Beranda Doa-Doa Praktis Keutamaan Salam

Keutamaan Salam

7
0
Keutamaan Salam

Aminsaja.com – Keutamaan Salam. Kita sebagai seorang muslim, mengucapkan salam itu adalah hal yang sunah dilakukan setiap hari dalam berbagai aktivitas, seperti bertemu dengan sesama muslim. Karena sebagai penghormatan kepada sesama muslimnya adalah mengucapkan salam. Sebagaimana sabda Nabi SAW:

إنَّ أوْلىَ النِّاس باللهِ مَنْ بَدأهم بالسَّلاَم

Artinya: “Sesungguhnya manusia yang paling utama di sisi Allah adalah yang terlebih dahulu mengucapkan salam.” (HR Abu Dawud)

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an sebagai berikut:

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

Artinya: “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu. (QS. An-Nissa’: 86)

Apabila kita diberi suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Menurut mayoritas ulama, bahwa firman ini mengenai salam, dan juga menunjukkan wajibnya menjawab salam, bisa dengan jawaban yang lebih baik, yaitu ditambahi Warahmatullahi; dan jika kata-kata ini ditambah: wabarakaatuh, yaitu salam yang lengkap; atau dengan jawab semisalnya, karena diriwayatkan: Bahwa seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah SAW: “Assalamu’alaika“. Maka jawab Nabi: “Wa’alaikas Salam warahmatullahi”. Dan yang lain berkata: Assalmua’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”. Maka Nabi jawab: “Wa’alaikas Salam warahmatullahi wabarakatuh”. Lalu yang lain berkata berkata: Assalamua’alaium warahmatullahi wabarakatuh”. Maka jawab Nabi: “Wa’alaika”. Orang itu bertanya: “Engkau mengurangi aku. Manakah yang difirmankan Allah SWT ” Dan orang itu pun membaca ayat diatas.

Maka jawab Nabi SAW: “Sesungguhnya kamu tidak meninggalkan sisa untukku, maka aku menjawab kepadamu dengan semisalnya. ” Hal itu karena salam orang tersebut memuat bagian cita-cita, yaitu keselamatan dari bahaya, dan diperolehnya serta tetapnya kemanfaatan-kemanfaatan. Dan berdasarkan hadist ini, ada pula yang mengatakan: “Atau untuk memberi pilihan, apakah pemberi salam itu akan menyampaikan penghormatan dengan sebagiannya atau menyampaikan penghormatan sepenuhnya”. Sedang kewajiban menjawab ini adalah fardhu kifayah.

Dan sekalipun salam itu disyariatkan, namun tidak boleh dijawab di kala khutbah disampaikan, di kala Al-Qur’an dibaca, sewaktu dalam kamar mandi, ketika buang air dan sebagainya.

“Sesungguhnya Allah selalu membuat perhitungan atas tiap-tiap sesuatu” menghisap kamu sekalian atas penghormatan dal lainnya (Qadhi Baidhawai)

Diceritakan dari Abdullah bin Mas’ud RA dari Nabi SAW bahwa baliau bersabda:

السَّلَامُ اِسْمٌ مِنْ أَسْمَاءِ اللهِ فَاَفْشُوْهُ بَيْنَكُمْ “و فِى رِواية” اِذَا سَلَّمَ الْمُسْلِمُ عَلَى الْمُسْلِمِ فَرَدَّ عَلَيْهِ صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ سَبْعِيْنَ مَرَّةً, فَاِنْ لَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ رَدَّ عَلَيْهِ مَنْ هُمْ مَعَهُ, ثُمَّ يَلْعَنُوْنَهُ سَبْعِيْنَ مَرَّةً

Artinya: “As-salam adalah setengah dari sekian asma’-asma’ Allah, maka tebarkanlah diantara kalian”. Riwayat lain: “ketika seorang muslim menyampaikan salam kepada sesamanya, lalu ia dibalas salamnya, maka para malaikat bershalawat 70 kali kepadanya. Dan kalau salamnya tidak dijawab oleh yang bersangkutan, maka mereka yang bersama malaikatlah yang menjawab salamnya, kemudian mereka mengutuki orang yang tak menjawab salam sebanyak 70 kali”.

Wallahu A’lamu Bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here