Beranda Doa-Doa Praktis Adab Masuk Toilet Sesuai Sunah Yang wajib Diperhatikan

Adab Masuk Toilet Sesuai Sunah Yang wajib Diperhatikan

493
0
Adab Masuk Toilet Sesuai Sunah Yang wajib Diperhatikan

Aminsaja.Com Adab Masuk Toilet Sesuai Sunah Yang wajib Diperhatikan, Buang hajat adalah salah satu kebutuhan manusia.

Toilet atau kamar mandi merupakan tempat yang sangat dibutuhkan, tetapi sekaligus tempat yang harus didatangi dengan penuh kehati-hatian, dikarenakan kamar mandi merupakan rumah atau tempat setan dan iblis.

Rasulullah SAW bercerita lewat sabdanya: bahwa ketika Iblis meminta tempat tinggal kepada Allah SWT, pada saat Allah SWT memberikan tempat tinggal kepada keturunan Adam AS di bumi.

“Wahai Allah, Adam dan keturunannya Engkau beri tempat tinggal di bumi, maka berilah pula aku tempat tinggal,” kata Iblis. Allah SWT berfirman: “Tempat tinggalmu adalah WC (kamar mandi atau jamban)”. (HR.Bukhari)

Adab yang harus diperhatikan ketika masuk toilet atau kamar mandi sesuai dengan sunah yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:

1. Membaca Doa Masuk Toilet

Agar terhindar dari kejahilan setan dan Iblis, maka penting untuk membaca doa meminta perlindungan Allah SWT sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadist sebagai berikut:

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ قَالَ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Artinya: “Rasulullah SAW ketika memasuki jamban, beliau ucapkan: Allohumma inni a’uudzu bika minal khubutsi wal khobaaits (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan).” (HR Bukhari dan Muslim).

Ketika berada di toilet biasanya membuka aurat, maka agar setan tidak dapat melihatnya dianjurkan membaca “Bismillah” sebagaimana hadist tentang masuk toilet lainnya yang berasal dari Abu Said Al-Khudri RA :

سِتْرُ ما بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَبَيْنَ عَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ ، إِذَا خَلَعَ الرَّجُلُث َ وْبَهُ أَنْ يَقُولَ : بِسْمِ

Artinya: “Tabir antara pandangan mata jin dengan aurat bani adam (manusia) adalah apabila seseorang melepas pakaiannya, dia membaca: Bismillah.” (HR Ibnu Adi, At-Thabrani, dan Ibnu Hajar).

Membaca doa atau kalimat toyyibah di dalam Toilet caranya adalah dalam membaca tidak dikeraskan suaranya, tapi cukup di dalam hati.

2. Masuk Toilet dengan kaki kiri

Rasulullah SAW Bersabda:

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ

Artinya: “Nabi Muhammad SAW lebih suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik).” (HR Bukhari dan Muslim).

Sebaliknya ketika hendak buang hajat, masuk kamar mandi, maka dahulukan yang kiri. karena kamar mandi merupakan tempat kotor.

3. Barang yang ada Lafal Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW Jangan dibawa masuk

Dalam Al-Qur’an Allah Berfirman dalam surat Al-Hajj ayat 32:

ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

Artinya: “Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati”

Jika dalam kondisi darurat, misalnya dalam perjalanan membawa barang yang ada lafal Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW, dan apabila barang-barang tersebut diletakan di luar toilet dikhawatirkan hilang, maka menurut Imam Ahmad bin Hambal boleh di bawa masuk sebagaimana yang beliau katakan: “Jika ia mau, ia boleh memasukkan barang tersebut dalam genggaman tangannya. Sedangkan jika ia takut barang tersebut hilang karena diletakkan di luar, maka boleh masuk ke dalam kamar mandi dengan barang tersebut dengan alasan kondisi darurat.” Kutipan ini bisa dilihat di buku Shahih Fiqh Sunnah karya Syaikh Abu Malik.

4. Tidak Kencing sambil berdiri

Toilet atau kamar mandi, meskipun bersih dan harum tetap saja merupakan tempat yang diizinkan Allah SWT sebagai rumah setan, sehingga ketika didatangi manusia pasti akan menggoda dengan berbagai bujuk rayuan yang menyesatkan, diantaranya adalah agar manusia kencing dengan berdiri.

5. Berwudu Tanpa mengenakan baju

Setan akan menggoda manusia dengan berbagai cara termasuk membujuk manusia untuk wudu tanpa mengenakan baju. memang tidak diharamkan tetapi sebaiknya dihindarkan.

6. Tidak berlama-lama di dalam Toilet

Pada saat buang hajat maupun mandi usahakan secepatnya, karena selain pertimbangan kesehatan, Rasulullah SAW dalam hadistnya bersabda:

إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ ، فَإِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Artinya: “Sesungguhnya tempat-tempat buang hajat ini dihadiri setan, maka jika salah seorang dari kalian hendak masuk kamar mandi (WC), ucapkanlah “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari setan laki-laki dan setan perempuan.” (HR Ahmad, Ibnu Majah)

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan untuk kesehatan di toilet adalah sebagai berikut:

  1. Jangan meletakan Sikat gigi di bawah atau terlalu dekat dengan closet, karena menurut penelitian, urine atau feses di toilet bisa terbang hingga 6 kaki (1,8 meter) saat kamu menyiramnya.
  2. Jangan terlalu lama duduk di closet, karena duduk terlalu lama di closet sangat tidak baik untuk kesehatan. Posisi duduk yang menghasilkan tekanan pada vena di rektum bawah dapat menyebabkan penyakit wasir.
  3. Membersihkan muka sebaiknya menggunakan tangan, tidak memakai waslap
  4. Membersihkan sikat gigi Setiap mau pakai, karena menurut penelitian dari Universitas Manchester, terdapat jutaan kuman yang hinggap di sikat gigi, termasuk ecoli Lebih tepatnya, terdapat sekitar 10 juta kuman. Ganti sikat gigi secara berkala agar tetap higienis, cara lain membersihkan sikat gigi adalah dengan merendam sikat gigi dengan cuka sekitar 30 menit setidaknya seminggu sekali.
  5. Hindari menyimpan handuk basah di kamar mandi, suhu kamar mandi yang lembap dan sisa kulit mati kita, kan, menjadi tempat sempurna untuk tumbuhnya bakteri dan kuman. Selain itu handuk bekas pakai yang lembap biasanya juga mengeluarkan bau tak sedap.
  6. Bilas sabun batang dengan air mengalir
  7. Bersihkan Closet terutama closet duduk sebelum digunakan, apalagi jika di tempat umum.
  8. Menyediakan tempat sampah kecil di kamar mandi.

7. Tidak menghadap atau membelakangi kiblat

Adab buang hajat selanjutnya adalah tidak menghadap atau membelakangi kiblat. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadistnya dari Abu Ayyub Al Anshori:

إِذَا أَتَيْتُمُ الْغَائِطَ فَلاَ تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ وَلاَ تَسْتَدْبِرُوهَا ، وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا » . قَالَ أَبُو أَيُّوبَ فَقَدِمْنَاالشَّأْمَ فَوَجَدْنَا مَرَاحِيضَ بُنِيَتْ قِبَلَ الْقِبْلَةِ ، فَنَنْحَرِفُ وَنَسْتَغْفِرُ اللَّهَ تَعَالَى

Artinya: “Jika kalian mendatangi jamban, maka janganlah kalian menghadap kiblat dan membelakanginya. Akan tetapi, hadaplah ke arah timur atau barat.” Abu Ayyub mengatakan, “Dulu kami pernah tinggal di Syam. Kami mendapati jamban kami dibangun menghadap ke arah kiblat. Kami pun mengubah arah tempat tersebut dan kami memohon ampun pada Allah Ta’ala.” (HR Bukhari dan Muslim).

8. Tidak Bicara apalagi bernyanyi

Nabi Muhammad SAW bersabada:

أَنَّ رَجُلاً مَرَّ وَرَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَبُولُ فَسَلَّمَ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ

Artinya: “Ada seseorang yang melewati Rasulullah SAW dan beliau sedang buang air kecil. Ketika itu, orang tersebut mengucapkan salam, beliau tidak membalasnya.” (HR Muslim).

9. Istinja / Cebok dengan tangan kiri

Dari Abu Qotadah Muhammad SAW bersabda:

إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَنَفَّسْ فِى الإِنَاءِ ، وَإِذَا أَتَى الْخَلاَءَ فَلاَ يَمَسَّ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ ، وَلاَ يَتَمَسَّحْ بِيَمِينِهِ

Artinya: “Jika salah seorang di antara kalian minum, janganlah ia bernafas di dalam bejana. Jika ia buang hajat, janganlah ia memegang kemaluan dengan tangan kanannya. Janganlah pula ia beristinja’ dengan tangan kanannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Cebok atau istinja sebaiknya menggunakan air, Keutamaan air juga telah diingatkan Rasulullah SAW dalam hadistnya yang ditunjukkan Anas bin Malik sebagai berikut:

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا خَرَجَ لِحَاجَتِهِ أَجِىءُ أَنَا وَغُلاَمٌ مَعَنَا إِدَاوَةٌ مِنْ مَاءٍ . يَعْنِى يَسْتَنْجِى بِهِ

Artinya: “Ketika Nabi SAW keluar untuk buang hajat, aku dan anak sebaya denganku datang membawa seember air, lalu beliau beristinja’ dengannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

10. Memercikkan air untuk menghilangkan keraguan

Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah SAW Bersabda:

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- تَوَضَّأَ مَرَّةً مَرَّةً وَنَضَحَ فَرْجَهُ

Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu dengan satu kali – satu kali membasuh, lalu setelah itu beliau memerciki kemaluannya.” (HR. Ad Darimi).

11. Toilet sebaiknya tertutup

Dikatakan Jabir bin ‘Abdillah bahwa nabi Muhammad SAW Bersabda:

خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَأْتِىالْبَرَازَ حَتَّى يَتَغَيَّبَ فَلاَ يُرَى

Artinya: “Kami pernah keluar bersama Rasulullah SAW ketika safar, beliau tidak menunaikan hajatnya di daerah terbuka, namun beliau pergi ke tempat yang jauh sampai tidak nampak dan tidak terlihat.” (HR Ibnu Majah).

12. Tidak sembarangan Buang Hajat

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra :

اتَّقُوا اللَّعَّانَيْنِ ». قَالُوا وَمَا اللَّعَّانَانِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « الَّذِى يَتَخَلَّى فِى طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ فِى ظِلِّهِمْ »

Artinya: “Hati-hatilah dengan al la’anain (orang yang dilaknat oleh manusia)!” Para sahabat bertanya, “Siapa itu al la’anain (orang yang dilaknat oleh manusia), wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Mereka adalah orang yang buang hajat di jalan dan tempat bernaungnya manusia.” (HR Muslim).

Jangan buang air sembarangan, seperti di tempat berteduh, tempat berkumpul manusia, di bawah pohon yang sedang berbuah, di jalanan, di lubang hewan, dan lainnya. Karena hal tersebut berpotensi merugikan manusia dan makhluk lainnya, sedangkan Islam mengajarkan untuk tidak berbuat yang dapat merugikan orang lain atau dzalim.

13. Membaca doa keluar toilet atau kamar mandi

Nabi Muhammad SAW bersabda:

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا خَرَجَ مِنَ الْغَائِطِ قَالَ « غُفْرَانَكَ »

Artinya: “Nabi SAW biasa setelah beliau keluar kamar mandi beliau ucapkan “ghufronaka” (Ya Allah, aku memohon ampun pada-Mu).” (HR Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan, Ad Darimi).

berikut ini doa keluar kamar mandi:

غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ لِلهِ الذي أَذْهَبَ عَنِّيْ الْأَذَى وَعَافَانِيْ اللهم اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ. اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِيْ مِنَ النِّفَاقِ وَحَصِّنْ فَرْجِيْ مِنَ الْفَوَاحِشِ

Guhfroonaka alhamdulillahi alladzi adzhaba ‘anni al-adza wa ‘aafaani. Allahumma ij’alni minat tawwaabiina waj’alni minal mutathohhiriin. Allahumma thohhir qolbi minan nifaaqi wa hashshin farji minal fawaahisyi

Artinya: “Dengan mengharap ampunanmu, segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dari tubuhku, dan menasihati aku. Ya Allah, jadikanlah aku sebagian dari orang yang bertobat dan jadikanlah aku sebagian dari orang yang suci. Ya Allah, bersihkan hatiku dari kemunafikan, dan jaga kelaminku dari perbuatan keji (zina).”

Wallohu A’lam Bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here