Beranda Kajian Fiqih Islam Hukum Niat Aqiqah di Gabung dengan Kurban Boleh atau Tidak

Hukum Niat Aqiqah di Gabung dengan Kurban Boleh atau Tidak

44
0
Hukum Niat Aqiqah di Gabung dengan Kurban Boleh atau Tidak

Aminsaja.comHukum Niat Aqiqah di Gabung dengan Kurban Boleh atau Tidak. Niat aqiqah dan kurban secara bersamaan sering menjadi pembahasan tersendiri. menariknya ada 2 pendapat yang terkenal dikalangan ulama, mengenai perbedaan pendapat ini, ada yang membolehkan menggabung niat kurban dan aqiqah dan ada yang tidak membolehkan dengan berbagai alasan, berdasarkan argumen ulama dalam memutuskan hukum menggabungkan niat tersebut.

Persoalan dalam Melakukan Niat Aqiqah dan Kurban

Pernahkah terpikir apabila aqiqahnya atau aqiqah anaknya bertepatan dengan momentum hari raya Idul Adha, guna untuk mendapatkan pahala dua ibadah sekaligus, bolehkah niat sembelihan domba  dengan niat Aqiqah plus Udhiyah?

Para ulama fikih bertolak belakang  pendapat tentang  hal ini. Beberapa ulama fikih berasumsi  bahwa meniatkan sembelihan domba  dengan niat Aqiqah plus Udhiyah ialah  sah. Sementara beberapa  ulama fikih yang lain mengaku niat kedua ibadah itu  tidak dapat  digabungkan. Berdasarkan keterangan sebagai berikut:

مسألة: لو نوى العقيقة والضحية لم تحصل غير واحدة عند (حج) ويحصل الكل عند (م ر)

Artinya: [Masalah] Jika ada orang berniat melakukan aqiqah dan kurban (secara bersamaan) tidak berbuah pahala kecuali hanya salah satunya saja menurut Imam Ibnu Hajar (Al Haitami) dan berbuah pahala kedua-duanya menurut Imam Romli. (Ibnu Hajar Al Haitami, Itsmidil Ain, [Darul Fikr], h:127).

Dan jika mengacu pada kutipan Al Hafidz Ibnu Hajar al-‘Asqalani dari para tabi’in dalam kitab Fathul Bari, bahwa orang yang belum diaqiqahi oleh orang tuanya, kemudian ia menjalankan ibadah kurban, maka kurbannya itu saja sudah cukup baginya tanpa perlu juga beraqiqah. Keterangannya sebagai berikut:

فتح الباري لابن حجر – (ج 15 / ص 397) وَعِنْد عَبْد الرَّزَّاق عَنْ مَعْمَر عَنْ قَتَادَةَ ” مَنْ لَمْ يَعُقّ عَنْهُ أَجْزَأْته أُضْحِيَّته ” وَعِنْد اِبْنِ أَبِي شَيْبَة عَنْ مُحَمَّد بْن سِيرِينَ وَالْحَسَنِ ” يُجْزِئ عَنْ الْغُلَام الْأُضْحِيَّة مِنْ الْعَقِيقَة

Artinya: “Menurut Abdur Razzaq, dari Ma’mar dari Qatadah mengatakan “Barangsiapa yang belum diaqiqahi maka cukup baginya berkurban”. Menurut Ibnu Abi Syaibah dari Muhammad ibn Sirin dan al-Hasan mengatakan “Cukup bagi seorang anak dari aqiqah”. (Fathul Bari Libni Hajar juz 15 hal. 397).

Kesimpulan Dari Pemecahan Masalah

Dari dua pendapat di atas, lebih condong pada pendapat yang pertama, yang bahwasanya menggabungkan niat antara aqiqah dan kurban tidak diperbolehkan, walaupun ibadah tersebut sejenis namun maksud dari Dzatnya berbeda maka dari itu tidak bisa digabungkan dengan satu dan lainnya. Karena pada pendapat pertamalah yang lebih hati-hati dan lebih selamat dari perselisihan yang ada.

Wallahu A’lamu Bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here