Beranda Keutamaan Keutamaan Membaca Al-Qur’an Beserta Dalilnya

Keutamaan Membaca Al-Qur’an Beserta Dalilnya

419
4
Keutamaan Membaca Al-Qur'an Beserta Dalilnya

Aminsaja.ComKeutamaan Membaca Al-Qur’an Beserta Dalilnya, Al-Qur’an merupakan sumber hukum dan pedoman hidup bagi seluruh umat Islam di dunia.

Al-Quran merupakan Firman Allah SWT yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril, yang berisi, kisah, Perintah, larangan, janji dan ancaman.

Al-Qur’an merupakan salah satu rukun iman yang ketiga yang wajib diimani, Di samping itu Al-Qur’an merupakan makhluk Allah SWT yang dapat menuntun manusia untuk mendapatkan keselamatan, ketenangan dan kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat.

Mestinya semua umat Muslim dapat membacanya, karena dengan membaca Al-Qur’an diharapkan dapat memahaminya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Apa Saja keutamaan membaca Al-Qur’an? berikut kami sajikan tentang keutamaan membaca Al-Qur’an lengkap beserta dalilnya.

Pahala membaca Dan Mengamalkan Al-Qur’an

pahala orang yang membaca Alquran dan mengamalkannya akan berlipat ganda di hari kiamat. Dalam surat Fathir ayat 29-30, Allah SWT berfirman: 

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Al-Qur’an) dan mendirikan Shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha mensyukuri.”

Keutamaan Membaca Al-Qur’an adalah

1. Pemberi syafa’at di hari kiamat

Dari sahabat Abu Umamah Al-Bahili RA, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda :

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه 

Artinya: “Bacalah Al-Quran Karena sesungguhnya Al-Qur’an akan datang pada Hari Kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang membacanya.” (HR. Muslim 804).

2. Menjadi Hujah bagi yang membacanya

Dari An-Nawwas bin Sam’an, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: 

يؤتى يوم القيامة بالقرآن وأهله الذين كانوا يعملون به، تقْدُمُهُ سورة البقرة وآل عمران تحاجَّان عن صاحبهما 

Artinya: “Pada hari kiamat, Alquran akan didatangkan dan juga para ahli Alquran, yaitu orang-orang yang mengamalkannya di dunia. Di depannya ada surat Al-Baqarah dan Ali ‘Imrān, keduanya menjadi hujah bagi orang yang membacanya.” (HR. Muslim:805)

3. Menjadikan golongan orang yang paling baik, bagi pembacanya

Rasulullah SAW bersabda :

( خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ ) رواه البخاري .

Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari:5027

4. Perumpamaan bagi pembacanya seperti buah yang manis dan enak

Dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ari ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda :

( مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ مَثَلُ الأُتْرُجَّةِ : رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ ، وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ : لاَ رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ ، وَمَثلُ المُنَافِقِ الَّذِي يقرأ القرآنَ كَمَثلِ الرَّيحانَةِ : ريحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ ، وَمَثَلُ المُنَافِقِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثلِ الحَنْظَلَةِ : لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ ) متفقٌ عَلَيْهِ .

Artinya: “Perumpamaan seorang mukmin yang rajin membaca Al-Qur”an adalah seperti buah Al-Atrujah : aromanya wangi dan rasanya enak. Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur`an adalah seperti buah tamr (kurma) : tidak ada aromanya namun rasanya manis. Perumpamaan seorang munafik namun ia rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Raihanah : aromanya wangi namun rasanya pahit. Sedangkan perumpamaan seorang munafik yang tidak rajin membaca Al-Qur`an adalah seperti buah Hanzhalah : tidak memiliki aroma dan rasanya pun pahit.” (HR.Bukhari:5427, Muslim:797)

5. Mengangkat Drajat seseorang

Dari sahabat ‘Umar bin Al-Khaththab ra, bahwa Nabi SAW bersabda :

( إنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الكِتَابِ أقْوَاماً وَيَضَعُ بِهِ آخرِينَ ) رواه مسلم .

Artinya: “Sesungguhnya Allah dengan Al-Qur`an ini mengangkat suatu kaum, dan menghinakan kaum yang lainnya.” (HR. Muslim 269)

6. Pantas di irikan oleh orang lain

Dari Ibnu ‘Umar ra, Rasulullah SAW bersabda:

لا حَسَدَ إلَّا على اثنتَينِ: رجُلٌ آتاهُ اللهُ مالًا، فهو يُنْفِقُ مِنهُ آناءَ اللَّيلِ وآناءَ النَّهارِ، ورجُلٌ آتاهُ اللهُ القُرآنَ، فهو يَقومُ به آناءَ اللَّيلِ وآناءَ النَّهارِ.

Artinya: “Tidak boleh ada hasad kecuali pada dua perkara: ada seseorang yang dianugerahi harta lalu ia gunakan untuk berinfak pada malam dan siang, juga ada orang yang dianugerahi Al-Qur’an, lantas ia berdiri dengan membacanya malam dan siang.” (HR. Bukhari:5025,7529 dan Muslim:815)

7. Mendatangkan ketenangan Batin

Sebagaimana disebutkan saat dibacakan surat Al-Kahfi. Disebutkan oleh Al-Barra’ bin ‘Azib, ia berkata,

بَيْنَمَا رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – يَقْرَأُ ، وَفَرَسٌ لَهُ مَرْبُوطٌ فِى الدَّارِ ، فَجَعَلَ يَنْفِرُ ، فَخَرَجَ الرَّجُلُ فَنَظَرَ فَلَمْ يَرَ شَيْئًا ، وَجَعَلَ يَنْفِرُ ، فَلَمَّا أَصْبَحَ ذَكَرَ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ « تِلْكَ السَّكِينَةُ تَنَزَّلَتْ بِالْقُرْآنِ »

Artinya: “Ada seseorang yang sedang membaca (surat Al-Kahfi). Di sisinya terdapat seekor kuda yang diikat di rumah. Lantas kuda tersebut lari. Pria tersebut lantas keluar dan melihat-lihat ternyata ia tidak melihat apa pun. Kuda tadi ternyata memang pergi lari. Ketika datang pagi hari, peristiwa tadi diceritakan pada Nabi SAW, lantas beliau bersabda,Ketenangan itu datang karena Al-Qur’an.” (HR. Bukhari, no. 4839 dan Muslim, no. 795)

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan, “Itulah yang menunjukkan keutamaan membaca Al-Qur’an. Al-Qur’an itulah sebab turunnya rahmat dan hadirnya malaikat. Hadits itu juga mengandung pelajaran tentang keutamaan mendengar Al-Qur’an.” (Syarh Shahih Muslim, 6: 74)

8. Dilipatgandakan pahalanya

Dari Ibnu Mas’ud ra ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Artinya: “Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitabullah (al-Qur’an) maka baginya satu kebaikan, dan setiap satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat kebaikan yang sama dengannya, aku tidak berkata ‘alif laam miim’ satu huruf, akan tetapi ‘alif ’ satu huruf, ‘lam’ satu huruf, dan ‘mim’ satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi:2910)

9. Dianggap menjadi kerabat Allah SWT / Ahlullah

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ لِلَّهِ أَهْلَيْنِ مِنَ النَّاس. قَالُوا: يَا رَسُوْلَ مَنْ هُمْ ؟ قَالَ: هُمْ أَهْلُ القُرْآنِ أَهْلُ للهِ وَخَاصَتُهُ

Artinya: “Sesungguhnya Allah SWT memiliki kerabat dari manusia. Dikatakan, “Siapa mereka wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘ahlu al-Qur’an, mereka adalah ahlullah dan orang-orang dekatnya.” (HR. Ibnu Majah:215)

Muhammad Fuad Abdul Baaqi menjelaskan, “Ahlul qur’an” yakni para penghafal al-Qur’an yang membacanya siang dan malam, serta mengamalkannya.” (Sunan Ibnu Majah, Tahqiq Muhammad Fuad Abdul Baaqi, Dar Ihya Al-Kutub Al-Arabiyyah, 1/78)

10. Terhindar dari Adzab Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda:

اِقْرَؤُوا اْلقُرْآنَ فَإِنَّ اللهَ لَنْ يُعَذَّبَ قَلْبًا وَعَى اْلقُرْآنُ

Artinya: “Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya Allah tidak akan mengazab seorang hamba yang hatinya dipenuhi dengan Al-Qur’an.” (Sunan ad-Darimi:3319)

11. Dikumpulkan dengan malaikat

Rasulullah SAW Bersabda:

المَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُو عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ

Artinya: “Orang yang lancar membaca Al-Qur’an akan dikumpulkan bersama para malaikat yang mulia lagi taat kepada Allah, adapun orang yang membaca Al-Qur’an dan terbata-bata di dalamnya serta merasa sulit dalam membacanya, maka baginya dua pahala.” (HR. Muslim:798)

12 Membawa Keselamatan

Mutrif rahimahullahuta’ala berkata, “Ini adalah ayat para qari’.”  

قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ * يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ

Artinya: “Sesungguhnya telah datang kepada kalian cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan.” (QS Al-Ma’idah: 15-16).

13. Menjadi orang yang pertama yang diputuskan di hari kiamat

Abu Hurairah RA, sebagaimana diriwayatkan Muslim dan Ahmad, berkata bahwa Nabi SAW bersabda: 

أول الناس يُقضى يوم القيامة عليه… ورجل تعلم العلم وعلمه وقرأ القرآن، فأُتي به، فعرَّفه نِعَمَهُ فعرفها، قال: فما عملت فيها؟ قال: تعلمتُ العلم وعلمته، وقرأتُ فيك القرآن، قال: كذبت، ولكنك تعلمتَ العلم ليُقال: عالم، وقرأت القرآن ليُقال: هو قارئ، فقد قيل، ثم أُمر به فسُحب على وجهه حتى أُلقيَ في النار

Artinya: “Sesungguhnya orang pertama yang akan diputuskan pada hari kiamat kelak…..adalah orang yang belajar ilmu agama dan mengajarkannya, serta pandai membaca Alquran. Maka diberitakan tentang nikmat-nikmat yang telah ia dapatkan dan ia mengakuinya. Lalu ia ditanya: ”Lalu, apakah amalanmu di dalamnya?”

Demikian penjelasan tentang keutamaan membaca Al-Qur’an, begitu tinggi dan mulianya kitab Allah ini sehingga membacanya pun harus dengan Adab membaca Al-Qur’an.

Dan pesan bagi yang menghafal Al-Qur’an hati-hatilah agar tidak cepat lupa. sebagaimana diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari –radhiyallahu anhu– ia berkata Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَعاهَدُوا هذا القُرْآنَ، فَوالذي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بيَدِهِ لَهو أشَدُّ تَفَلُّتًا مِنَ الإبِلِ في عُقُلِها

Artinya: “Hati-hatilah kamu sekalian terhadap Al-Qur’an. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, Sungguh Al Quran itu lebih cepat terlepasnya daripada unta yang bisa terlepas dari ikatan” (mutafaq “alaih(HR.Bukhari:5033 dan Muslim:791)

Wallohu A’lam Bissowab


4 KOMENTAR

    • Perintah mendengarkan bacaan Al-Quran ini terdapat dalam surah Al-A’rof ayat 204, Allah berfirman;
      وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
      Dan apabila dibacakan Alquran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.
      Meski mendengarkan bacaan Al-Quran mendapatkan pahala, namun pahala tersebut tidak sama dengan pahala orang yang membaca Al-Quran. disebutkan dalam kitab Biharul Anwar berikut;
      وعن أبي عبد الله عليه السلام قال: من استمع حرفا من كتاب الله من غير قراءة كتب له حسنة، ومحي عنه سيئة، ورفع له درجة
      Dari Ubai Abdillah-semoga keselamatan atasnya-, dia berkata; ‘Barangsiapa mendengarkan satu huruf dari kitab Allah (Al-Quran) tanpa membaca, maka ditulis baginya satu kebaikan, dihapus darinya satu keburukan, dan diangkat baginya satu derajat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here