Beranda Kajian Fiqih Islam Hukum Memakai Obat Tetes Mata dan Telinga saat Berpuasa

Hukum Memakai Obat Tetes Mata dan Telinga saat Berpuasa

36
0
Hukum Memakai Obat Tetes Mata dan Telinga saat Berpuasa

Aminsaja.com Hukum Memakai Obat Tetes Mata dan Telinga saat Berpuasa. Beberapa orang dengan masalah penglihatan biasanya menggunakan obat tetes mata untuk pengobatan. Namun, apakah penggunaan obat tetes mata diperbolehkan saat berpuasa?. Simak penjelasan sebagai berikut:

Memasukkan benda apa pun melalui rongga-rongga tubuh seperti obat tetes telinga, maka membatalkan puasa. Terkecuali bagi orang yang tidak berpuasa. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Syekh Khathib Al-Syarbini sebagai berikut:

 وَالتَّقْطِيرُ فِي بَاطِنِ الْأُذُنِ مُفْطِرٌ

Artinya: “Dan meneteskan cairan ke rongga dalam telinga membatalkan puasa(Syekh Khathib al-Syarbini, al-Iqna’ Hamisy Tuhfah al-Habib, juz 2, halaman 379).

Dengan demikian, tidak membatalkan puasa hal tersebut apabila darurat, seperti sakit telinga yang tidak bisa sembuh kecuali memakai obat. Sebagai yang ditegaskan oleh Syekh Habib Abdurrahman bin Muhammad Ba’alawi mengutip fatwanya Syekh Bahuwairits sebagai berikut:

ـ (فَائِدَةٌ) اُبْتُلِيَ بِوَجَعٍ فِيْ أُذُنِهِ لاَ يُحْتَمَلُ مَعَهُ السُّكُوْنُ إِلاَّ بِوَضْعِ دَوَاءٍ يُسْتَعْمَلُ فِيْ دُهْنٍ أَوْ قُطْنٍ وَتَحَقَّقَ التَّخْفِيْفُ أَوْ زَوَالُ اْلأَلَمِ بِهِ بِأَنْ عَرَفَ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ أَخْبَرَهُ طَبِيْبٌ جَازَ ذَلِكَ وَصَحَّ صَوْمُهُ لِلضَّرُوْرَةِ اهـ فتاوي باحويرث

Artinya: “Bila seseorang dicoba dengan rasa sakit di telinganya, ia tidak bisa tenang kecuali dengan meletakan obat di dalam minyak atau kapas (ke dalam telinga) dan nyata-nyata dapat meringankan atau menghilangkan rasa sakit dengan obat tersebut, berdasarkan pengetahuan pribadi atau informasi dokter, maka hal demikian boleh dan sah puasanya, karena darurat. Himpunan fatwa Syekh Bahuwairits. (Syekh Habib Abdurrahman bin Muhammad Ba’alawi, Bughyah al-Mustarsyidin, halaman 182).

Lain dengan hal tetes mata, maka tidak membatalkan puasa dikarenakan lubang mata tidak memiliki jalur penghubung sampai ke tenggorokan. Sebagaimana yang diterangkan sebagai berikut:


 وَلَا يَضُرُّ الْاِكْتِحَالُ وَإِنْ وُجِدَ طُعْمُ الْكُحْلِ بِحَلْقِهِ لِأَنَّهُ لَا مَنْفَذَ مِنَ الْعَيْنِ إِلَى الْحَلْقِ وَإِنَّمَا الْوَاصِلُ إِلَيْهِ مِنَ الْمَسَام ِ

Artinya: Dan tidak bermasalah memakai celak mata, meski ditemukan rasanya celak di tenggorokan, sebab tidak ada akses penghubung dari mata ke tenggorokan. Yang sampai di tenggorokan adalah dari pori-pori. (Syekh Muhammad bin Ahmad al-Ramli, Ghayah al-Bayan, halaman 156).

memakai obat tetes telinga saat puasa dapat membatalkan puasa kecuali dalam keadaan darurat untuk menghilangkan rasa nyeri atau meminimalisasi berdasarkan petunjuk dokter atau pengetahuan pribadi. Berbeda dengan memakai obat tetes mata, hukumnya diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa meski tidak dalam keadaan darurat.

Wallahu A’lamu Bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here