Beranda Kajian Fiqih Islam Cara mengerjakan Shalat Witir

Cara mengerjakan Shalat Witir

32
0
Cara mengerjakan Shalat Witir

Aminsaja.com Cara mengerjakan Shalat Witir. Salat witir adalah sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW yang dikerjakan setelah salat Isya dengan rakaat yang ganjil. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW sebagai beriukut:

اِجْعَلُوْا اٰخِرَ صَلَاتِكُمْ مِنَ الَّليْلِ وِتْراً

Artinya, “Jadikanlah akhir shalat kalian semua di malam hari dengan dengan shalat witir” (HR Bukhari).

Secara bahasa kata ‘witir’ berarti ‘ganjil’. Artinya, shalat ini harus dilakukan dalam bilangan rakaat ganjil dengan minimal satu rakaat. Rasulullah pernah bersabda:

اَلْوِتْرُ حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ، مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِخَمْسٍ فَلْيَفْعَلْ، وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِثَلَاثٍ فَلْيَفْعَلْ، وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِوَاحِدَةٍ فَلْيَفْعَلْ

Artinya, “(Shalat) witir adalah hak bagi semua umat Islam, maka barang siapa yang suka untuk melakukan witir dengan lima rakaat, maka lakukanlah. Barang siapa yang suka melakukan witir dengan tiga rakaat, maka lakukanlah. Dan, barang siapa yang yang suka melakukan shalat witir dengan satu rakaat, maka lakukanlah.” (HR Abu Dawud, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).

Cara Mengerjakan Salat Witir

1. Bisa dilakukan hanya hanya satu rakaat satu salam sebagaimana keterangan sebagai berikut:

أن تصلي ركعة واحدة منفردة, وقد أجاز ذلك الشافعي مع الكراهة, وأجازها الحنابلة دون كراهة

Artinya: “Salat witir dilakukan satu rakaat boleh dan makruh menurut pendapat Imam Syafi’e dan tidak makruh menurut Imam Ahmad bin Hanbal”.

2. Boleh dilakukan tiga rakaat dengan dua salam keterangannya sebagai berikut:

ويجوز لمن زاد على ركعة الفصل بين كل ركعتين بالسلام وهو أفضل من الوصل بتشهد او تشهدين فى الركعتين الأخرتين ولا يجوز الوصل بأكثر من تشهدين والوصل خلاف الأولى فيما عدا الثلاث وفيها مكروه للنهي عنه فى خبر : ولا تشبواالوتر بصلاة المغرب

Artinya: “Boleh bagi seorang yang mau nambah satu rakaat witir dipisah disetiap dua rakaat dengan salam. Dan ini lebih apdhol dari pada menyambung dengan satu tasyahhud atau dua tasyahhud didua rakaat terakhir, dan tidak boleh menyambung salat witir lebih dari dua tasyahhud. Dan menyambung salat witi hukumnya hilaful aula selama bukan tiga rakaat. Apabila yang sambung tiga rakaat hukumnya makruh, karena ada larangan dalam hadist: “Jangan samakan salat witir dengan salat magrib”.

3. Apabila salat witir dikerjakan dibulan Ramadan dan disambung menjadi tiga rakaat, maka didua rakaat yang pertama dijaharkan bacaannya dan dirakaat terakhir disirkan bacaannya, baikpun itu satu tasyahhud atau dua tasyahhud, karena salat magrib seperti itu. Sebagaimana keterangan sebagai berikut:

وإذا وصله في رمضان أسر في الثالثة أي دون الأوليين قال في شرحه ويوجه بأنه في رمضان يسن الجهر فيه وعند وصله هو تشبيه بالمغرب فيسن له الجهر في الأوليين فقط سواء تشهد تشهدين أم تشهدا لأن المغرب كذلك

Artinya: “Apabila witir Ramadan disambung jadi tiga rakaat, maka dua rakaat pertama dijaharkan dan rakaat terakhir disirkan. Dikatakan dalam katab Syarkhnya sesungguhnya dibulan Ramadan sunah dijiharkan karena ketika disambung menjadi tiga berserupa dengan salat magrib, maka sunah dijiharkan di dua rakaat pertama baikpun pakai satu tasyahhud atau dua tasyahhud, karena salat magrib seperti itu”. (Tuhfatul Muhtaj juz 2 hal. 227).

4. Apabila salat witir dilakukan tiga rakaat dengan dua salam, sunah dirakaat pertama baca surat Al-A’la, dirakaat kedua Al-Kafirun dan dirakaat ketiga baca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas. Dan apabila dijadikan tiga rakaat dengan satu salam, maka dirakaat terakhir disirkan.

Wallahu A’lamu Bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here