Beranda Keutamaan Bagaimana Cara Agar Puasa Ramadan Berkualitas

Bagaimana Cara Agar Puasa Ramadan Berkualitas

59
2
Bagaimana Cara Agar Puasa Ramadan Berkualitas

Aminsaja.ComBagaimana Cara Agar Puasa Ramadan Berkualitas, Puasa Ramadan datang hanya sekali dalam setahun, maka beruntunglah manusia yang menjumpai bulan yang penuh dengan keutamaan ini

Tidak semua umat muslim beruntung mendapatkan hidayah mengejar dan meraih keutamaan yang sudah Allah SWT sediakan khusus di bulan Ramadan. Untuk itu perlu ada usaha atau ikhtiar untuk menjadikan puasa kita berkualitas.

Kebanyakan manusia meskipun menjalankan ibadah puasa tetapi tidak mendapatkan nilai pahala disisi Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini :

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوعُ

Artinya: “Betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa baginya kecuali rasa lapar. (HR. An-Nasai dan Ibnu Majah)

Nilai Puasa yang berkualitas mendapatkan kedudukan yang sangat tinggi sehingga Allah SWT merahasiakan pahalanya, tidak seperti amal-amal kebaikan yang lain Allah secara definitif menggambarkan pahalanya.

sabda Rasulullah SAW:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ

Artinya: “Setiap amal anak Adam dilipatgandakan; satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa sampai tujuh ratus kali. Allah Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya…” (HR. Muslim, An-Nasai, Ad-Darimi, dan Al-Baihaqi)

Dengan demikian, puasa kita harus benar-benar berkualitas, berikut adalah cara bagaimana agar puasa kita menjadi berkualitas;

Cara dan langkah agar puasa Ramadan berkualitas

Puasa berkualitas adalah puasa yang bukan hanya sekedar menahan haus dan lapar, tetapi menjalankan dengan baik dan maksimal. inilah yang dinamakan ihsan. Sabda Nabi SAW:

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ

Artinya: “Sesungguhnya Allah mewajibkan berlaku ihsan dalam segala hal” (HR. Muslim)

Hadits ini merupakan nash (dalil) yang menunjukkan keharusan berlaku ihsan. Yaitu dengan melakukan suatu perbuatan dengan baik dan maksimal.

1. Niat Lillahi Ta’ala

Agar puasa menjadi berkualitas, maka harus di awali dengan niat hanya karena Allah SWT semata, niat mempunya kedudukan sangat penting dalam ibadah, sehingga ibadah yang tidak disertai dengan niat menjadi tidak sah ibadahnya. niat Puasa selain menjadi rukun yang harus dijalankan, juga agar puasa mendapatkan nilai kebaikan bagi yang menjalankannya

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى

Artinya: “Sesungguhnya seluruh amal tergantung pada niatnya dan sesungguhnya setiap orang akan mendapat apa yang ia niatkan” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Ikhlas

Salah satu keutamaan puasa Ramadhan adalah berupa ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu, keutamaan ini hanya diberikan kepada orang yang puasanya dilandasi keikhlasan. karena ikhlas merupakan syarat diterimanya amal.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (Muttafaq ‘Alaih)

3. Menghindarkan diri dari yang membatalkan puasa

  • Masuknya sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja. seperti mulut, hidung, dan telinga. Jika hal itu tidak sengaja, maka puasa tetap sah. 
  • Berobat dengan cara memasukkan obat atau benda melalui qubul (lubang bagian depan) atau dubur (lubang bagian belakang)
  • Muntah dengan disengaja. Sehingga, orang yang muntah karena tidak disengaja maka puasanya tidak batal selama tidak ada muntahan yang ditelan
  • Melakukan hubungan suami istri di siang hari puasa dengan sengaja
  • Keluar air mani (sperma) sebab bersentuhan kulit. jika keluar mani sebab mimpi basah (ihtilam), maka puasanya tetap sah
  • Haid atau nifas saat siang hari berpuasa.
  • Mengalami gangguan jiwa atau gila (junun) saat sedang berpuasa.
  • Murtad atau keluar dari agama Islam

Jika seseorang makan dan minum dalam keadaan lupa, itu tidak membatalkan puasanya.

مَنْ نَسِىَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ

Barang siapa yang lupa, padahal ia berpuasa, lalu ia makan atau minum, hendaknya ia meneruskan puasanya. Karena ia diberi makan dan minum oleh Allah. (HR. Jamaah)

4. Menghindarkan diri dari hal-hal yang menggugurkan pahala puasa

Nabi Muhammad SAW bersabda:

  خمسٌ يُفطِرن الصّائِم: الغِيبةُ، والنّمِيمةُ، والكذِبُ، والنّظرُ بِالشّهوةِ، واليمِينُ الكاذِبةُ 

Artinya: “Lima hal yang bisa membatalkan pahala orang berpuasa: membicarakan orang lain, mengadu domba, berbohong, melihat dengan syahwat, dan sumpah palsu” (HR Ad-Dailami). 

5. Meningkatkan Nilai puasa

Menurut Imam Ahmad Al-Fashni, tingkatan puasa ada 3 macam:

  1. Puasa umum, yaitu menghindarkan perut dan kemaluan dari godaan hawa nafsu
  2. Puasa khusus, yaitu menghindarkan pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, kaki dan anggota tubuh lain dari perbuatan dosa
  3. Puasa paling khusus, yaitu mengalihkan hati dari perhatian duniawi dan memutuskan sepenuhnya dari apa pun selain Allah

Sabda Rasulullah SAW:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى صَائِمٌ

Artinya: “Puasa adalah perisai, maka barang siapa sedang berpuasa janganlah berkata keji dan mengumpat, jika seseorang mencela atau mengajaknya bertengkar hendaklah dia mengatakan: aku sedang berpuasa”. (Muttafaq ’alaih)

6. Meningkatkan Amal Ibadah

Rasulullah SAW bersabda:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

Artinya: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan kedermawanannya memuncak pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya. Jibril menemuinya setiap malam untuk tadarus Al-Qur’an. Sungguh Rasulullah SAW lebih murah hati melakukan kebaikan dari pada angin yang bertiup. (HR. Bukhari)

Wallohu A’lam Bissowab

2 KOMENTAR

  1. Alhamdulillah telah mengaji dengan teliti dibaca sampai selesai.Terimakasih mas Adam dan mba Khasanah insya

    menjadi ilmu yg manfaat dan barokah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here