Beranda Keutamaan Bahaya Tipu Daya Dunia

Bahaya Tipu Daya Dunia

290
2
Bahaya Tipu Daya Dunia

Aminsaja.comBahaya Tipu Daya Dunia, Manusia memiliki berbagai keinginan dan harapan hidup didunia, bahkan sampai lupa bahwa kehidupan dunia hanyalah fase awal dari kehidupan selanjutnya.

Berbagai upaya dilakukan untuk mencapai tujuan dan keinginan hidup didunia, bahkan sampai menghabiskan waktu, tenaga dana mempertaruhkan segalanya untuk keinginan nafsu dunia yang tidak ada batasnya, padahal manusia penuh dengan keterbatasan.

Manusia lupa bahwa dunia mestinya dijadikan persiapan awal menuju perjalanan panjang yang akan ditempuhnya, berbagai bekal dikumpulkan agar perjalanan panjangnya nanti di akhirat bisa selamat. Jangan sampai terjerumus dalam bahaya tipu daya dunia.

Kematian adalah akhir kehidupan dunia tetapi merupakan awal kehidupan selanjutnya. Setelah melewati alam dunia, manusia akan bertemu alam kubur atau alam barzah yang menjadi gerbang batas antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.

Alam Kubur

Alam kubur atau alam Barzah adalah tempat tinggal orang-orang yang sudah meninggal hingga datangnya hari kiamat kelak. Dan di alam ini terdapat manusia dari zaman nabi adam hingga sekarang. Alam inilah yang membatasi kehidupan dunia dan akhirat.

1. Batas Antara Alam dunia dengan Akhirat

Sebagaimana yang disampaikan oleh Syeh al imam al ‘alim Abul Faroj Abdurrahman bin Syeh Abdurrahman bin Syeh Sholeh syihabuddin Ahmad bin Rojab sebagai berikut:

قال الشيخ الإمام العالم أبو الفرج عبد الرحمن ابن الشيخ عبد الرحمن ابن الشيخ الصالح شهاب الدين أحمد بن رجب رحمه الله تعالى: الحمد الله الذي أسكن عباده هذه الدار وجعلها لهم منزلة سفر من الأسفار  وجعل الدار الآخرة هي دار القرار وجعل بين الدنيا والآخرة برزخا يدل على  فناء الدنيا باعتبار وهو في الحقيقة إما روضة من رياض الجنة أو حفرة من حفر  النار فسبحان من يخلق ما يشاء ويختار ويرفق بعباده الأبرار في جميع  الأقطار وسبق رحمته بعباده غضبه وهو الرحيم الغفار.

Syeh al Imam al ‘alim Abul Faroj Abdurrahman bin Syeh Abdurrahman bin Syeh Sholeh syihabuddin Ahmad bin Rojab semoga Allah SWT merahmatinya ia berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menempatkan hamba-Nya di dunia ini dan menjadikannya sebagai tempat tinggal  sementara dalam perjalanan mereka. Selanjutnya Dia menjadikan akhirat sebagai tempat tinggal yang abadi. Sementara itu, Dia jadikan alam barzakh di antara dunia dan akhirat sebagai pelajaran yang sangat nyata bahwa dunia akan rusak.

2. Alam Persinggahan sampai dibangkitkan

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

وَمِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ بَرْزَخٌ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ

Artinya: “Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan“.(QS: Al Mu’minun:100)

3. Dimulainya pembalasan

Alam Barzah adalah tempat persinggahan sampai nanti dibangkitkan. Dialam ini manusia akan berjumpa dengan malaikat munkar dan Nakir yang bertugas menanyakan amal perbuatan selama didunia dengan berbagai pertanyaan. Jika dapat menjawab pertanyaan dengan baik maka alam barzah menjadi tempat peristirahatan yang nyaman, namun jika tidak dapat menjawab pertanyaan malaikat munkar dan Nakir, maka alam barzakh menjadi tempat yang mengerikan dan penuh siksa. sehingga alam barzah itu ada kalanya merupakan salah satu taman surga, namun juga ada kalanya merupakan salah satu jurang neraka. Dan kehidupan akhirat akan ditentukan dan digambarkan bagaimana keadaan seseorang di alam ini. Firman Allah SWT :

(7) فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

(8) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Artinya: “Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS.Al Zalzalah:7-8)

3. Akan diperlihatkan berbagai gambaran

Di alam ini manusia akan diperlihatkan gambaran-gambaran kekuasaan Allah SWT, seperti Firman Allah SWT dalam Al-Quran:

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

Artinya: “Kepada mereka diperlihatkan Neraka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (dikatakan kepada malaikat) ‘Masukan Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”. (QS.Ghafir ayat:46)

Menurut anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Nurul Irfan, manusia yang berada di alam barzah bisa melihat keadaan di alam dunia maupun akhirat.

Hakikat Dunia Dalam Islam

1. Sebagai tempat Ujian

Syeh al Imam al ‘alim Abul Faroj Abdurrahman bin Syeh Abdurrahman bin Syeh Sholeh syihabuddin Ahmad bin Rojab berkata:

فإن الله سبحانه وتعالى خلق بني آدم للبقاء لا  للفناء وإنما ينقلهم بعد خلقهم من دار إلى دار كما قال ذلك طائفة من السلف  الأخيار منهم بلال بن سعد وعمر بن عبد العزيز رضي الله عنهما فأسكنهم في  هذه الدار ليبلوهم أيهم أحسن عملا ثم ينقلها إلى دار البرزخ فيحبسهم هنالك  إلى أن يجمعهم يوم القيامة ويجزي كل عامل جزاء عمله مفصلا هذا مع أنهم في  دار البرزخ بأعمالهم مدانون مكافؤون فمكرمون بإحسانهم وبإساءتهم مهانون قال  الله سبحانه وتعالى:  {وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ}   [المؤمنون: 100]

Artinya: “Sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan anak cucu Adam untuk senantiasa langgeng bukan untuk rusak. Mereka hanya berpindah setelah penciptaannya dari satu tempat ke tempat yang lainnya sebagaimana perkataan sebagian ulama salaf pilihan, di antaranya adalah Bilal bin sa’d dan Umar bin Abdul Aziz -rodliyallohu anhuma Kemudian Allah menempatkan mereka di dunia ini untuk mengujinya siapa di antara mereka yang terbaik amalannya, kemudian memindahkan mereka ke alam barzah, mereka tertahan di sana sampai datang hari kiamat. Setiap manusia akan mendapatkan balasan secara terperinci dari Allah menurut ukuran amalannya. mereka tinggal di alam barzah hanya berteman amalannya, jika amalannya baik maka mereka di muliakan dan bila amalannya buruk maka mereka dihinakan“.

2. Hanya Permainan

Dunia hanyalah permainan, Hakikat hidup di dunia adalah untuk melaksanakan ibadah, adapun semua aktifitasnya adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan ibadahnya. Allah SWT berfirman dalam surat Al hadid sebagai berikut:

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Artinya: “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Qs Al Hadid; 20)

3. Tipu daya Dunia

Sungguh dunia ini penuh dengan tipu daya dan muslihat dan membuat manusia terlena dibuatnya. Bahkan Rasulullah SAW juga merasa khawatir apabila umatnya terperdaya oleh dunia dan melupakan kehidupan akhirat sebagai tujuan hidupnya, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini:

إِنَّ مِمَّا أَخَافُ عَلَيْكُمْ من بعدي ما يفتح عليكم من زهرة الدنيا و زينتها

Artinya: ““Sesungguhnya di antara yang aku khawatirkan pada diri kalian setelah peninggalanku ialah dibukakannya bunga dunia dan pernak-perniknya untuk kalian

Wallohu A’alm Bissowab

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here