti kebiasaan temanya, maka hendaklah seseorang dari kamu melihat siapa yang akan dijadikan temannya”

Sahabat sangat berpengaruh pada perilaku seseorang. Teman, sahabat atau komunitas yang tidak tepat justru akan berpengaruh buruk dalam hidup seseorang.

Etika Persahabatan

Realitas dalam kehidupan, Persaudaraan sesama muslim diwarnai oleh tarik menarik kepentingan pribadi, politik dan ekonomi. sehingga sering terjadi gesekan-gesekan yang berujung pada perselisihan, permusuhan bahkan peperangan. untuk itu dalam pergaulan dibutuhkan etika diantaranya:

1. Saling menyayangi karena Allah SWT

Saling menyayangi karena Allah SWT dan persaudaraan dalam Islam adalah ibadah yang paling utama, dikarenakan saling menyayangi sesama muslim adalah buah dari akhlak yang baik. Persahabatan yang di landasi karena cinta terhadap Allah SWT tidak akan menimbulkan kebencian dan persaingan dan hal buruk lainya. Firman Allah SWT:

وَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْۗ لَوْاَنْفَقْتَ مَا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا مَّآ اَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ اَلَّفَ بَيْنَهُمْۗ اِنَّهٗ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

Artinya: “Dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Maha perkasa, Maha bijaksana.(QS. Al-Anfal:63)

2.Memberi Pengaruh baik

Betapa pentingnya arti sahabat, sahabat mampu memberi pengaruh baik dan buruk kepada kita, sehingga mendapatkan sahabat saleh merupakan anugrah. Khalifah Umar bin Khattab berkata, “Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang saleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka peganglah erat-erat

Rasulullah bersabda:

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

Artinya: “Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api (pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk”. (H.R. Bukhari dan Muslim)

3. Ikhlas membela

“Sesungguhnya Saudaramu yang sebenarnya adalah sahabat yang senantiasa bersamamu dan merugikan dirinya untuk memberimu manfaat.

Dan Apabila terjadi musibah, ia mendatangimu dan ia korbankan dirinya untuk lebih memilih bersamamu”

Ali Bin Abi Thalib

4. Tidak menebar kebaencian

Sifat mukmin yang sempurna adalah diantara mereka saling merendahkan diri dan saling menjaga ucapanya. tidak menyakitinya baik dengan ucapan maupun perbuatan. namun dalam pergaulan sering ditemukan sifat dan watak sahabat yang mudah tersinggung meskipun sebetulnya tidak ada orang lain yang menyakitinya. untuk itu dibutuhkan kebesaran jiwa dalam pergaulan, agar mampu menghargai dan menempatkan diri dengan baik.

Dari Anas ra., bahwa Nabi SAW bersabda: “Janganlah kalian saling membencisaling dengki, dan saling bermusuhan. Jadilah kalian hamba Allah yang besaudara. Dan tidak halal bagi seorang muslim memboikot saudaranya lebih dari tiga hari,” (HR Bukhari [6065] dan Muslim [2559]).

5. Saling menjaga dan menasehati

انصر أخاك ظالمًا أو مظلومًا، فقال رجل: يا رسول الله، أنصره إذا كان مظلومًا، أفرأيت إذا كان ظالمًا كيف أنصره؟ قال: تحجزه أو تمنعه من الظلم فإن ذلك نصره

Artinya: “Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan tolonglah saudaramu yang dizalimi,” salah seorang sahabat berkata, “kita bisa menolong orang yang dizalimi namun bagaimana mungkin menolong orang yang berbuat zalim?” lalu Rasullah SAW menjawab, “Mencegahnya agar jangan berbuat kezaliman. Itulah bagaimana cara menolongnya.” (HR Bukhari dari Anas bin Malik).

6. Mau menolong pada saat dibutuhkan

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ نَفَّس عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبةً منْ كُرب الدُّنْيا نفَّس اللَّه عنْه كُرْبةً منْ كُرَب يومِ الْقِيامَةِ

Artinya: “Siapa saja yang meringankan keperluan sahabatnya dalam urusan dunia, maka dia akan mendapat keringanan atas keperluannya di akhirat.” (HR Bukhari dan Muslim)

Kata Mutiara

“Tidak perlu menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak akan percaya itu.”

Ali Bin Abi Thalib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here