Beranda Kajian Fiqih Islam Kebiasaan Bersih Menurut Islam

Kebiasaan Bersih Menurut Islam

76
0
Kebiasaan Bersih Menurut Islam

Aminsaja.comKebiasaan Bersih Menurut Islam menjadi sesuatu yang mencerminkan tingkat keimanan seseorang.

Kebiasaan bersih menurut Islam dapat bermakna kebersihan lahir dan juga batin, di antara kebersihan lahir adalah kebersihan badan, kebersihan rumah, kebersihan lingkungan dan kebersihan lainya, sedangkan kebersihan batin dapat berupa kebersihan hati, kebersihan jiwa dan kebersihan pikiran.

Dalam artikel kali ini kita hanya akan membahas tentang kebiasaan bersih secara lahir. Kebersihan adalah bagian penting dari gaya hidup sehat yang dapat menghindarkan diri dari segala macam penyakit.

Kebiasaan bersih dalam Islam juga bertujuan untuk menciptakan keindahan, karena pada dasarnya manusia mencintai keindahan.

Hakekat Kebersihan Menurut Islam

Sebagai orang mukmin mestinya selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungannya, karena kebersihan merupakan hakikat dari iman. Hakekat kebersihan menurut Islam adalah:

1. Kebersihan melahirkan keindahan

Kebersihan akan melahirkan keindahan, dan keindahan dapat menghadirkan kenyamanan dan ketenangan jiwa. Dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

إن الله جميل يحب الجمال

Artinya: “sesungguhnya Allah Indah dan mencintai keindahan“. (HR.Muslim)

2. Kebersihan sebagian dari Iman

Tidak dikatakan beriman seorang muslim jika dia tidak peduli terhadap kebersihan. Kebersihan dalam Islam menjadi syarat sebelum melakukan ibadah. Maka Shalat diawali dengan berwudu atau taharah karena seorang yang melaksanakan Shalat harus bersih dari najis dan hadas. ada ungkapan masyhur sebagai berikut:

النظافة من الإيمان

Menjaga kebersihan termasuk sebagian dari Iman

Ungkapan di atas bukanlah hadits, sebab tidak terdapat hadits yang berbunyi demikian dalam berbagai riwayat kitab hadits yang ada. Namun jika ditinjau dari sisi konteksnya memiliki pengertian hampir mirip dengan hadits-hadist di beberapa riwayat.

Syekh Yusuf Qardhawi, seorang ulama kontemporer dan juga cendekiawan Muslim asal Mesir mengatakan,

هذه الكلمة (النظافة من الإيمان) بهذا اللفظ لم ترد عن النبي -صلى الله عليه وسلم- فيما أعلم، بسند صحيح ولا حسن ولا ضعيف.

Artinya: “Kalimat ini (An-nadhafatu minal iman) tidak bersumber dari hadist Nabi SAW. sebagaimana saya ketahui sanadnya tidak sahih, hasan,dan dhaif.”

Selanjutnya Syekh Yusuf Qardhawi menjelaskan bahwa sebenarnya terdapat hadits yang redaksinya hampir mirip dengan kalimat (An-nadhafatu minal iman) yang diriwayatkan oleh Imam At-Thabrani di dalam kitabnya Al-Mu’jam Al-Ausath dari Ibnu Mas’ud RA. Berikut redaksi hadits tersebut:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَخَلَّلُوْا فَإِنَّهُ نَظَافَةٌ وَالنَّظَافَةُ تَدْعُوْ إِلَى الْإِيْمَانِ وَالْإِيْمَانُ مَعَ صَاحِبِهِ فِى الْجَنَّةِ (رواه الطبراني)

Artinya: Rasulullah SAW Bersabda: “Buanglah sisa-sisa makanan di gigimu, karena perbuatan itu adalah kebersihan, dan kebersihan itu akan mengajak (menggiring) kepada iman, dan iman itu akan bersama orang yang memilikinya dalam surga.” (HR. At-Thabrani)

Namun, di dalam kitab Majma’ Az-Zawaid, Imam Al-Haitsami mengatakan bahwa di dalam sanad hadits di atas terdapat Ibrahim bin Hayyan yang menurut seorang kritikus dan pakar rawi hadits Imam Ibnu ‘Adi mengatakan, bahwa hadits-haditsnya (Ibrahim) banyak yang palsu.

Akan tetapi walaupun secara matan kalimat (An-Nadhafatu minal iman) tidak valid dan tidak ditemukan siapa yang mengatakan hal ini. Namun, secara makna kalimat Kebersihan sebagian dari Iman adalah sahih. Karena hal ini selaras dengan hadits -hadits sahih yang mengatakan bahwa kebersihan memang sangat penting. Sebagaimana hadits berikut:

عَنْ أَبِيْ مَالِكٍ الأَشْعَرِىِّ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيْمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلأُ الْمِيْزَانَ. وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلآنِ – أَوْ تَمْلأُ – مَا بَيْنَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَالصَّلاَةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَائِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا ». (رواه مسلم)

Dari Abi Malik Al-Asy’ari, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Kesucian itu sebagian dari iman, Alhamdulillah memberatkan timbangan, Subhanallah walhamdulillah memenuhi ruang antara langit dan bumi, salat itu cahaya, sedekah itu bukti nyata, sabar itu pelita, Al-Qur’an itu hujjah (bermanfaat atau celaka). Setiap manusia bekerja sampai ada yang menjual dirinya, hingga ia jadi merdeka atau jadi celaka.” (HR. Muslim)

Hadis di atas juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi, serta termasuk bagian dari hadits yang dimasukkan Imam Nawawi di dalam kitab Arbain-nya yang sangat terkenal.

Kata “thuhur” di dalam hadis tersebut mempunyai arti suci. Suci di dalam agama Islam itu mencakup kesucian maknawi seperti suci dari kekufuran, kemaksiatan, serta kehinaan. Atau bisa juga mencakup kesucian secara hissi (dapat dilihat indrawi), yakni kebersihan.

Macam-macam kebiasaan Bersih

1. Kebersihan Diri atau badan

Kebersihan Diri atau badan sangat penting bagi manusia, karena selain dapat menjaga kesehatan, kebersihan diri juga akan dapat menumbuhkan kasih sayang orang-orang terdekat seperti suami atau istri. Menjaga kebersihan diri dapat sesuai tuntunan Islam adalah dengan:

  • Mandi secara teratur
  • Memotong kuku sesuai sunah Rasulullah SAW, yaitu setiap hari Jumat.
  • Mencukur kumis, bulu ketiak, rambut kemaluan
  • Merapikan dan membersihkan rambut kepala
  • Membersihkan Mulut dengan Menggosok gigi atau bersiwak
  • Menjaga kebersihan pakaian

Dari Abu Hurairah Rasulllah bersabda:

Bersihkanlah segala sesuatu semampu kamu. Sesungguhnya Allah ta’ala membangun Islam ini atas dasar kebersihan dan tidak akan masuk surga kecuali setiap yang bersih.” (HR.Ath-Thabrani).

2. Kebersihan Rumah

“Rumahku adalah surgaku” Ungkapan ini tidak akan terwujud jika rumah dalam keadaan kotor dan tidak rapi. Harus ada usaha untuk menciptakan rumah yang bersih, indah dan nyaman, diantaranya:

  • Menyapu dan mengepel rumah setiap hari
  • Mengisi rumah dengan perabotan sesuai kapasitas rumah
  • Menata perabotan dengan tepat
  • Membersihkan perabotan rumah
  • Meletakan barang-barang di tempatnya
  • Mengganti sprei kamar secara berkala
  • Membersihkan toilet atau WC secara teratur
  • Mencuci perabotan dapur setiap selesai digunakan

Selain usaha di atas, usahakan juga rumah dibacakan Al-Qur’an setiap hari agar bersih secara maknawi.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,

“Sesungguhnya rumah yang dibacakan al Qur’an didalamnya akan menjadi luas bagi pemiliknya, malaikat mendatanginya, syetan menjauhinya dan banyak kebaikannya, dan rumah akan menjadi sempit bagi pemiliknya, malaikat menjadi tehalang, syetan hadir dan sedikit kebaikannya jika tidak dibacakan al Qur’an dalam rumah tersebut.” 

3. Kebersihan Tempat Ibadah

Tempat Ibadah seperti Masjid dan Musholla adalah kewajiban umat Islam untuk menjaga dan membersihkannya. Disebutkan oleh Imam Suyuthi dalam kitab Lubabul Hadis berikut:

مَنْ أَخْرَجَ قَذَرَةً مِنَ الْمَسْجِدِ بِقَدْرِ مَا يَدُوْرُ فِى الْعَيْنِ أَخْرَجَهُ اللهُ تَعَالَى مِنْ أعْظَمِ ذُنُوْبِهِ

Artinya: “Siapa yang mengeluarkan kotoran dari masjid dengan seukuran yang dapat dipandang oleh mata, maka Allah akan mengeluarkannya dari dosa-dosa yang besar dari dirinya”.

Keutamaan Membersihkan Masjid adalah:

  • Dibangunkan rumah oleh Allah SWT di surga
  • Mendapatkan kedudukan mulia di sisi Nabi SAW
  • Diampuni Dosanya.

Adapun Cara membersihkan Masjid dan Musholla adalah dengan:

  • Menyapu atau mengepel lantainya
  • Membersihkan tempat wudu dan kamar mandi atau WC
  • Mencuci Karpet, sajadah atau mukena
  • Merapikan Al-Quran dan kitab-kitab lainya yang ada
  • Membersihkan kaca dan peralatan yang ada

4. Kebersihan lingkungan

Alam adalah anugerah dari Allah SWT, semua mempunyai fungsi dan tugasnya masing-masing, lingkungan harus dijaga bersama-sama dengan cara:

  • Menyapu halaman rumah
  • Membuang sampah pada tempatnya
  • Menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun
  • Menanam pohon secukupnya
  • Menyiram dan merawat tanaman

Disebutkan dalam Sabda Nabi SAW:

“Bersihkanlah halaman rumah kalian karena orang-orang Yahudi tidak suka membersihkan halaman rumah mereka”. (HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath, 4/231)

Bersihkan halaman rumah kita sebagai orang Islam agar membedakan dengan kaum yahudi.

Tentang menanam pohon disebutkan pendapat Al-‘Utsaimin dalam kitab Syarh Riyadh al-Shalihin sebagai berikut:

“Apabila seseorang menanam pohon atau tumbuhan, baik diniatkan atau tidak, lalu ada hewan (apa pun itu) yang memakan hasil dari tanaman tersebut meskipun satu biji saja, maka orang tersebut akan diganjar pahala sedekah oleh Allah Swt,”

Bahkan menurut al-Nawawi, pahala sedekah dari pohon yang ditanam tersebut masih bermanfaat bagi umat manusia dan makhluk Allah yang lain, maka akan terus mengalir sampai hari kiamat.

Wallohu A’lam Bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here