Beranda Kajian Fiqih Islam Hukum Adzan dan Talqin Bagi Jenazah

Hukum Adzan dan Talqin Bagi Jenazah

103
0
Hukum Adzan dan Talqin Bagi Jenazah

Aminsaja.com Hukum Adzan dan Talqin Bagi Jenazah. Dalam Islam, pengurusan jenazah merupakan hal wajib dilakukan dengan baik serta sesuai dengan syariat Islam. Layaknya menghormati manusia ketika masih hidup, mengurus jenazah pun harus dilakukan dengan adab-adab menghargai jenazah.

Adzan dan iqomah termasuk syiar umat Islam dan disunahkan mengumandangkannya ketika masuk waktu shalat. Selain itu, ulama juga menganjurkan mengumandangkan adzan beserta iqamah pada saat melakukan perjalanan. Dan juga disunahkan pula mengumandangkan adzan dan iqamah saat anak dilahirkan.

Adzan merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan oleh agama Islam. Karena di dalam Adzan ada manfaat yang sangat besar, serta terkandung syiar agama Islam. Ketika akan melaksanakan shalat, adzan dikumandangkan sebagai tanda masuknya waktunya shalat. Dan salah satu kebiasaan yang berlaku di masyarakat adalah adzan setelah mayit diletakkan dalam kuburan. Bagaimanakah hukum adzan tersebut?

Dalam hal ini pandangan ulama terbagi menjadi dua:

1. Tidak disunahkan adzan setelah mayit diletakkan dalam liang lahat, karena tidak ada dalil yang menunjukkan kesunahan pelaksanaan hal tersebut dari Nabi Muhammad SAW

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Ibnu Qudamah ia berkata sebagai berikut:

ﺃﺟﻤﻌﺖ ﺍﻷﻣﺔ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﺍﻷﺫﺍﻥ ﻭﺍﻹﻗﺎﻣﺔ ﻣﺸﺮﻭﻉ ﻟﻠﺼﻠﻮﺍﺕ ﺍﻟﺨﻤﺲ ﻭﻻ ﻳﺸﺮﻋﺎﻥ ﻟﻐﻴﺮ ﺍﻟﺼﻠﻮﺍﺕ ﺍﻟﺨﻤﺲ ﻷﻥ ﺍﻟﻤﻘﺼﻮﺩ ﻣﻨﻪ ﺍﻹﻋﻼﻡ ﺑﻮﻗﺖ ﺍﻟﻤﻔﺮﻭﺿﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﻋﻴﺎﻥ ﻭﻫﺬﺍ ﻻ ﻳﻮﺟﺪ ﻓﻲ ﻏﻴﺮﻫﺎ .

Artinya: “Umat sepakat bahwa adzan dan iqamat disyariatkan untuk shalat lima waktu dan keduanya tidak disyariatkan untuk selain shalat lima waktu, karena maksudnya adalah untuk pemberitahuan (masuknya) waktu shalat fardhu kepada orang-orang. Dan ini tidak terdapat pada selainnya.” (Asy-Syarh Al-Kabir, I:388)

2. Disunahkan karena bisa disamakan pada adzan dan iqomah ketika anak baru lahir ke dunia.

واعلم أنه لا يسن الأذان عند دخول القبر خلافا لمن قال بسنته قياسا لخروجه من الدنيا على دخوله فيه {إعانة الطالبين ج 1 ص 230}

“Ketahuilah, sesungguhnya adzan itu tidak disunahkan ketika memasukkan janazah ke dalam kubur. Berbeda dengan orang yang berpendapat bahwa adzan itu sunah, karena kematian dikiaskan dengan kelahiran”. (Ianah At-Thalibin, juz 1, hal. 230).

dan juga dijelaskan dalam hadits sebagai berikut:

ﻟَﺎ ﻳَﺰَﺍﻝُ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖُ ﻳَﺴْﻤَﻊُ ﺍﻟْﺄَﺫَﺍﻥَ ﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﻳُﻄَﻴَّﻦْ ﻗَﺒْﺮُﻩُ

Artinya: “Mayit masih mendengar adzan selama kuburnya belum ditimbun dengan tanah.” (HR. Ad-Dailami dalam Musnad Al-Firdaus no. 7587) Hadits ini sebagian ulama mengatakan lemah sanadnya.

Dengan demikian adzan dan iqomah tersebut tidak dapat dikatakan haram.

Hukum Talqin mayit

A. Disunahkan Mentalqin Mayit

berpatokan dengan firman Allah SWT seabagai berikut:

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَىٰ تَنفَعُ الْمُؤْمِنِينَ 

Artinya: “Dan berdzikirlah sesungguhnya dzikir itu memberikan manfaat kepada orang-orang yang beriman”. (QS. Adh-Dhaariyat.55).

Dan juga Imam bin Yusuf Al-Mawwaq Al-Maliki menjelaskan sebagai berikut:

  إذَا أُدْخِلَ الْمَيِّتُ قَبْرَهُ فَإِنَّهُ يُسْتَحَبُّ تَلْقِينُهُ فِي تِلْكَ السَّاعَةِ، وَهُوَ فِعْلُ أَهْلِ الْمَدِينَةِ الصَّالِحِينَ مِنَ الْأَخْيَارِ، لِأَنَّهُ مُطَابِقٌ لِقَوْلِهِ تَعَالَى: {وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ}. وَأَحْوَجُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ إلَى التَّذْكِيرِ بِاللَّهِ عِنْدَ سُؤَالِ الْمَلَائِكَةِ  

Artinya: “Jika mayit telah dimasukkan ke dalam kuburnya, maka sesungguhnya disunnahkan mentalqinnya pada saat itu. Hal ini merupakan perbuatan penduduk Madinah yang shaleh lagi baik, karena sesuai dengan firman Allah ta’ala: “Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” Dan seorang hamba sangat membutuhkan peringatan tentang Allah saat ditanya oleh malaikat” (Muhammad bin Yusuf Al-Mawwaq Al-Maliki, At-Taj Wal Iklil li Mukhtashari Khalil, juz 2, h. 375).

B. Tidak Disunahkan Mentalqin Mayit

{مسئلة}

هل يسن الأذان والإقامة عند وضع الميت على القبر أولا بينوا لنا من كلام العلماء فإنه قد عم في أقطار جاوه. ( الجواب ) لا يسن على المعتمد كما في الشرقاوي ج : 1 ص : 203 بل هو بدعة إذ لم يصح فيه شيء كما في فتاوي الكبرى لإبن حجر ج : 2 ص : 17 .اهـ

“Apa disunahkan adzan dan iqomah disaat mayit dibaringkan didalm kubur atau tidak? jelaskan kepada kami tentang perkataan ulama, sebab ini sudah menjadi umum dikalang masyarakat jawa. jawab, tidak disunahkan adzan dan iqomah menurut pendapat yang mu’tamad seperti yang dijelaskan dalam kitab (Al-Syarqowi juz, 1 hal. 203): Bahkan hal tersebut suatu yang bid’ah seperti yang dijelaskan dalam kitab (Fatawa Al-Qubra Libni Hajar juz2, hal. 17).

As-Syeikh Isma’il Usman Zein Al-Yamani beliau ditanya tentang adzan ketika mayit dibaringkan di liang lahat, sebagai berikut:

السؤال : هل يسن الاذان عند وضع الميت اولا؟ بينوا لنا من كلام العلماء فإنه قد عم في أقطارنا جاوا ومدوره

فالجواب والله الموفق للصواب : أن ذلك لا بأس به ولا يخلو عن فائدة عموما وخصوصا. أما عموما فلعموم كون ذلك ذكرا, وذكرالله عند انزال الميت في القبر محمود. واما خصوصا فلخصوص أن الاذان والإقامة يطردان الشيطان

“Pertanyaannya: Apa disunahkan adzan ketika meletakkan mayit diliang lahat?. Jelaskan kepada kami dari kalam ulama, karena hal ini sudah menjadi umum dan kebiasaan dimasyarakat Jawa dan Madura. jawabannya semoga Allah memberikan Taufiq untuk kebenaran: Sesungguhnya hal tersebut (Adzan ketika meletakkan mayit di liang lahat) tidak apa-apa (boleh) karena mempunyai faedah umum dan khusus. Faedah umumnya yaitu adzan ini termasuk dzikir, dan berdzikir ketika memasukkkan mayit ke kubur adalah hal yang terpuji. Adapun faedah khususnya yaitu bahwasanya adzan dan iqamat mempunyai faedah untuk mengusir syaithan”. (Qurratul Ain Bi Fatawa Syeikh Ismail Zein hal: 235).

Menurut Imam Al-Adra’i ditafsil sebagai berikut:

وقوله وتلقين بالغ معطوف على أن يلقن أيضا أي ويندب تلقين بالغ إلخ وذلك لقوله تعالى {وذكر فإن الذكر تنفع المؤمنين} وأحوج مايكون العبد الى التذكير في هذه الحالة وخرج بالبالغ الطفل فلا يسن تلقينه لأنه لايفتن في قبره ومثله المجنون إن لم يسبق له تكليف وإلا لقن وعبارة النهاية ولا يلقن طفل ولو مراهقا ومجنون لم يتقدمه تكليف كما قيدته الأذرعي لعدم إفتتانها اه {إعانة الطالبين ج 2 ص 140}

  1. Disunahkan mentalqinkan mayit yang sudah baligh sesuai dengan firman Allah SWT “Dan berdzikirlah sesungguhnya dzikir itu memberikan manfaat kepada orang-orang yang beriman”.
  2. Tidak disunahkan mentalqinkan mayit anak yang belum baligh karena dia tidak mendapat fitnah di dalam kuburnya, begitu juga orang gila. Hal ini diterangkan dalam kitab I’anah Al-Thalibin, juz 2, hal. 140.

Tujuan mentalqinkan mayit

Talqin mayit adalah mengajari dan menuntun aqidah kepada mayit, dengan harapan, mayit mampu menjawab pertanyaan malaikat Mungkar dan Nakir. Sebagaimana penjelasannya sebagai berikut:

قوله يقول يا عبد الله إلخ رواه الطبراني بلفظ إذا مات أحد من إخوانكم فسويتم التراب على قبره فليقم أحدكم على رأس قبره ثم ليقل يا فلان ابن فلان فإنه يسمعه ثم يقول يافلان ابن فلان فإنه يستوي قاعدا ثم يقول يافلان ابن فلان فإنه يقول أرشدنا يرحمك الله ولكن لاتشعرون فليقل اذكر ماخرجت عليه من الدنيا شهادة أن لاإله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله وأنك رضيت بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمد نبيا وبالقرآن إماما {رواه الطبراني, إعانة الطالبين, ج 2 ص 14 }

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah satru seorang dari saudara kamu meninggal dunia, maka ratakanlah tanah kuburannya, berdirilah di atas kepala kuburan mayit, lalu berkatalah wahai fulan bin fulan: sesungguhnya mayit tersebut mendengar ucapan itu, lalu orang yang menalqin berkata;: bahwa fulan bin fulan! Bahwa mayit tersebut mendengar ucapan itu, lalu mayit tersebut duduk, dan orang yang menalqin berkata lagi, wahai fulan bin fulan, sesungguhnya mayit itu berkata, tunjukkan aku maka engkau akan diberi rahmat oleh Allah SWT, sesungguhnya kalian (manusia) tidak mengetahuinya, lalu orang yang menalqin berkata, aku ingatkan padamu (mayit) sesuatu yang harus engkau bawa keluar dari dunia, yaitu penyaksian bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan selain Allah SWT. Dan sesungguhnya Nabi Muhammad adalah hamba dan utusa-Nya, dan sesungguhnya kamu ridho bahwa Allah SWT. Adalah tuhanmu, islam menjadi agamu, Muhammad menjadi Nabimu dan Al-Qur’an menjadi imammu”. (HR. Imam At-Tabrani) (Ianah At-Thalibin, juz 2, hal. 14).

Dengan demikian talqin mayit adalah hal yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW.

Wallahu A’lam Bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here