Beranda Doa-Doa Praktis Cara Mengatasi Cinta Kedudukan

Cara Mengatasi Cinta Kedudukan

45
0
Cara Mengatasi Cinta Kedudukan

Aminsaja.com Cara Mengatasi Cinta Kedudukan. Nafsu itu merasa senang bila dipuji dan tergetar olehnya, karena di dalamnya terdapat rasa kesempurnaan, sedangkan nafsu itu menyukai kesempurnaan. Sebaliknya ia tidak menyukai celaan, karena di dalamnya terdapat rasa kekurangan, sedangkan ia tidak menyukai kekurangan.

Cara mengatasi Cinta Kedudukan

Barangsiapa yang diuji dengan cinta kedudukan, maka pikirannya terbatas pada cinta kedudukan dan ingin menambahnya serta menguasai hati para manusia. Hal itu memaksanya bersikap riya’ dan munafik.

Oleh karena itu, Rasulullah SAW menyamakan cinta harta dan kedudukan dengan dua ekor serigala buas dalam kandang kambing. Beliau bersabda: “Sesungguhnya ia menumbuhkan sifat munafik seperti air menumbuhkan tanaman”. Pengobatannya terdiri dari ilmu dan amal.

Ilmu adalah dengan mengetahui bahwa tujuannya menguasai hati. Telah kami terangkan bahwa jika bersih dan selamat, maka ia berakhir dengan kematian. Itu tidak termasuk peninggalan yang baik. Bahkan, seandainya semua orang yang di muka bumi, dari timur hingga barat sujud kepadamu selama 50 tahun, tidaklah tersisa orang yang sujud maupun orang yang disujudi.

Keadaanmu seperti keadaan orang-orang berkedudukan sebelum kamu yang telah mati. Itu adalah kesempurnaan khayal yang tak berwujud karena lenyap dengan kematian. Ini seperti yang ditulis oleh Hasan Al-Basri dalam suratnya kepada Umar bin Abdul Aziz, “Amma ba’du, seakan-akan engkau orang berakhir yang ditakdirkan mati.”

Maka Umar menulis dalam jawabannya, “Amma ba’du, seakan-akan engkau tidak berada di dunia dan sekan-akan engkau selalu berada di akhirat”. mereka ini memandang akibat-akibat di kemudian hari dan menyadari bahwa setiap sesuatu yang akan datang itu dekat.

Sedangkan amal mereka mempunyai jalan. Di antara mereka ada yang minum minuman halal menyurupai khamar, lalu orang-orang menjauhinya dan mengira ia minum khamar. Di antara mereka ada yang dikenal dengan sifat zuhud, lalu masuk kamar mandi, kemudian ia keluar dan memakai baju orang lain. Ia berdiri di jalan hingga orang-orang mengenal dan mengambilnya serta menanggalkan bajunya. Mereka memukulinya seraya berkata, “Ini pencopet” Maka mereka pun menjahuinya.

Jalan terdekat di dalamnya merupakan pengasingan dan hjirah ke tempat yang tersembunyi. Sebab, seandainya ia mengasingkan diri di negerinya, maka ia tidak luput dari semacam riya’ karena diketahui orang-orang keadaannya yang mengasingkan diri dan bersembunyi.

Wallahu A’lamu Bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here