Beranda Keutamaan Keutamaan Makan Sahur Di Bulan Ramadan

Keutamaan Makan Sahur Di Bulan Ramadan

162
0
Keutamaan Makan Sahur Di Bulan Ramadan

Aminsaja.comKeutamaan Makan Sahur Di Bulan Ramadan. Di bulan Ramadan ada amalan sangat dianjurkan yang dilakukan di akhir malam, yaitu makan sahur. Amalan ini disepakati oleh para ulama dihukumi sunah dan bukanlah wajib, sebagaimana kata Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, 7: 206. Namun, amalan ini memiliki keutamaan karena dikatakan penuh berkah. Dalam hadits muttafaqun ‘alaih, dari Anas bin Malik, Nabi SAW bersabda:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً

Artinya: “Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095).

Yang dimaksud berkah, adalah turunnya dan tetapnya kebaikan dari Allah SWT pada sesuatu. Berkah bisa mendatangkan kebaikan dan pahala, bahkan bisa mendatangkan manfaat dunia dan akhirat. Namun patut diketahui bahwa berkah itu datangnya dari Allah SWT yang hanya diperoleh jika seorang hamba mentaati-Nya.

Ada 7 Keberkahan Makan Sahur dijelaskan sebagai berikut:

1. Memenuhi perintah Rasul SAW 

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً

Artinya: “Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095).

Dalam hadist dijelaskan tentang ketaatan kepada Nabi SAW sebagai berikut:

مَّن يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ۖ وَمَن تَوَلَّىٰ فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا 

Artinya: “Barangsiapa yang taat kepada Rasul, maka sesungguhnya ia telah taat kepada Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (QS. An Nisaa’: 80).
Allah SWT juga berfirman dalam lain sebagai berikut:

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Artinya: “Dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al Ahzab: 71).

2. Makan sahur Merupakan syi’ar Islam yang membedakan dengan ajaran Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani)

Dari ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah SAW bersabda:

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

Artinya: “Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani) adalah makan sahur.” (HR. Muslim no. 1096).

3. Dengan makan sahur, keadaan fisik lebih kuat dalam menjalani puasa

Imam Nawawi RA berkata, “Berkah makan sahur sangat jelas yaitu semakin menguatkan dan menambah semangat orang yang berpuasa.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 206). Dan orang yang makan sahur mendapatkan shalawat dari Allah SWT dan doa dari para malaikat-Nya. Sebagaimana yang dijelaskan dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi SAW bersabda:

السُّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلاَ تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

Artinya: “Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad 3: 44. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih lighoirihi).

4. Waktu makan sahur adalah waktu yang di berkahi

Di karenakan ketika itu, Allah SWT turun ke langit dunia. Sebagaimana dijelaskan dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

Artinya: “Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman, “Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari no. 1145  dan Muslim no. 758).

5. Waktu sahur adalah waktu utama untuk beristighfar

Sebagaimana orang yang beristighfar saat itu dipuji oleh Allah SWT dalam beberapa ayat sebagai berikut:

وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

Artinya: “Dan orang-orang yang meminta ampun di waktu sahur.”  (QS. Ali Imran: 17).

Dalam ayat lain dijelaskan sebagai berikut:

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Artinya: “Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar. ” (QS. Adz Dzariyat:17-18).

6. Orang yang makan Sahur dijamin bisa menjawab azan Salat Subuh dan juga bisa Mendapati Salat Subuh di waktunya secara berjamaah.

Tentu ini adalah suatu kebaikan, apabila tidak bangun untuk bersahur kadangkala salat subuhnya dikhawatirkan akan kelewat.

7. Makan Sahur sendiri Bernilai Ibadah jika diniatkan untuk Semakin kuat Dalam melakukan ketaatan pada Allah

Intinya, makan sahur punya berbagai keberkahan. Itulah rahasia-rahasia yang mungkin sebagian kita tidak mengetahuinya. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW sebagai berikut:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً

Artinya: “Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095).

Wallahu A’lamu Bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here