Beranda Keutamaan Adab Membaca Al-Qur’an Karim

Adab Membaca Al-Qur’an Karim

608
4
Adab Membaca Al-Qur'an Karim

Aminsaja.ComAdab Membaca Al-Qur’an Karim, Al-Qur’an sebagai kitab suci dan pedoman hidup manusia, wajib dibaca agar dapat mengetahui isi dan maknanya sehingga dapat mengamalkan dan mengaplikasikan dalam kehidupan.

Perintah membaca Al-Qur’an tercantum dalam Firman Allah dalam surat Al ankabut:45 sebagai berikut:

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ

Artinya: “Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad)

Adab membaca Al-Qur’an adalah sebagai berikut:

1. Niat lillahi ta’ala (hanya karena Allah SWT), Ikhlas hanya mengharap pahala dari Allah SWT dan menyadari bahwa dia sedang berkomunikasi dengan Allah SWT.

2. Berpenampilan baik dan bagi perempuan menutup aurat

3. Tidak meletakan Al-Qur’an di bawah atau dilantai

4. Sebaiknya menghadap kiblat

5. Berwudu

Disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Waqiah ayat 77-79 sebagai berikut.

إِنَّهُۥ لَقُرْءَانٌ كَرِيمٌ. فِى كِتَٰبٍ مَّكْنُونٍ. لَّا يَمَسُّهُۥٓ إِلَّا ٱلْمُطَهَّرُونَ

Artinya: “Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia. Pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh). Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” (QS. Al-Waqiah: 77-79)

6. Tempatnya bersih

7. Duduk dengan tenang

8. Membaca ta’awudz sebelum Al-Qur’an Dibaca

Bacaan ta’awudz adalah sebagai berikut:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيم

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

9. Membaca Basmallah setiap awal surat kecuali Surat At Taubah 

10. Khusyu dan menghayati maknanya

Disebutkan dalam Al-Qur’an:

كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْٓا اٰيٰتِهٖ

Artinya: “Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya…” (QS. Shaad: 29)

11. Memperindah suara dan bacaan dalam membaca Al-Qur’an

12. Membaca dengan tartil dan perlahan-lahan

Berdasarkan firman Allah SWT:

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا…

Artinya: “…dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil (perlahan-lahan).” (QS. Muzammil:4)

Dalam Al-Qur’an surat Taha ayat 114:

فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَقُّۚ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْاٰنِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يُّقْضٰٓى اِلَيْكَ وَحْيُهٗ ۖوَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا

Artinya: “Maka Maha tinggi Allah SWT, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.”

Dalam surat Al- Furqan ayat 32 :

وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْاٰنُ جُمْلَةً وَّاحِدَةً ۛ كَذٰلِكَ ۛ لِنُثَبِّتَ بِهٖ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنٰهُ تَرْتِيْلًا

Artinya: “Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?” Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan dan benar)”.

13.Menjauhi hal-hal yang bisa mengurangi sikap hormat terhadap Al-Qur’an, seperti tertawa, berbicara, bergerak-gerak, makan dan mengunyah pada saat membacanya, dll. Berdasarkan firman Allah SWT:

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

14. Memperhatikan tajwid dan makharijul huruf, Memperhatikan waqf (tanda berhenti), washal (tanda sambung), dan ibtida (permulaan) 

15. Tidak boleh membaca Al-Qur’an dengan artinya saja (selain bahasa Arab).

16. Hendaknya membaca sesuai urutannya di mushaf.

17. Membaca dengan melihat mushaf lebih utama ketika di luar shalat,

18. Disunahkan mengeraskan suara (Jika tidak mengganggu orang lain dan tidak khawatir Riya)

Sabda Rasulullah SAW:

زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ

Artinya: “Hiasilah Al-Qur’an dengan suara kalian (HR.Bukhari:7544)

19. Sunah minta dibacakan Al-Qur’an dari orang yang suaranya bagus

20. Makruh membaca Al-Qur’an pada saat ruku’, sujud, dan yang lainnya ketika sedang Shalat, kecuali saat berdiri. Dan bagi makmum, dimakruhkan membaca Al-Qur’an lebih dari surat Al-Fatihah apabila dia mendengar bacaan imam. Juga dimakruhkan membaca Al-Qur’an dalam keadaan mengantuk dan ketika sedang mendengarkan khutbah.

21. Menahan bacaan (atau jangan sambil membaca) ketika keluar angin, menguap, bersin, batuk, berdehem, sendawa, dan sebagainya 

22. Disyari’atkan untuk bersujud apabila melewati ayat-ayat sajdah, Baik ketika di dalam Shalat maupun di luar Shalat. Kecuali sedang makmum maka ia wajib mengikuti imamnya, dan tidak boleh melakukan sujud tilawah sendiri sekiranya imam tidak melakukannya 

23. Diakhiri membaca Doa

Doa yang dibaca adalah sebagai berikut:

صدق الله العظيم وبلغ رسوله الكريم ونحن على ذلك من الشاهدين

“Shadaqallahul ‘adziim wa balagha rasuuluhul kariim wa nahnu ‘alaa dzaalika minasy syaahidin.”

Artinya: “Maha benar Allah Yang Maha Agung dan Rasulnya yang mulia telah menyampaikan dan kami atas hal itu termasuk orang-orang yang bersaksi.”

Wallohu A’lam Bissowab

4 KOMENTAR

  1. 1.yang dimksud ayat sajadah itu apa?dan ayat brpa saja.
    2 Bagaiman hukumnya bagi mereka2 yg tajwid bacaannya masih salah tetapi dia bersilar untuk tetap membaca Al Quran

    • Ayat Sajdah (اٰية السجدة) adalah ayat-ayat tertentu dalam Al-Quran yang bila dibaca di sunahkan bagi yang membaca dan mendengarnya untuk melakukan Sujud Tilawah, 15 Ayat-ayat sajdah tersebar di beberapa surah dalam Alquran, yaitu pada salah satu ayat dalam surah Al-A’raf,Ar-Ra’d, An-Nahl, Al-Isra’, Maryam, Al-Furqan, An-Naml, As-Sajdah,Sad,Fussilat, An-Najm, Al-Insyiqaq, Al-‘Alaq serta surah Al-Hajj yang memiliki dua ayat sajdah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here