Beranda Aminsaja News Api Neraka Mengeluarkan Uap Dalam Setahun Dua Kali

Api Neraka Mengeluarkan Uap Dalam Setahun Dua Kali

22
0
Api Neraka Mengeluarkan Uap Dalam Setahun Dua Kali

Aminsaja.com Api Neraka Mengeluarkan Uap Dalam Setahun Dua Kali. Setiap manusia pasti tidak ingin saat di akhirat kelak tinggal di dalam neraka. Lokasi ini penuh dengan siksa, sesuai dengan balasan perbuatan buruk yang dilakukan semasa hidup di dunia. Di katakan oleh Rasulullah SAW bahwa panas api neraka 70 kali lipat dari panasnya api yang ada di dunia saat ini. Manusia pun hanya mengetahui lewat Alqur’an dan hadist tentang siksa api neraka yang sangat pedih.

Dengan demikian bahwa api neraka mengeluarkan uap dalam setahun dua kali ke dunia ini. Rasulullah SAW dalam sebuah hadistnya mengungkapkan, bahwa Allah SWT mengizinkan neraka untuk menghembuskan hawanya ke dunia.

Kondisi neraka saat ini dijelaskan dalam sebuah hadist bahwa ia menyala-nyala dan saling membakar satu sama laina. Kondisi saling membakar ini membuat neraka ingin mengeluarkan sesekali uapnya keluar pintu neraka. Allah SWT kemudian mengizinkan salah satu makhluknya ini untuk mengeluarkan uap tersebut. Nabi Muhammad SAW bersabda:

api
Aminsaja.com

Abu Hurairah berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

Artinya: “Apabila panas siang hari tengah menyengat, tangguhkanlah terlebih untuk melaksanakan salat karena panas yang menyengat itu berasal dari hembusan neraka Jahannam.” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

Keberadaan Neraka memang belum tampak, namun umat Islam meyakini jika tempat ini sudah dipersiapkan Allah SWT sebagai hunian bagi hamba-Nya yang dzolim, ingkar dan tamak. Neraka nantinya dipenuhi dengan siksa, serta panas api yang menyala-nyala.

Berdasarkan riwayat hadist, panas api di sana mencapai 70 kali lipat dari panasnya api di dunia. Tentu uapnya saja akan mampu membakar tubuh-tubuhan dan lain-lainya.

Pertama yang membawa api neraka adalah Malaikat Jibril, ia pada awalnya Sang Malaikat meminta api neraka sebesar buah kurma saja. Namun penjaga neraka menolaknya, mengingat jumlah tersebut mampu melelehkan tujuh langit dan seluruh bumi karena panasnya. Akhirnya api yang dibawa ke bumi hanya sebesar biji zarah (biji sawi) saja.

Dari Abu Hurairah RA menyatakan bahwa Rasulullah  SAW bersabda sebagai berikut:

Artinya: “Api yang biasa kalian nyalakan merupakan sebagian dari tujuh puluh bagian panasnya neraka jahanam” “Ya Rasulullah, demi Allah sungguh api dunia ini benar-benar cukup panas,” ungkap para sahabat”. Nabi Muhammad SAW melanjutkan “Tetapi sungguh api neraka jahanam enampuluh sembilan kali lebih panas dibandingkan api dunia, yang masing-masing bagian sama panasnya dengan api di dunia”.(Hadist Riwayat Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)

Begitulah dasyat panasnya. Dalam sebuah cerita dikisahkan jika Nabi Adam AS sesampainya di dunia kesulitan dalam menjalani kehidupannya. Untuk memperoleh makanan, terlebih dahulu harus bekerja keras. Namun ketika sudah mendapatkan bahan makanan, bahan-bahan tersebut tidak bisa langsung dikonsumsi layaknya di surga. Harus diolah lagi baru kemudian bisa dinikmati. Caranya adalah memasaknya dengan api. Sang Nabi akhirnya memohon kepada Allah SWT agar diberi api. Maka Allah SWT mengutus Malaikat Jibril agar meminta sedikit api neraka kepada malaikat Malik penjaga neraka, untuk keperluan nabi Adam AS tersebut. “Wahai Jibril, berapa banyak engkau menginginkan api?” Tanya malaikat Malik. “Aku minta api neraka seukuran buah kurma?” Jawab malaikat Jibril. “Jika aku memberikan api neraka seukuran buah kurma, maka tujuh langit dan seluruh bumi akan hancur meleleh karena panasnya!” Malaikat  Malik menjelaskan. “Kalau begitu berikan saja kepadaku separuh buah kurma saja!” Minta malaikat Jibril. Bumi tandus kekeringan Kemudian malaikat Malik menjawab, “Jika aku berikan api sebesar separuh kurma. Maka langit tidak akan menurunkan air hujan setetes pun dan air di bumi akan mengering sehingga tidak ada satu pun tanaman yang hidup karena panasnya.”. Sang Malaikat kemudian bertanya kepada Allah SWT terkait jumlah yang pas api yang bisa di bawa ke bumi. Dan Allah pun berfirman: “Ambillah api dari neraka sebesar zarah!” Malaikat Malik kemudian mengambil api neraka sebesar zarah (ukuran terkecil dari atom), lalu diserahkan pada malaikat Jibril. Malaikat Jibril merasakan api yang sebesar zarah masih terlalu panas untuk nabi Adam as, lalu api neraka sebesar zarah itu terpaksa didinginkan dengan mencelupkannya ke dalam sungai di syurga sebanyak 70 buah sungai, setiap satu sungai 70 kali celupan. Setelah selesai dan dirasa tidak terlalu panas, maka malaikat Jibril membawa api neraka ke bumi. Ternyata gunung pun tidak sanggup menahan panas dari api yang hanya sebiji zarah tersebut. Sebelum diserahkan kepada nabi Adam AS api neraka itu diletakkan di atas gunung yang tinggi. Tetapi ketika api itu diletakkan, gunung tersebut hancur lebur sebab tidak mampu menahan panasnya api neraka yang sebesar zarah itu. Tanah, batu-batu, besi dan semua yang ada di sekitar gunung, di dalam tanah dan di atas daratan menjadi bara api yang sangat panas dan mengeluarkan asap tebal. Bahkan api neraka itu tembus hingga perut bumi dan menyebabkan munculnya bara api yang sangat besar di dalam perut bumi. Dahsyatnya, bara api yang ditinggalkan adalah berwarna hitam pekat bukan berwarna merah menyala.

Api yang kita gunakan hari ini adalah sisa-sisa api dari bara api yang membakar tanah, batu, dan besi dan dari bara api di perut bumi yang kadar panasnya jauh berkurang beratus juta kali dari panasnya api neraka.

Semoga kita di selamatkan dari siksa neraka dan dimasukan ke syurga. Amin

Wallahu A’lamu Bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here