Beranda Aminsaja News Empat Pemberian Bagi Orang Yang Berbuat Dosa

Empat Pemberian Bagi Orang Yang Berbuat Dosa

9
0
Empat Pemberian Bagi Orang Yang Berbuat Dosa

Aminsaja.comEmpat Pemberian Bagi Orang Yang Berbuat Dosa. Setiap musibah mestinya menjadi momentum untuk kita merenung dan menengok ke belakang. Alih-alih memprotes keadaan dengan berkata, “Mengapa aku yang mengalami hal ini ?, pribadi yang bijak selalu bertanya, “Hikmah apa yang bisa kupetik di balik peristiwa ini ?. Sayangnya, tidak semua orang bisa bersikap seperti ini. Kita terbuai dengan kenikmatan yang berlimpah ruah sehingga tak peka dengan musibah yang datang. Kita menganggap perbuatan dosa yang kita kerjakan tak berdampak apa pun dalam kehidupan kita.

Benarkah anggapan ini ?. Ternyata tidak. Sejatinya setiap dosa atau pelanggaran yang kita kerjakan pasti dibalas dan diminta pertanggung jawabannya. Hanya saja, Allah dengan segala Rahman dan Rahim-Nya, sengaja menangguhkan balasan atas dosa dan pelanggaran kita itu.

Setidaknya, menurut Syeikh Nawawi Al Bantani dalam Nashoihul Ibad, ketika kita berbuat dosa, Allah menangguhkan empat hal dalam hidup kita. Sebagaimana keterangan sebagai berikut:

وعن سعد بن بلال رحمه الله أن العبد إذا أذنب من الله تعالى عليه بأربع خصال لا يحجب عنه الرزق ولا يحجب عنه الصحة ولا يظهرعليه الذنب ولا يعاقبه عاجلا

Artinya: “Diceritakan dari Sa’ad bin Bilal RA; apabila seorang hamba berbuat dosa, Allah akan tetap memberinya empat pemberian: 1. Dia tidak terhalang untuk mendapatkan rezeki 2. Dia tidak terhalang untuk mendapatkan kesehatan badan 3. Allah tidak menampakkan dosanya semasa hidup di dunia 4. Allah tidak menyegerakan hukumannya di dunia”.

Berikut rinciannya empat perkara yang diatas

1. Allah tidak mencabut rezeki kita

Coba bayangkan bagaimana kalau sekiranya setelah berbuat dosa rezeki kita terhenti. Saya percaya pasti semua orang takut berbuat dosa. Tapi, kenyataannya tidaklah demikian. Setelah berbuat dosa, dagangan kita tetap laris manis. Gaji bulanan, bonus, dan tunjangan lainnya tetap kita nikmati sebagaimana biasanya. Akibatnya kita terperosok makin dalam dan kehilangan rasa bersalah.

2. Allah tidak mencabut kesehatan kita

Bayangkan kalau sekiranya setelah berbuat dosa jantung kita sakit, asam lambung kita naik, atau kaki kita bengkak. Saya yakin tak ada seorang pun yang berani berbuat dosa. Tapi, kenyataan justru sebaliknya. Setelah berbuat dosa, tubuh kita baik-baik saja. Sehat dan bugar. Tidak terganggu sedikit pun

3. Allah tidak buka aib kita.

Coba bayangkan, bagaimana kalau sekiranya orang lain mengetahui aib kita ?. Saya percaya tidak ada seorang pun yang akan mempercayai kita. Tapi, Allah justru menyembunyikan keburukan kita dan menampakkan kebaikan kita. Tujuannya tak lain agar kita bisa bermuamalah antara satu dengan yang lainnya. Karena itu pula, Allah melarang kita mencari-cari kesalahan orang lain dan menggunjing satu dengan yang lainnya. Melakukan dua tindakan tercela ini sama halnya kita tengah menentang Allah. Dia senantiasa menutup aib hamba-Nya, sementara kita terus membuka aib orang lain.

4. Allah tidak menyegerakan pembalasan atas dosa itu sendiri. 

Menurut Rasulullah SAW ada dosa yang Allah segerakan pembalasannya di dunia ini, misalnya merampas hak orang lain dan durhaka kepada orang tua. Namun, kebanyakan dosa-dosa tersebut ditunda pembalasannya oleh Allah, bahkan pupus, manakala hamba tersebut menyesali perbuatannya dan bertobat. Semua itu dimaksudkan agar kita punya waktu untuk menyesali diri, berbenah, dan menutup kesalahan kita dengan amal saleh.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembacanya. Amin

Wallahu A’lamu Bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here