Beranda Kajian Fiqih Islam Hukum Aqiqah dengan Sapi atau Unta

Hukum Aqiqah dengan Sapi atau Unta

21
0
Hukum Aqiqah dengan Sapi atau Unta

Aminsaja.comHukum Aqiqah dengan Sapi atau Unta. Sepanjang masih ada kelahiran seorang anak manusia, selama itu pula aqiqah akan tetap melekat dan tak terpisahkan. Ajaran tentang aqiqah sudah sangat terang-benderang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Dalam salah satu sabdanya beliau mengatakan sebagai berikut:

قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: «الغلام مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ يُذْبَحُ عنه يوم السابع، ويُسَمَّى، ويُحْلَق رأسه

Artinya, “Seorang bayi itu tergadaikan dengan aqiqahnya, pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur rambutnya dan diberi nama,” (HR Tirmidzi)

Pesan penting yang ingin dikatakan dalam hadits tersebut adalah anjuran untuk mempublikasikan kebahagiaan, kenikmatan, dan nasab. Tentunya dengan ketentuan-ketentuan yang telah diatur dalam masalah ini. Sampai di titik ini sebenarnya tidak ada persoalan serius. Namun persoalan kemudian muncul jika pihak yang mempunyai anak ingin mengganti aqiqah berupa kambing dengan hewan lain, sapi atau unta misalnya.

Lalu di sini kemudian muncul pertanyaan, bagaimana hukumnya aqiqah dengan unta atau sapi?

Untuk menjawab hal ini ada baiknya kita lihat keterangan dalam kitab Kifayatul Akhyar. Dalam kitab ini dikatakan bahwa menurut pendapat yang paling sahih (Al-Ashshah) aqiqah dengan unta gemuk (Al-Badanah) atau sapi lebih utama dibanding aqiqah dengan kambing (Al-Ghanam). Keterangannya sebagai berikut:

وَالْأَصَحُّ أَنَّ الْبَدَنَةَ وَالْبَقَرَةَ أَفْضَلُ مِنَ الْغَنَمِ وَقِيلَ بَلِ الْغَنَمُ أَفْضَلُ أَعْنِي شَاتَيْنِ فِي الْغُلَامِ وَشَاةً فِي الْجَارِيَةِ لِظَاهِرِ السُّنَّةِ

Artinya, “Menurut pendapat yang paling sahih, aqiqah dengan unta gemuk (Al-Badanah) atau sapi lebih utama dibanding aqiqah dengan kambing. Namun dalam pendapat lain dikatakan bahwa aqiqah dengan kambing lebih utama, yang saya maksudkan adalah dengan dua ekor kambing untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan, karena sesuai dengan bunyi sunah,” (Lihat Taqiyuddin Al-Hushni, Kifayatul Akhyar fi Halli Ghayatil Ikhtishar, Beirut, Darl Fikr, halaman 535).

Namun pendapat lain menyatakan, yang paling utama adalah aqiqah dengan kambing sesuai bunyi hadits yang ada. berikut keterangannya:

مَنْ وُلِدَ لَهُ وَلَدٌ فَأَحَبَّ أَنْ يَنْسُكَ عَنْهُ فَلْيَنْسُكْ عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

Artinya:“Barang siapa yang lahir anaknya dan ingin menyembelih untuk kelahiran anaknya, hendaknya dia laksanakan dua ekor kambing yang setara untuk anak laki-laki dan seekor kambing untuk anak perempuan.” (HR. Abu Daud)

Dengan demikian, jika seseorang menyembelih satu unta atau sapi untuk akikah tujuh orang anak, maka hukumnya boleh.”. Begitu pula Imam Nawawi dalam kitabnya Almajmu’ Syarhul Muhadzab, membolehkan satu sapi digunakan untuk akikah tujuh orang anak.

Bahkan menurut beliau, boleh juga satu sapi digunakan untuk tujuh orang dengan niat dan tujuan yang berbeda. “Jika seseorang menyembelih sapi atau unta untuk tujuh anak atau adanya keterlibatan sekelompok orang dalam hal sapi atau unta tersebut, maka hukumnya boleh, baik semua maupun sebagian dari mereka berniat untuk akikah, sementara sebagian yang lain berniat untuk mengambil dagingnya saja, sebagaimana telah dijelaskan dalam masalah kurban.”

Wallahu A’lamU Bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here