Beranda Doa-Doa Praktis Ada Beberapa Cara Menghindari Sifat Riya

Ada Beberapa Cara Menghindari Sifat Riya

12
0
Ada Beberapa Cara Menghindari Sifat Riya

Aminsaja.comAda Beberapa Cara Menghindari Sifat Riya. Pernahkah Anda melakukan sebuah amalan, lalu memamerkan kepada orang lain dengan maksud untuk mendapatkan pujian? Berhati-hatilah, kemungkinan hati Anda telah terjangkit penyakit riya.

Sifat riya akan menghapus pahala, tidak disukai oleh Allah SWT dan celaka di akhirat. Bahkan Nabi Muhammad SAW menggolongkan riya ke dalam syirik kecil. Sebagaimana sabda beliau:

Artinya: ”Sesuatu yang sangat aku takutkan yang akan menimpamu ialah syirik kecil. Nabi Muhammad saw ditanya tentang apa yang dimaksud dengan syirik kecil itu, maka beliau menjawab yaitu riya.” (HR.Ahmad)

Menghindari sifat riya memang bukanlah suatu hal yang mudah. Sebab pada dasarnya sifat manusia itu senang dipuji. Hanya orang-orang tertentu berhati ikhlas yang bisa menghindari sifat riya. Berikut ini beberapa cara menghindari sifat riya yang dapat kita praktekkan.

9 Cara Menghindari Sifat Riya

1. Luruskan niat

Ingatlah bahwa segala perbuatan kita bergantung pada niat. Apabila niat kita baik lillahi ta’ala, maka insya Allah akan dicatat sebagai pahala. Sebaliknya jika terbesit rasa ingin dipuji oleh manusia, maka perbuatan kita tidak memperoleh apapun. Bahkan bernilai dosa. Maka dari itu, sebelum melakukan sesuatu pastikan untuk memperbaiki niat dalam hati.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya bagi setiap orang memperoleh sesuai apa yang ia niatkan”. (H.R.Bukhari Muslim)

2. Memperbanyak bersyukur

Bersyukur dapat menjadi salah satu cara menghindari sifat riya. Dengan memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT, kita tidak akan terlalu mengharapkan pujian dari orang lain. Percayalah pujian dari manusia tidak akan berlangsung selamanya. Lebih syukuri apa yang ada dan niatkan segala sesuatu hanya untuk Allah SWT.

3. Mengendalikan hati

Berusahalah mengendalikan hati agar tidak terbuai dengan pujian manusia. Tentunya, pujian memang memotiviasi diri menjadi lebih baik. Namun, terkadang pujian juga menjadi racun hingga membuat kita jadi riya.

4. Sembunyikan amal kebaikan seperti menyembunyikan aib

Cara selanjutnya untuk menghindari riya yaitu dengan menyembunyikan ibadah dan amal-amal kebaikan. Yang paling penting, berusahalah ikhlas. Sedangkan ibadah yang bersifat pribadi, seperti beramal ke masjid, bersedekah, salat tahajjud sebaiknya tak perlu dipamerkan. Dengan demikian kita pun bisa terhindar dari pujian manusia dan jauh dari sifat riya.

5. Terus-menerus mengingat Allah SWT

Telah dijelaskan dalam Al Qur’an, bahwasahnya setan tidak akan pernah lelah menggoda manusia menuju jalan yang sesat. Sebab itu, manusia harus sering meminta perlindungan kepada Allah, salah satunya lewat berdizikir. Sebagaimana firman-Nya:

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْۚ وَاِذَا قَامُوْٓا اِلَى الصَّلٰوةِ قَامُوْا كُسَالٰىۙ يُرَاۤءُوْنَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيْلًاۖ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali” (QS. An Nisaa’:142).

6. Belajar ikhlas

Ikhlas merupakan tiangnya sebuah amal shalih agar dapat diterima oleh Allah. Seseorang yang beramal dengan niat ikhlas dan tidak berharap pujian dari orang lain maka insya Allah amalnya diterima oleh Allah SWT.

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW pernah bersabda:  “Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu”. (HR. Muslim)

7. Mengingat kematian

Jika memang sulit untuk menghindari riya, cobalah memperbanyak mengingat kematian, baik di hati maupun lisan. Perlu diketahui, pujian manusia tidak berarti apapun dan tidak mendatangkan pahala. Oleh sebab itu, untuk apa mengejar pujian manusia? Pujian berlebihan justru bisa menjerumuskan manusia ke lubang neraka.

8. Menggiatkan ibadah

Salah satu ciri orang yang suka riya’ biasanya terlihat dari ibadahnya yang tidak rutin. Misalnya, kadang salat dan kadang tidak salat. Tentu saja, kebiasaan ini membuat seseorang semakin jauh dari Allah SWT dan hatinya semakin kosong.

Lain halnya dengan orang-orang yang khusyuk dalam beribadah. Mereka sering membaca doa, membaca Al-Qur’an, bersolawat dan salat rutin. Sehingga, hatinya pun menjadi tenang dan tidak mudah tergoda dengan pujian manusia.

9. Membaca buku-buku Islam

Orang tidak berilmu biasanya mudah terjerumus ke jalan yang sesat. Mudah ikut-ikutan dan tidak memiliki prinsip hidup. Oleh karena itu, agar tidak terjerumus dalam keburukan maka perbanyaklah menggali ilmu pengetahuan.

Khususnya ilmu agama. Karena agama menjadi perkara penting yang akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat. Rasulullah SAW bersabda: “Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah)

Dengan memperbanyak membaca buku-buku islam, kita bisa memperoleh pengetahuan tentang bahayanya sifat riya’. Dan perihal pahala-pahala yang dijanjikan oleh Allah SWT untuk orang-orang yang ikhlas. Dengan demikian, kita bisa semakin termotivasi untuk berbuat ikhlas.

Wallahu A’lamu Bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here