Beranda Kajian Fiqih Islam Amalan Dan Keutamaan Apa Saja Di Bulan Rajab?

Amalan Dan Keutamaan Apa Saja Di Bulan Rajab?

1014
4
Amalan Dan Keutamaan Apa Saja Di Bulan Rajab?

Aminsaja.Com Amalan Dan Keutamaan Apa Saja Di Bulan Rajab?, Hari ini telah memasuki bulan Rajab, Banyak Amalan dan keutamaan yang wajib kita ketahui agar bulan yang dimuliakan ini tidak terlewat begitu saja tanpa ibadah dan makna.

Bulan Rajab merupakan bulan ketujuh dalam kalender Hijriyah, dan merupakan salah satu dari Asyhurul Hurum ( bulan-bulan yang dimuliakan) oleh Allah SWT, Asyhurul Hurum meliputi bulan Rajab, Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram.

Keutamaan bulan Rajab jika dibandingkan dengan bulan yang lain adalah bagaikan keutamaannya umat Muhammad SAW dibandingkan dengan umat nabi yang lain. Di dalam Bulan inilah ada peristiwa Isra Mi’raj yang agung, dimana Rasulullah SAW menerima perintah Shalat lima waktu.

Orang Arab sangat menghormati bulan Rajab, Sehingga hanya pada bulan Rajab para juru kunci Ka’bah dulu membuka pintunya selama satu bulan penuh, sedangkan di bulan lain hanya dibuka pada hari Senin dan Kamis.

Nama Lain Bulan Rajab

1. Syahru Al-Ashom (Tuli)

Rajab disebut dengan Al-Ashom (yang tuli) dikarenakan orang arab pada bulan tersebut menghentikan semua pertempuran, pada bulan Rajab tidak terdengar suara gemerincing beradunya pedang. Sehingga, andaikan seorang laki-laki pada bulan Rajab bertemu dengan orang yang telah membunuh ayah atau saudaranya, maka dia tidak akan melakukan pembalasan dibulan tersebut.

2. Syahrul Istighfar

Dalam hadits disebutkan:

رجب شهر الله وشعبان شهري ورمضان شهر أمتي

Artinya: “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku”.

Kalimat “Rajab adalah bulan Allah” ditafsirkan oleh sebagian ulama sebagai Syahrul Istighfar, yaitu bulan yang baik untuk bertaubat kepada Allah SWT, memohon ampun seraya memperbanyak bacaan Istighfar.

Amalan dan Fadhilah bulan Rajab

Nilai amal ibadah yang dikerjakan dalam bulan Rajab pahalanya dilipat gandakan sampai tujuh puluh kali. Sedangkan amal ibadah yang dikerjakan dalam bulan Sya’ban nilainya berlipat sampai tujuh ratus kali, dan di bulan Ramadhan sampai seribu kali. Di antara amal ibadah yang sunah dikerjakan di bulan Rajab adalah:

1. Shalat Sunah

Dalam kitab Khozinatul Asror disebutkan, pada malam 1 Rajab disunahkan menjalankan shalat sunah 10 rakaat, dengan metode: setiap selesai membaca Surat Al-Fatihah, yaitu membaca Surat Al-Kafirun 1 kali dan Surat Al-Ikhlas 3 kali. Di antara shalat sunah yang dianjurkan pada bulan Rajab adalah Shalat sunah Ar-Roghaib. Dianjurkan untuk Shalat sunah Ar-Roghaib, baik pada malam pertamanya dimalam Jumat atau malam-malam yang lain.

Shalat sunah Ar-Roghaib, dikerjakan pada waktu diantara Maghrib dan Isya’ dengan jumlah 12 rakaat pada malam jumat pertama di bulan Rajab.

Hukum shalat Ar-Roghaib

Shalat Roghaib ada perbedaan pendapat ulama:

A. Sunah

Seperti yang disebutkan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab ihya’ ulumuddin dan bertendensi pada hadits Rasulullah SAW:

Artinya: “Barang siapa berpuasa pada hari kamis pertama bulan Rajab, kemudian malam jumatnya (antara Maghrib dan Isya’) menjalankan shalat 12 rakaat dengan metode dua rakaat salam, di setiap rakaatnya membaca Surat Al-Fatihah 1 kali, Surat Al-Qodr 3 kali dan surat Al-Ikhlas 12 kali, kemudian setelah salam membaca shalawat 70 kali

 (اللهم صل على سيدنا محمد النبي الأمي وعلى آله)

 kemudian sujud dan membaca doa

 (سبوح قدوس رب الملائكة والروح)

Dan kemudian bangun dari sujud, duduk dan membaca doa

 (رب اغفر وارحم وتجاوز عما تعلم إنك انت الأعز الأكرم )

Kemudian sujud lagi dengan membaca doa seperti sujud yang pertama, dan selanjutnya (dalam posisi sujud ) minta kepada Allah SWT tentang hajatnya, insya Allah semua hajat dan permintaan akan dikabulkan oleh Allah SWT”.

B. Bid’ah Qobihah

Menurut pendapat sebagian ulama Shalat Roghaib merupakan Bid’ah, yang membid’ahkan tidak boleh menjalankan Shalat Ar-Roghaib, baik perorangan maupun secara berjamaah beralasan bahwa pada zaman Rasulullah SAW, zaman sahabat, zaman Tabi’in dan zaman empat Mujtahid Mutlak, Shalat Roghaib tidak pernah dilakukan dan tidak ada anjuran untuk melakukannya. Oleh sebab itu, menurut pendapat yang kedua tidak boleh menjalankan Shalat sunah Roghaib, karena tidak ada dasarnya. Sebaiknya Shalat Ar-Roghaib diganti dengan menjalankan Shalat Awwabin, Shalat Tasbih atau Shalat sunah Mutlak, dan dikerjakan secara perorangan (tidak berjamaah).

Shalat sunah Awwabin, yaitu Shalat sunah yang dikerjakan setelah Shalat Maghrib dan sebelum waktu Isya. Jumlah rakaatnya minimal 2 rakaat, maksimal 20 rakaat, surat yang dibaca bebas. Niatnya adalah:

اصلي سنة الأوبين ركعتين لله تعالى

Setelah salam membaca doa sebagai berikut:

اللهم سددني بالإيمان واحفظه علي في حياتي وعند وفاتي ومماتي

“Ya Allah, luruskanlah iman pada diriku dan tetapkanlah iman padaku ketika aku hidup, ketika aku mati dan setelah aku mati”.

Shalat sunah Awwabin, tidak harus dikerjakan pada bulan Rajab, bahkan sunah dikerjakan pada hari dan bulan yang lain.

Berikut beberapa keterangan dalam kitab Khozinatul Asror tentang Fadhilah Shalat Awwabin.

  • Barang siapa mengerjakan Shalat sunah antara Maghrib dan Isya di dalam masjid, sebelum sempat berbicara selain Shalat dan membaca Al-Qur’an, maka Allah menetapkan surga untuknya.
  • Barang siapa setelah Shalat Maghrib dan sebelum berbicara yang tidak baik mengerjakan shalat sunah 6 rakaat, maka nilai Shalatnya tersebut sebanding dengan ibadah selama dua belas tahun.
  • Barang siapa setelah Shalat Maghrib mengerjakan Shalat sunah 12 rakaat, dengan metode setiap selesai membaca surat Al-Fatihah membaca surat Al-Ikhlas 3 kali, maka akan Allah mengampuni semua dosa-dosanya.
  • Barang siapa di antara waktu Maghrib dan sebelum waktu Isya mengerjakan Shalat sunah 20 rakaat dengan metode setiap selesai membaca surat Al-Fatihah membaca surat Al-Ikhlas 1 kali, maka Allah akan menjaga dirinya, keluarganya, hartanya, anaknya, agamanya, dunianya, akhiratnya, tetangganya dan orang-orang sekitarnya. Dan dia akan dimudahkan ketika menjelang ajal (sakaratul maut), kesulitan di hari kiamat, saat melewati jembatan shirotol mustaqim bagaikan kilat dan masuk surga dalam golongan shiddiqin.

2. Doa malam satu Rajab

Barang siapa menghidupkan malam pertama bulan Rajab dengan mengisinya dengan berbagai ibadah sunah atau membaca Al-Qur’an, maka hatinya tidak akan mati manakala semua hati manusia mati, dan Allah SWT akan memberikan kebaikan untuknya, dosa-dosanya diampuni dan kelak kemudian hari mendapat keistimewaan dapat menolong tujuh puluh ribu umat manusia yang semestinya masuk dalam neraka.

Pada malam satu Rajab dianjurkan untuk memperbanyak doa dan permintaan kepada Allah SWT, karena doa yang dipanjatkan pada malam satu Rajab Insya Allah akan dikabulkan oleh-Nya dalam hadist disebutkan sebagai berikut:

خمس ليال لاترد فيهن الدعوة : اول ليلة من رجب, وليلة النصف من شعبان, وليلة الجمعة, وليلة الفطر, وليلة النحر.

Artinya: “Lima malam dimana doa yang dipanjatkan tidak akan ditolak adalah permulaan malam dari bulan Rajab, malam pertengahan dari bulan sya’ban, malam jumat, malam Idul Fitri dan malam Idul Adha”.

Doa yang sering dibaca oleh Ali bin Abi Thalib pada malam-malam mustajabah, yaitu malam satu Rajab, malam Idul Fitri, malam Idul Adha dan malam Nishfu Sya’ban adalah sebagai berikut:

اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ وَمَوَالِيْ النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ. وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ، فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ، اللهم اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، اَلْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ، وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ، وَعَلَى أَوْلِيَائِيْ فِيْكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَأَعِمَّ بِذَلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ.

Ya Allah limpahkan rahmat takzhim-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, lampu-lampu hikmah, tuan-tuan nikmat, sumber-sumber penjagaan. Jagalah aku dari segala keburukan lantaran mereka, janganlah engkau hukum aku atas kelengahan dan kelalaian, janganlah engkau jadikan akhir urusanku suatu kerugian dan penyesalan, ridhoilah aku, sesungguhnya ampunan-Mu untuk orang-orang zalim dan aku termasuk dari mereka. Ya Allah ampunilah bagiku dosa yang tidak merugikan-Mu, berilah aku anugerah yang tidak memberi manfaat kepada-Mu, sesungguhnya rahmat-Mu luas, hikmah-Mu indah, berilah aku kelapangan, ketenangan, keamanan, kesehatan, syukur, perlindungan (dari segala penyakit) dan ketakwaan. Tuangkanlah kesabaran dan kejujuran kepadaku, kepada kekasih-kekasihku karena-Mu, berilah aku kemudahan dan janganlah jadikan bersamanya kesulitan, liputilah dengan karunia-karunia tersebut kepada keluargaku, anakku, saudara-saudaraku karena-Mu dan para orang tua yang melahirkanku dari kaum muslimin muslimat, serta kaum mukiminin mukminat.

3. Puasa Rajab

Selain bulan Ramadhan, Rasulullah SAW sering menjalankan puasa sunah dalam bulan Sya’ban dan bulan Rajab. Berpuasa dalam bulan Rajab dan bulan-bulan yang termasuk Asyhurul hurum hukumnya sunah muakkad, satu hari, dua hari, tiga hari atau satu bulan penuh. Dalam hadits disebutkan:

صَوْمُ أَوَّل يَوْمٍ مِنْ رَجَب كَفَّارَة ثَلاَثَ سِنِيْنَ، وَالثاني كَفَّارَة سَنَتَيْنِ، وَالثالث كَفَّارَة سَنَة، ثمَّ كُل يَوْمٍ كَفارَة شَهْرٍ

Artinya: “Puasa hari pertama dari bulan Rajab menghapuskan dosa tiga tahun, puasa pada hari keduanya menghapuskan dosa dua tahun, dan puasa pada hari ketiga menghapuskan dosa satu tahun, kemudian setiap hari-hari selanjutnya akan menghapuskan dosa sebulan”.

Mengutip hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah RA. Bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Semua manusia besok pada hari akhir (Kiamat) akan merasakan sangat lapar kecuali empat golongan, yaitu:

  1. Para Nabi dan keluarganya.
  2. Orang yang berpuasa di bulan Rajab.
  3. Orang yang berpuasa di bulan Sya’ban.
  4. Orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.

Sungguh beruntung bagi orang yang mau mengerjakan puasa di bulan Rajab, begitu besar pahala dan bonus yang diberikan Allah SWT. Sehingga secara khusus Allah SWT menciptakan sungai di surga yang diberi nama sungai Rajab, warnanya lebih putih dari pada susu, rasanya lebih manis dari pada madu. Sungai ini diperuntukkan bagi orang-orang yang mengerjakan puasa Rajab, walaupun hanya sehari.

4. Membaca Surat Yasin

Pada bulan Rajab, setelahn shalat sunah Qobliah subuh disunahkan membaca Surat Yasin. diriwayatkan dari Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

من قرأ بعد صلاة الفجر في شهر رجب يس مرة واحدة غفر الله تعالى له ذنوب خمسين سنة ودفع عنه عذاب القبر

Artinya: “Barang siapa setalah Shalat fajar pada bulan Rajab membaca surat yaasin satu kali maka Allah SWT akan mengampuni dosanya selama 50 tahun dan Allah akan menyelamatkannya dari siksa kubur”

5. Shalat sunah tanggal 27 Rajab

Malam tanggal 27 Rajab, setelah Shalat Isya disunahkan menjalankan Shalat sunah 12 rakaat dengan metode 4 rakaat salam. setelah baca Al Fatihah bacaan suratannya bebas. setelah tasbih membaca tasbih 100 kali, istighfar 100 kali dan Sholawat 100 kali.

6. Memperbanyak doa, Baca Sholawat dan Istighfar

1. Doa Rasulullah SAW di bulan Rajab

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغنَا رَمَضَانَ

Artinya: “Ya Allah, anugerahkanlah keberkahan kepada kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah umur kami pada bulan Ramadhan.”

2. Memperbanyak Sholawat

Membaca shalawat kepada Nabi Saw di bulan Rajab, disebutkan oleh Syaikh Utsman bin Hasan al-Khaubari dalam kitabnya Durratun Nashihin, bahwa Nabi Saw pernah bersabda;

رأيت ليلة المعراج نهرا ماؤه احلى من العسل وابرد من الثلج واطيب من المسك. فقلت لجبريل : لمن هذا؟ قال : لمن صلى عليك في رجب

Artinya: “Pada malam Isra Mi’raj, saya melihat sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih dingin dibanding salju, lebih wangi dibanding minyak misik. Kemudian aku bertanya kepada Malaikat Jibril, ‘Untuk siapa ini?.’ Jibril menjawab, ‘Untuk orang yang membaca Shalawat kepadamu di bulan Rajab.’”

Dalam hadis riwayat Imam Nasai dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ

Artinya: “Barang siapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat padanya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosanya), serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan.”

3. Istighfar, lebih utama membaca sayyidul istighfar

Berikut ini doa sayyidul istighfar:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Artinya: “Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau,” (HR. Bukhari no. 6306).

Keutamaan Sayyidul Istighfar

a. Dijanjikan masuk surga bagi yang membaca siang hari maupun malam hari

Hal ini seperti disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW: “Barang siapa mengucapkannya [sayyidul istighfar] pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum waktu petang, maka dia termasuk penghuni syurga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni syurga” (Hadits Bukhari dari Syaddad bin Aus ra).

b. Membersihkan hati dan Dosa diampuni

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: ”Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi). c. Dapat terhindar dari azab Allah SWT Firman Allah seperti termaktub dalam QS. Al-Anfal ayat 33: ”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun”. Keutamaan orang yang memohon ampun pada Allah SWT adalah dapat terhindar dari azab. Sebab Allah tidak akan mengazab umatnya yang bertaubat dan memohon ampun.

d. Menjadi hamba yang dicintai Allah SWT

Firman Allah SWT:

 اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri” (QS.al-Baqarah: 222).

e. Memperlancar dan mempermudah rezeki yang tertahan

Dosa-dosa yang dilakukan bisa menjadi penghambat kelancaran rezeki. Oleh karenanya, dengan membaca istighfar dan memohon ampun pada Allah, semoga dosa-dosa yang dilakukan itu dapat dihapuskan. Rasulullah SAW bersabda: ”Sesungguhnya seorang hamba boleh tertahan rezekinya karana dosa yang dilakukannya” (HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).

Wallahu A’lamu Bissowab

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here