Beranda Keutamaan 6 Tanda Datangnya Kematian

6 Tanda Datangnya Kematian

125
0
5 Tanda Datangnya Kematian

Aminsaja.com – 6 Tanda datangnya kematian, akan kita bahas dan kenali agar menjadi pelajaran bagi kita semua dengan senantiasa mengharap rahmat dan pertolongan Allah SWT.

Kematian adalah sesuatu yang pasti akan terjadi pada setiap makhluk hidup yang Allah SWT ciptakan. Namun kapan waktu datangnya tidak ada satu orang pun yang mengetahuinya.

Kematian adalah rahasia Allah SWT, Namun pada sebagian manusia pilihan, diberi kelebihan mengetahui tanda-tanda kematiannya.

Pentingnya mengetahui dan menyadari tanda kematian adalah berharap agar ketika kematian menjemput kita dalam keadaan khusnul khotimah.

5 Tanda Datangnya Kematian 1

Tanda-tanda datangnya kematian adalah

Di antara tanda-tanda kematian seseorang menurut kitab Nihayatuz Zain karya Syeh Nawawi dijelaskan sebagai berikut

1.Tanda 100 hari sebelum kematian

Tanda 100 hari sebelum kematian, tanda ini akan berlaku umumnya setelah waktu Asar. Seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ke ujung kaki akan bergetar seakan-akan menggigil seperti daging sapi yang baru disembelih di mana jika diperhatikan dengan teliti akan didapati daging tersebut bergetar.

Tanda ini bisa menjadi nikmat tersendiri bagi mereka yang menyadari. Terbesit dihatinya bahwa mungkin ini adalah tanda kematian, maka getaran ini akan berhenti dan hilang. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan duniawi tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan hilang begitu saja tanpa ada manfaatnya.

2.Tanda 40 hari sebelum kematian

  • Jatuhnya Daun yang tertulis nama Kita, Tanda ini terjadi sesudah waktu Asar. Bagian pusar kita akan berdenyut-denyut. Pada saat itu daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas Arasy-Nya. Maka saat itu malaikat maut (Izrail) akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persiapan. di antaranya ialah dia akan mulai mengikuti kita sepanjang waktu (selama 40 hari).
  • Malaikat Maut memperlihatkan sepintas wajahnya, Akan terjadi di mana malaikat maut (Izrail) ini akan memperlihatkan wajahnya sepintas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih akan merasakan seakan-akan bingung seketika, tetapi tidak menyadari siapa yang dilihat dan apa maksudnya.

3.Tanda 7 hari sebelum kematian

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak selera makan secara tiba-tiba justru menjadi selera untuk makan.

4.Tanda 3 hari sebelum kematian

Pada tanda 3 hari sebelum kematian, terasa denyutan di bagian tengah dahi kita yaitu di antara dahi kanan dan kiri. Ketika hal ini terjadi mata hitam kita tidak akan bersinar lagi. Dan bagi orang yang sakit, hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dilihat, jika kita melihatnya dari bagian sisi/samping. Telinganya akan layu di mana bagian ujungnya akan berangsur-angsur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terbujur (Slonjor) akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

5.Tanda 1 hari sebelum kematian

Kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang di sekitar ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya. tanda ini akan terjadi pada waktu asar.

6.Tanda akhir menjelang kematian

Akan terjadi di mana kita akan merasakan satu keadaan dingin di bagian pusar lalu rasa itu akan turun ke pinggang dan selanjutnya naik ke bagian kerongkongan Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimat syahadat dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan kita. malikat mencabut nyawa secara perlahan, andaikan tanpa Rahmat Allah SWT maka kematian akan dijemput dengan kasar sehingga begitu menyakitkan.

Namun demikian tanda-tanda yang sudah diuraikan di atas, tidak selalu terjadi kepada semua orang, hanya orang-orang tertentu dan terpilih saja yang merasakan tanda-tandanya.

Cara malikat maut mencabut nyawa

Malaiakat Izrail dalam mencabut nyawa tergantung amalnya, cara yang paling ringan dalam mencabut nayawa orang saleh adalah seperti pohon penuh duri yang menancap ke tubuh dan ditarik, sebagaimana diterangkan dalam sabda Rasulullah SAW:

“Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek?” (HR Bukhari)

Tanda-tanda mati khusnul khotimah dan su’ul khotimah

Dinukil dari kitab Nihayatuz Zain Syeh Nawawi

ومن علامات السعادة عند الموت عرق الجبين وذرف العين وانتشار المنخر
روي عن سلمان الفارسي رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ارقبوا الميت عند موته ثلاثا
إن رشح جبينه وذرفت عيناه وانتشر منخراه فهو رحمة من الله قد نزلت به وإن غط غطيط البكر المخنوق وأخمد لونه وأزبد شدقاه فهو عذاب من الله قد حل به

Termasuk tanda-tanda kebahagiaan (Khusnul khotimah) ketika kematian tiba adalah:

  1. Dahinya berkeringat
  2. Air matanya bercucuran
  3. Lubang hidungnya mengembang

Sedangkan Tanda seseorang mati dalam keadaan su’ul khotimah:

  1. Mengeluarkan suara seperti anak unta tercekik
  2. Kulitnya berubah warna kebiru-biruan
  3. Dari kedua rahangnya keluar buih.

Diriwayatkan dari Salman Alfarisi ra., ia berkata aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Telitilah keadaan mayit ketika maut menjemputnya, apabila dahinya berkeringat, air matanya bercucuran dan lubang hidungnya mengembang, maka Rahmat Allah SWT telah turun kepadanya. Dan apabila mengeluarkan suara seperti suara anak unta tercekik, atau warna kulitnya berubah kebiru-biruan atau mengeluarkan buih dari kedua rahangnya maka azab Allah sungguh telah menimpa dirinya.”

وقد تظهر العلامات الثلاث وقد تظهر واحدة أو ثنتان بحسب تفاوت الناس في الأعمال
وأما علامة ذلك في حال الصحة فتوفيقه للعمل بالسنة على قدر الطاقة {نهاية الزين ص: }147

“Ketiga tanda-tanda ini terkadang tampak semua atau satu atau dua saja tergantung sedikit banyaknya manusia dalam berperilaku / beramal .
Adapun tanda-tanda di atas ketika dalam keadaan sehat maka itu adalah taufik untuk melakukan amal kesunahan sekuat tenaga.”  
(Nihayatus zain hal. 147)

Disebutkan dalam kitab {طبقات الشافعية الكبرى} Karya Syaikh Tajuddin As-Subki (727-7771 H/1327-1370 M) cetakan Dar Ihya Al-Kutub  Al-Arabiyah jilid 6 hal. 201, diterangkan sebagai berikut:

ﻛﺎﻥ ﻭﻓﺎﺗﻪ , ﻗﺪﺱ ﺍﻟﻠﻪ ﺭﻭﺣﻪ , ﺑﻄﻮﺱ ﻳﻮﻡ ﺍﻻﺛﻨﻴﻦ ﺭﺍﺑﻊ ﻋﺸﺮ ﺟﻤﺎﺩﻯ ﺍﻷﺧﺮﺓ ﺳﻨﺔ ﺧﻤﺲ ﻭ ﺧﻤﺴﻤﺎﺋﺔ ﻭ ﻣﺸﻬﺪﻩ ﺑﻬﺎ ﻳﺰﺍﺭ ﺑﻤﻘﺒﺮﺓ ﺍﻟﻔﺮﺝ ﺑﻦ ﺍﻟﺠﻮﺯﻱ ﺍﻟﻄﺎﺑﺮﺍﻥ ﻓﻰ ﻛﺘﺎﺏ “ ﺍﻟﺜﺒﺎﺕ ﻋﻨﺪ ﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺍﻟﻤﻤﺎﺕ” : ﻋﻠﻲ ﺑﺎﻟﻜﻔﻦ , ﻓﺄﺧﺬﻩ ﻭ ﻗﺒﻠﻪ ﻭﻭﺿﻌﻪ ﻋﻠﻰ ﻋﻴﻨﻴﻪ , ﻭ ﻗﺎﻝ : ﺳﻤﻌﺎ ﻭ ﻃﺎﻋﺔ ﻟﻠﺪﺧﻮﻝ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻠﻚ . ﻣﺎﺕ ﺛﻢ ﻣﺪ ﺭﺟﻠﻴﻪ , ﻭ ﺍﺳﺘﻘﺒﻞ ﺍﻟﻘﺒﻠﺔ , ﻭ ﻗﺒﻞ ﺍﻻﺳﻔﺎﺭ , ﻗﺪﺱ ﺍﻟﻠﻪ ﺭﻭﺣﻪ

Hujjatul Islam Iman Ghazali wafat, semoga Allah SWT menyucikan rohnya, di kota Thus (Persia) pada hari Senin tanggal 14 Rabi’ul Akhir tahun 505 H (1112 M) dan makamnya diziarahi orang di pemakaman Thabaran.
Abul Faraj bin Al-Jauzi berkata di dalam Kitabnya Ats-Tsabat ‘Inda al- Mamat: Berkata Ahmad, saudara laki-lakinya dari Imam Ghozali: Ketika hari Senin pada waktu Subuh, saudaraku Abu Hamid (Imam Al-Ghozali) berwudhu dan shalat dan ia berkata: Tetapkanlah aku dengan kain kafan! Kemudian beliau (Imam Ghozali) mengambil kain kafan itu dan mencium dan meletakkannya di atas kedua matanya sambil berkata: “Sesungguhnya aku mendengar dan taat untuk masuk kepada Sang Raja (Allah).
Kemudian Iman Ghazali menjulurkan kedua kakinya dan menghadap kiblat. Setelah itu ia wafat. Semoga Allah menyucikan rohnya! Pada hari Senin bersamaan Tahun 1111 Masehi. Beliau wafat dan dikebumikan di daerah Tus, Iran. Imam Al-Ghazali rahimahullah diriwayatkan, beliau mendapati tanda-tanda kematian dirinya sehingga beliau mampu menyiapkan diri untuk menghadapi sakaratul maut secara sendirian.
Beliau menyiapkan dirinya dengan segala persiapan termasuk mandinya, wudhunya serta kain kafannya sendiri. Ketika sampai bagian tubuh dan kepala saja beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad Al-Ghazali untuk meneruskan tugas tersebut. Beliau wafat ketika Imam Ahmad bersedia mengkafankan wajahnya.

Tanda-tanda kematian yang dirasakan Imam Ghazali ini hanya dirasakan oleh orang Islam saja. Bagi orang-orang kafir nyawa mereka akan dihukum sesuai dengan kekufuran mereka kepada Allah.
Dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الْمُؤْمِنِينَ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَأَكْيَسُهُمْ أَكْثَرُهُم لِلمَوتِ ذِكْرًا وَ أَحْسَنُهُم لَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاس

Artinya: “Orang mukmin yang paling utama adalah orang yang paling baik akhlaknya. Orang yang cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik dalam mempersiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan setelah kematian. Mereka adalah orang-orang yang berakal.”

Wallahu A’lam bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here