Beranda Kajian Fiqih Islam Jumlah Rakaat Salat Tarawih di Bulan Ramadhan

Jumlah Rakaat Salat Tarawih di Bulan Ramadhan

164
0
Jumlah Rakaat Salat Tarawih

Aminsaja.comJumlah Rakaat Salat Tarawih. Sejak dahulu, sampai sekarang umat Islam masih memperdebatkan terkait jumlah rakaat salat tarawih. Ada yang berpendapat 20 rakaat, ada juga yang berpendapat 36 rakaat, dan ada yang berpendapat 8 rakaat.  Perbedaan ini muncul dikarenakan tidak ada hadits yang secara shahih dan jelas (eksplisit) menyebutkan jumlah rakaat tarawih yang dilakukan oleh baginda Rasulullah SAW. Memang ada hadits shahih yang diriwayatkan Aisyah berbunyi sebagai berikut:

 كَيْفَ كَانَتْ صَلاَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى رَمَضَانَ، فَقَالَتْ: مَا كَانَ يَزِيدُ فِى رَمَضَانَ، وَلاَ فِى غَيْرِهَا عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً

Artinya: “Bagaimana salat Rasulullah SAW di bulan Ramadan? Aisyah menjawab, Beliau tidak pernah menambah, baik di bulan Ramadan atau lainnya dari sebelas rakaat”. (HR al-Bukhari-Muslim). Hanya saja, di dalam hadits shahih ini, Aisyah RA sama sekali tidak menjelaskan secara tegas bahwa jumlah rakaat salat tarawih sebelas rakaat. Karenanya, para ulama berbeda pandangan tentang permasalahan ini yang dijelaskan sebagai berikut:

1. Salat Tarawih 20 Rakaat

Mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali menegaskan, bahwa salat tarawih berjumlah 20 rakaat. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Imam As-Sarakhsi dari mazhab Hanafi sebagai berikut:

 فَإِنَّهَا عِشْرُونَ رَكْعَةً سِوَى الْوِتْرِ عِنْدِنَا

Artinya: “Maka sesungguhnya salat tarawih itu 20 rakaat, selain salat witir, menurut pendapat kami”. (Lihat: As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, juz 2, halaman 144). Dan Sedangkan menurut imam Ad-Dardiri dari mazhab Maliki menjelaskan:

وَالتَّرَاوِيْحُ بِرَمَضَانَ وَهِيَ عِشْرُوْنَ رَكْعَةً بَعْدَ صَلَاةِ الْعِشَاءِ يُسَلِّمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ غَيْرِ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ

Artinya: “Dan salat Tarawih di bulan Ramadan, yaitu 20 rakaat setelah salat Isya’, dengan salam tiap dua rakaat, di luar salat syafa’ dan witir”. (Lihat: Ad-Dardiri, Asy-Syarhu Ash-Shaghir, juz 1, halaman 404). Sependapat dengan kedua ulama di atas, imam An-Nawawi dari mazhab Syafi’i menegaskan:

  مَذْهَبُنَا أَنَّهَا عِشْرُوْنَ رَكْعَةً بِعَشْرِ تَسْلِيْمَاتٍ غَيْرِ الْوِتْرِ

Artinya: “Menurut mazhab kami jumlahnya 20 rakaat dengan 10 kali salam, selain shalat witir”. (Lihat An-Nawawi, Al-Majmu’, juz 3, halaman 527). Imam Ibnu Qudaman dari mazhab Hanbali menulis dalam kitabnya Al-Mughni:

 وَقِيَامُ شَهْرِ رَمَضَانَ عِشْرُونَ رَكْعَةً يَعْنِي صَلَاةُ التَّرَاوِيْحِ وَهِيَ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ وَأَوَّلُ مَنْ سَنَّهَا رَسُولُ اللهِ

Artinya: “Dan qiyam bulan Ramadan itu 20 rakaat, yaitu salat tarawih. Hukumnya sunah muakkadah, dan orang yang pertama kali melakukannya adalah Rasulullah SAW”. (Lihat: Ibnu Qudamah, Al-Mughni, juz 1, halaman 456).

2. Salat Tarawih 36 Rakaat

Sebagian ulama dari kalangan mazhab Maliki menyatakan bahwa salat tarawih berjumlah 36 rakaat. Imam An-Nafrawi dari mazhab Maliki menyebutkan:

وَكَانَ السَّلَفُ الصَّالِحُ يَقُومُونَ فِيهِ فِي الْمَسَاجِدِ بِعِشْرِينَ رَكْعَةً… ثُمَّ صَلَّوْا بَعْدَ ذَلِكَ سِتًّا وَثَلَاثِينَ رَكْعَةً… وَهَذَا اخْتَارَهُ مَالِكٌ فِي الْمُدَوَّنَةِ وَاسْتَحْسَنَهُ 

Artinya: “Dan ulama salaf melaksanakan salat tarawih pada bulan Ramadan di masjid-masjid dengan 20 rakaat… Lalu setelah itu mereka salat dengan 36 rakaat. Dan Imam Malik memilih jumlah rakaat ini dalam kitab Al-Mudawwanah, dan menganggap baik”.

3. Salat Tarawih 8 Rakaat

Sebagian ulama dari kalangan mazhab Hanafi, seperti Imam Al-Kamal Ibnu al-Humam mengatakan, salat tarawih berjumlah 8 rakaat. Dan Imam Al-Kamal Ibnu al-Humam dalam kitab Fathul Qadir menulis sebagai berikut:

أَنَّ قِيَامَ رَمَضَانَ سُنَّةٌ إحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً بِالْوِتْرِ فِي جَمَاعَةٍ فَعَلَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ تَرَكَهُ لِعُذْرٍ… وَظَاهِرُ كَلَامِ الْمَشَايِخِ أَنَّ السُّنَّةَ عِشْرُونَ، وَمُقْتَضَى الدَّلِيلِ مَا قُلْنَا

Artinya: “Sesungguhnya Qiyamul Lail di Bulan Ramadan hukumnya sunah, yaitu 11 rakaat dengan witir, secara berjamaah. Hal itu dikerjakan oleh Rasulullah SAW lalu ditinggalkannya karena ada uzur… Dan zahir pendapat masyayikh bahwa sunahnya 20 rakaat. Sedangkan, menurut dalil adalah apa yang kami katakan (8 rakaat tanpa witir)”. (Lihat: Al-Kamal Ibnu al-Humam, Fathul Qadir, juz 2, halaman 448). 

Penjelasan dari atas dapat disimpulkan bahwa para ulama pandangan tentang jumlah rakaat salat tarawih. Mayoritas ulama dari kalangan mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali menyatakan, jumlah rakaat salat tarawih adalah 20 rakaat selain witir. Sebagian ulama dari mazhab Maliki mengatakan bahwa jumlah rakaatnya 36 rakaat. Sedangkan sebagian ulama dari mazhab Hanafi mengatakan, jumlah rakaat tarawih adalah 8 rakaat selain witir.   Dari ketiga pandangan di atas, tampaknya pandangan yang menyatakan bahwa jumlah rakaat salat tarawih adalah 20 rakaat merupakan pendapat yang sangat kuat, dan merupakan pendapat mayoritas ulama dari mazhab yang empat. Meski pun demikian, hendaknya perbedaan pendapat ini bisa kita sikapi dengan bijak dan toleran.

Wallahu A’lamu Bissowab    

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here