Beranda Doa-Doa Praktis 7 Keutamaan Doa Setelah Wudhu

7 Keutamaan Doa Setelah Wudhu

106
0
7 Keutamaan Doa Setelah Wudhu

7 Keutamaan Doa Setelah Wudhu membahas bagaimana luar biasanya doa yang dibaca setelah melakukan wudhu.

Wudhu merupakan salah satu kunci sahnya sholat, sehingga wudhu punya kedudukan penting untuk mengawali ibadah shalat.

wudhu tidak hanya sekedar ritual untuk mensucikan diri dari hadats kecil saja, tetapi wudhu punya keutamaan yang luar biasa jika mengetahui cara dan doanya.

Berikut keutamaan doa setelah melaksanakan wudhu :

1. Dibukakan 8 pintu surga dan dipersilahkan masuk dari pintu mana saja, dengan membaca :

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Artinya

Artinya : Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang benar kecuali Allah SWT semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku hamba yang bertaubat dan jadikanlah aku sebagai orang yang bersuci.

2. Dinaikan derajatnya dan dimohonkan ampunan oleh malaikat sampai hari kiamat, dibawah ini bacaanya :

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

Diceritakan oleh Sayyidina Dhohhaq dari Sayyidina Abi Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

ما من عبد ولاامرأة توضأ فأحسن الوضوء ثم فرأ بعده إنا أنزلناه في ليلة القدر الى آخره إلا أعطاه الله تعالى بكل حرف منها مائة درجة وخلق الله من كل قطرة فطرت من وضوئه ملكا يستغفر له الى يوم القيامة كذا فى رياض الصالحين

Tidak ada dari seorang hamba (laki-laki atau perempuan) lalu memperbaiki wudhunya, Kemudian setelah itu membaca surat Al-Qodr sampai selesai, niscaya Allah SWT akan memberi pahala disetiap huruf dari surat Al- Qodr 100 darajat dan diciptakan malaikat dari setiap tetesan wudhu yang selalu memohonkan ampunan baginya sampai hari kiamat.

Hadist ini disebutkan dalam kitab Riyadus sholihin (kitab Tanqihul Qoulul Hatsits Hal. 14)

3. Suci Seperti baru lahir dari rahim ibunya

Dalam hadist lain dijelaskan:

 من توضأ للصلاة فأحسن الوضوء ثم قام الى الصلاة فإنه يخرج من خطيئته كيوم ولدت أمه

Barangsiapa yang berwudhu untuk melakukan shalat, lalu memperbaiki wudhunya (Rukun dan syaratnya dilakukan dengan benar) dan orang tersebut mendirikan shalat, keluarlah dia daripada dosanya  seperti hari ia dilahirkan dari rahim ibunya.

Dalam kitab Ikhya diterangkan yang disabdakan oleh Rasulullah SAW

من توضأ فأحسن الوضوء وصلى ركعتين لم يحدث نفسه فيهما بشيء من الدنيا خرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه

Barangsiapa yang berwudhu, memperbaiki wudhunya dan sholat 2 rakaat dimana ia tidak berbicara dengan dirinya diantara keduanya (diantara wudhu dan sholat urusan duniawi ) niscaya keluarlah dia daripada dosanya, seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya (HR AL-Bukhari dan muslim dari usman bin affan)

4. Membersihkan Kotoran lahir batin dan mengurangi dosa

Rasulluah SAW bersabda الطهور شطر الإيمان kesucian sebagian dari iman. Dalam kitab Tanqihul Qoulul hatsist Hal. 15 dijelaskan: sesungguhnya keimanan membersihkan kotoran batin (kotoran yang ada didalam hati) sedangkan wudhu membersihkan kotoran dzahir (kotoran yang ada diluar). Semakin kita sering berwudhu semakin dikurangi dosa kita.

5. Dijauhkan dari gangguan syaitan

Ketika mau tidur maka sangat disunahkan berwudhu terlebih dahulu supaya kita dijauhkan dari gangguan syaitan dll. Sebagaimana hadist yang dijelaskan dalam kitab ikhya Rasulullah ﷺ bersabda:

إذا نام العبد على طهارة عرج بروحه إلى العرش فكانت رؤياه صادقة و إن لم ينم على طهارة قصرت روحه عن البلوغ فتلك المنامات أضغاث أحلام لا تصدق

“Apabila seorang hamba tidur dalam keadaan suci, maka ruhnya dinaikkan ke ’Arsy. Maka mimpinya itu tergolong mimpi yang benar. Jika ia tidur tidak dalam keadaan suci, maka ruhnya tidak bisa sampai (ke ‘Arsy) dan mimpi-mimpinya itu kosong tidak benar.”

6. Pahalanya seperti Orang yang Berpuasa dan sholat malam

صلى الله عليه وسلم: {النَّائِمُ الطَّاهِرُ كَالصَّائِمِ الْقَائِمِ}

Nabi SAW bersabda, “Orang yang tidur dalam keadaan suci maka ia seperti orang yang berpuasa yang melaksanakan Shalat malam (dalam hal mendapatkan pahala, meskipun berbeda kadarnya).” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Al-Hakim At-Tirmidzi dari.

7. Ditulis 10 kebaikan

وقال صلى الله عليه وسلم: {مَنْ تَوَضَّأَ عَلَى طُهْرٍ كُتِبَ لَهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ}.

Nabi saw. bersabda :

“Siapa yang berwudhu dalam keadaan masih suci, maka ditulis baginya sepuluh kebaikan.”

Hadis in diriwayatkan oleh imam Abu Daud, imam At-Tirmidzi, dan imam Ibnu Majah dari shahabat Ibnu Umar. Imam At-Tirmidzi mengatakan bahwa sanadnya dhaif. Imam Nawawi Al-Bantani menjelaskan bahwa maksud dari berwudhu masih dalam keadaan bersuci adalah tajdidul wudhu’ atau memperbarui wudhu. Yakni seseorang yang telah berwudhu kemudian shalat fardhu atau sunnah dengan wudhunya belum batal, kemudian ketika ia akan melaksanakan shalat ia berwudhu lagi. Berbeda jika ia masih suci, namun ia belum melaksanakan shalat (untuk wudhunya tadi), lalu datang waktu shalat, maka ia tidak disunahkan untuk memperbarui wudhunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here