Beranda Keutamaan Jangan Meremehkan Perbuatan Baik Sekecil Apapun

Jangan Meremehkan Perbuatan Baik Sekecil Apapun

25
0
Jangan Meremehkan Perbuatan Baik Sekecil Apapun

Aminsaja.comJangan Meremehkan Perbuatan Baik Sekecil Apapun. Tidak akan ada kebaikan yang sia-sia di sisi Allah SWT. Semua kebaikan yang dilakukan semata untuk mengharapkan ridho-Nya akan selalu dilihat dan diperhitungkan. Karena itulah, jangan pernah menyelepekan atau meremehkan kebaikan walau sekecil apa pun asal dilakukan hanya semata karena Allah SWT. Sebagaimana Allah berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”. (Az-Zalzalah ayat: 7)

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis bahwa:

Artinya: “Iman memiliki lebih dari tujuh puluh cabang. Cabang yang paling tinggi dari cabang keimanan adalah perkataan “la ilaha illallah”, dan paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan”.

Secara tersirat, hadis tersebut mengisyaratkan iman seseorang itu memiliki kualitas dan tingkat yang berbeda sesuai dengan ilmu dan amal yang diperbuat. Hanya saja, kita dianjurkan untuk selalu mawas diri dan jangan meremehkan amal kebaikan sekecil apa pun. Meski terlihat sepele, namun bila dikerjakan dengan ikhlas tidak mustahil akan mengantar pada gerbang kebahagiaan. Allah akan membalasnya dengan pahala berlipat dan menaikkan derajatnya.

Memperkuat hal itu ada kisah menarik dari Rasulullah SAW tentang seorang laki-laki yang masuk surga gara-gara menyingkirkan duri dari jalan. Tujuannya sederhana, agar kaum muslimin tidak terganggu di saat melintasi jalan tersebut. Namun tidak dinyana, sebab tindakan itu, Allah menerima amal baiknya dan mengganjarnya dengan balasan yang lebih baik. Begitulah, sungguh kasih sayang Allah teramat luas. Hal sepele kadang sangat disenangi oleh Allah. Inilah yang dimaksud fadl atau keutamaan Allah.

Kisah itu bermula ketika ada seorang laki-laki yang sedang berjalan-jalan, di jalan yang dilaluinya, Ia melihat ranting-ranting berduri yang dapat menghambat orang yang akan lewat. Ia memutuskan untuk menyingkirkannya. Setelah jalan itu bersih dari ranting-ranting berduri, lelaki itu bersyukur kepada Allah. Saat itu juga rahmat Allah turun padanya. Sebab amal yang sepele yang dikerjkannya dengan ikhlas,  Allah mengampuni dosa-dosanya.

Kisah ini diperkuat oleh hadits lain yang senada, dalam sebagian riwayat dari Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah, beliau berkata bahwa bersabda:

Artinya: “Ada seseorang laki-laki yang melewati ranting berduri berada di tengah jalan. Ia mengatakan, ‘Demi Allah, aku akan menyingkirkan duri ini dari kaum muslimin sehingga mereka tidak akan terganggu dengannya.’ Maka Allah pun memasukkannya ke dalam surga.”

Dalam riwayat lain, juga dari sahabat Abu Hurairah dari Nabi, beliau bersabda:

Artinya: “Sungguh, aku telah melihat seorang laki-laki yang tengah menikmati kenikmatan di surga disebabkan ia memotong duri yang berada di tengah jalan, yang duri itu mengganggu kaum muslimin.”

Amal Kecil Hikmah Besar

Ada ‘ibrah yang bisa kita petik dari kisah di atas

Pertama: Bahwa amalan sekecil apa pun tidak boleh dianggap sepele, ada nilai luhur yang terkandung dalam setiap amal kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas. Artinya, sungguh sia-sia amal besar tetapi dikerjakan dengan niat bukan karena Allah, tetapi sungguh berharga amal kecil jika diniatkan untuk Allah.

Kisah di atas, memberikan kesan luar biasa. Laki-laki tersebut telah beramal dengan amalan yang terlihat sepele dan remeh, tetapi Allah menghargainya dengan karunia yang teramat besar. Hadis di atas adalah salah satu bagian kecil dari petunjuk dan syariat yang telah dibawa oleh Rasulullah,  anjuran untuk tidak menganggap sepele amal kebaikan sekecil apa pun.

Kedua: Memberikan kemudahan kepada kaum muslimin itu merupakan kebaikan yang sangat besar walaupun dalam bentuk yang kecil seperti menyingkirkan duri atau batu di jalan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari jalan Abu Barzah Al-Aslami, beliau bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat bermanfaat bagiku.” Beliau menjawab, “Singkirkanlah gangguan dari jalan-jalan kaum muslimin.” (HR Muslim).

Begitu pun sebaliknya, Rasulullah mencela dan memberi peringatan keras tindakan yang dapat mengganggu kaum muslimin di jalan-jalan mereka. Rasulullah bersabda:

Artinya: “Barang siapa mengganggu kaum muslimin di jalan-jalan mereka, wajib atasnya laknat mereka.”

Ketiga: “Allah sebenarnya sungguh Maha Pemurah dengan melimpahkan rahmat dan pahala yang terus mengalir kepada kaum muslimin. Jika hal sepele saja dengan niat tulus bisa menghantarkan ke surga, kenapa tidak dengan amalan kewajiban sehari-hari? Kuncinya adalah niat yang tulus dan ikhlas karena Allah.

Amalan yang sedikit dan sepele begitu dihargai, apalagi kewajiban-kewajiban seperti salat, puasa, zakat dan haji yang dilakukan semata karena Allah. Oleh karena itu selayaknya kita untuk selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah supaya senantiasa mendapat fadhal dan rahmat-Nya.

Keempat: “Bagi umat Islam adalah meneladani Kanjeng Nabi kita dilarang untuk melakukan segala perbuatan yang akibatnya akan mengganggu orang lain yang akan melewati suatu jalan. Seperti mengotori jalan, berjualan sembarangan di jalan, dan meletakkan sesuatu yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Bisa dibayangkan. Jika gerakan amal kecil itu dimulai dari diri kita masing-masing. Tentu tidak akan ada jalan kotor dan berbahaya. Semua lingkungan menjadi bersih karena amal kebaikan yang kecil dari umat Islam. Sungguh Islam agama yang mulia yang selalu mengedepankan keamanan dan kenyamanan untuk semuanya.

Wallahu A’lamu Bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here