Beranda Aminsaja News Keutamaan Puasa 10 Muharram

Keutamaan Puasa 10 Muharram

51
0
Keutamaan Puasa 10 Muharram

Aminsaja.com Keutamaan Puasa 10 Muharram. Puasa 10 Muharram merupakan salah satu puasa sunah yang sangat dianjurkan, bahkan mayoritas sejumlah riwayat menyebut Rasulullah SAW kerap berpuasa pada tanggal 10 Muharram. 

Umat Muslim dianjurkan untuk berpuasa pada hari Asyura yakni 10 Muharram. Banyak riwayat yang menyebut betapa pentingnya berpuasa pada hari Asyura di bulan Muharram. Salah satunya dalam hadits Muslim, dari Abu Qatadah, Rasulullah SAW berharap dengan berpuasa pada hari Asyura, Allah SWT menebus dosa-dosa selama satu tahun ke belakang. Sebagaimana diterangkan dalam sabda Rasulullah SAW:

عن أبي قتادة أن رجلاً سأل النبي _صلى الله عليه وسلم_ عن صيام يوم عاشوراء، فقال: ” إني أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله

Artinya: “Diceritakan dari Abi Qatadah sesungguhnya seseorang bertanya kepada Nabi SAW tentang puasa Asyura, maka Rasulullah menjawab: “Saya berharap kepada Allah dengan puasa hari Asyura bisa menghapus puasa satu tahun sebelumnya”.

Keutamaan berpuasa di hari Asyura pada Muharram tidak bisa dilepaskan dari kultur Yahudi umat Nabi Musa AS. Dalam riwayat Ibnu Abbas, diceritakan ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah dan menemukan orang-orang Yahudi yang sedang berpuasa pada hari Asyura.  Salah seorang Yahudi menjelaskan kepada Nabi SAW mengapa mereka berpuasa pada hari tersebut. Dalam riwayat Ibnu Abbas dijelaskan sebagai berikut: 

عن ابن عباس رضي الله عنهما أن رسول الله _صلى الله عليه وسلم_ قدم المدينة فوجد اليهود صياماً يوم عاشوراء، فقال لهم رسول الله _صلى الله عليه وسلم_: “ما هذا اليوم الذي تصومونه؟” فقالوا: هذا يوم عظيم أنجى الله فيه موسى وقومه، و أغرق فرعون وقومه، فصامه موسى شكراً، فنحن نصومه، فقال رسول الله _صلى الله عليه وسلم_: “فنحن أحق وأولى بموسى منكم” فصامه رسول الله _صلى الله عليه وسلم_ وأمر بصيامه”

Artinya: “Diceritakan dari Ibnu Abbas RA sesungguhnya Rasulullah SAW datang ke Madinah menemukan seorang Yahudi lagi berpuasa hari Asyura, maka Rasulullah SAW bertanya kepada mereka: “Hari apa ini kenapa kalian berpuas?”, maka mereka menjawab: Ini adalah hari yang sangat agunng dimana di hari tersebut Allah menyelamatkan Nabi Musa beserta kaumnya dan menenggelam Fir’un beserta pasukannya. Maka Nabi Musa berpuasa sebagai bentuk syukur dan kami juga ikut berpuasa. Maka Rasulullah SAW bersabda: “Kami lebih berhak untuk Musa dari pada kalian”, maka Rasulullah SAW berpuasa serta menganjurkan kepada umatnya untuk melakukan puasa tersebut”.

Yahudi berpuasa pada 10 Muharram karena pada hari itu adalah hari di mana Nabi Musa dan pengikutnya (Bani Israil) diselamatkan oleh Allah dari kejaran Fira’un dan pengikutnya. Sebagai bentuk terima kasih dan rasa syukurnya kepada Allah, Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Mendengar hal itu, Rasulullah SAW bersabda, “Saya lebih berhak terhadap Musa daripada kalian (umat Yahudi).” Lantas, Nabi SAW ikut berpuasa pada hari itu dan menganjurkan umatnya untuk juga berpuasa pada hari Asyura. 

Dari riwayat itu, tampak Nabi Muhammad SAW membiarkan para Yahudi berpuasa pada hari Asyura untuk memperingati hari di mana Nabi Musa dan Bani Israil diselamatkan dari kejaran Fira’un.

عن ابن عباس _رضي الله عنهما_ قال:” ما رأيتُ النبي _صلى الله عليه وسلم_ يتحرّى صيام يوم فضله على غيره إلا هذا اليوم يوم عاشوراء، وهذا الشهر يعني شهر رمضان

Artinya: “Dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Aku tidak pernah melihat Nabi SAW begitu bersemangat berpuasa di hari yang paling dia sukai dibandingkan hari lain, kecuali hari ini, Hari Asyura.” (HR Bukhari) 

Tentunya, selain berpuasa pada 10 Muharram, umat Muslim juga dianjurkan berpuasa pada hari Tasu’a (9 Muharram) untuk membedakan umat Muslim dengan Yahudi. 

Sebagaimana pendapat Ibnu Taimiyah, bahwa seorang Muslim yang berpuasa pada hari Asyura disunnahkan untuk juga melakukan ibadah puasa pada hari Tasu’a.  Sebab, puasa hari Tasu’a adalah perintah terakhir Rasulullah SAW meski beliau sendiri tidak sempat melakukannya karena wafat.

Wallahu A’lamu Bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here