Beranda Khutbah Jum'at Khutbah Jumat : Manfaat Silaturahim

Khutbah Jumat : Manfaat Silaturahim

140
0
Khutbah Jumat : Silaturrahim

Khutbah Jumat ini : Manfaat silaturahim menjelaskan tentang keutamaan silaturahim, yang mana silaturahim tersebut harus kita jaga supaya kita hidup rukun dengan sesama.

Khutbah Pertama:

إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ …

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ

Hadirin sidang Jamaat rahimkumullah!

Silaturahim merupakan bagian dari hablum minannas, oleh sebab itu, Islam sangat menganjurkannya agar dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Silturahim mengandung beberapa manfaat, diantaranya untuk mempererat persahabatan atau persaudaraan sesama muslim, sebab antara muslim dan muslim lainya itu bersaudara, bahkan lebih dekat dari pada saudara kandung.

Melalui silaturahim kita dapat bertukar informasi tentang keadaan masing-masing, bisa saling memperhatikan, bahkan saling mengasihi, saling menyayangi dan saling mengingatkan.

Karena silaturrahim itu sangat penting maka Islam menetapkan hukum silaturahim itu sunah, artinya silaturahim akan mendatangkan pahala di akhirat selain dari beberapa manfaat di dunia. Nabi Muhammad SAW bersabda :

عن عبد الله بن سلام -رضي الله عنه- قال: سمعت رسول الله -صلى الله عليه وسلم- يقول: «يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَفْشُوا السَّلَامَ وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ».

“Dari Abdullah bin Salām -raḍiyallāhu ‘anhu-, dia berkata, Aku mendengar Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Wahai manusia! Sebarkanlah salam, sambunglah silaturrahmi, berilah makanan, dan salatlah ketika orang-orang tidur, kalian pasti masuk surga dengan selamat.”

Hadist (Riwayat Tirmidzi, Ibnu Maja, Ahmad dan Dharimi).

Diantara Syarat Masuk surga

Berdasarkan hadist di atas, ada empat syarat untuk bisa masuk surga, tentu saja bila kewajiban-kewajibannya dilaksanakan, yaitu :

1. Senantiasa menyebarkan salam

Salam merupakan ciri muslim, membiasakan bersalam merupakan kewajiban setiap muslim, salam menjadi tanda dekatnya persaudaraan antara muslim dengan muslim lainya, hilangnya salam berarti hilangnya satu tanda ke Islaman. Bukan salam adat kebiasaan yang harus kita laksanakan, tetapi salam dalam arti ibadah yang hukumnya sunat.

Ada beberapa teknis mengucapkan salam, terutama kepada siapa saja kita harus mengucapkan salam, yaitu :

  • Dari yang muda kepada yang tua
  • Dari yang sedikit kepada yang banyak
  • Dari yang berjalan kepada yang diam
  • Dari pada yang berkendara kepada yang diam atau berjalan kaki.

Dalam shalat, hukumnya mengucapkan salam yang pertama wajib karena termasuk rukun shalat, apabla shalat tidak mengucapkan salam maka shalatnya tidak sah. Hal ini merupakan bukti pentingnya kedudukan salam, sebab dengan bersalam kita sudah menghubungkan diri kepada sesama manusia (hablumminannas), sedangkan dengan takbiratul ihram berarti kita sudah menghubungkan diri kepada Allah (hablumminallah).

2. Memberikan makan kepada fakir miskin

Fakir miskin merupakan amanah Allah SWT terhadap kaum aghniya, hartawan dan dermawan. Allah SWT menitipkan agar nasib fakir miskin diperhatikan oleh mereka, yang kebetulan dipercaya Allah SWT untuk memiliki harta yang banyak. Amanah Allah SWT tersebut harus disalurkan dengan cara mengeluarkan zakatnya, atau infak, wakaf dan sedekah agar kaum fuqara wal masakin bisa ikut bergembira memperoleh rezeki dari Allah AWT yang dititipkan pada kaum hartawan.

3. Silaturahim mempererat persaudaraan

Silaturahim berasal dari kata Silah artinya menghubungkan, sedangkan Rahim atau Rahmi artinya kandungan, silaturrahim diartikan menghubungkan persaudaraan, sebab semua manusia berasal dari satau kandungan, yaitu kandungan Siti Hawa, istri Nabi Adam AS. Rahim bisa juga diartikan cinta atau sayang. Bahkan Rahim merupakan salah satu nama Allah SWT, sebagimana firman Allah dalam hadist qudsi sebagai berikut :

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ‏:‏ أَنَا الرَّحْمَنُ، وَأَنَا خَلَقْتُ الرَّحِمَ، وَاشْتَقَقْتُ لَهَا مِنَ اسْمِي، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ، وَمَنْ قَطَعَهَا بَتَتُّهُ

Artinya : “Allah SWT yang Maha Besar dan Maha Kuasa berfirman. “Aku adalah yang Maha Pengasih (Ar-Rahman). Aku membuat ikatan persaudaraan dan memberinya nama dari namaKu. Jika siapa saja mempertahankan ikatan silaturahmi, maka mempertahankan hubungan dengannya. Dan Aku akan memutus hubungan dengan siapa saja yang memutuskan silaturahmi.”

(Disebut dalam kitab Al-Adab Al-Mufrad).

Selanjutnya dalam hadist riwayat Ahmad dan tabrani disebutkan :

“Sebaik-baiknya orang yaitu yang paling takwa kepada Allah SWT, yang paling rajin bersilaturrahim, yang suka menyuruh berbuat baik, dan mencegah kejahatan”.

Dalam riwayat lain dijelaskan :

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya:“Siapa saja yang senang diberi lebih banyak kemakmuran (wealth) dan umur panjang, maka dia harus menjalin hubungan baik dengan orangtua dan saudaranya.” (HR Bukhari).

Sebaliknya, orang yang memutuskan persaudaraan meskipun rajin beribadah, Allah SWT menyediakan siksa baginya, bahkan tidak akan bisa masuk surga.

Rasulullah SAW. Bersabda :

قَالَ رَسُوْلُ اللَّه صلى الله عليه و سلم : “لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ” يَعْنِي: قَاطِعَ رَحِمٍ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya :“Tidak akan masuk surga orang memutuskan silaturrahim” (Muttafaq Alaih)

4. Melaksanakan shalat tahajjud

Mendirikan shalat malam ketika orang lain sedang tidur nyenyak merupakan bukti dekatnya seorang muslim kepada Allah SWT, meskipun mengantuk atau kedinginan dia memaksakan diri bangun, bahkan hal itu sudah terbiasa. Shalat tengah malam akan terasa khusuk dan nikmat terhadap Allah SWT yang telah dilakukan pada siang harinya, bila ada perbuatan dosa yang dilakukan, cepatlah istighfar disertai mohon perlindungan agar esok tidak mengulanginnya lagi.

Pantaslah Allah SWT menjanjikan surga bagi orang yang membiasakan shalat tahajjud ini, sebab tantangannya lebih banyak dan berat.

Hadirin sidang jumaat rahimakumullah!

Di negara kita ada suatu kebiasaan yang baik dalam melaksanakan silaturahim, yaitu yang disebut halal bihalal, biasanya dilaksanakan setelah shaum Ramadhan. Entah dari mana asalnya dan siapa yang memulai kebiasaan tersebut, namun apabila dilihat cara dan isinya kegiatannya sangat bagus, bahkan mengandung maslahat dan manfaat yang besar, juga sesuai dengan akhlak manusia yang takwa, sebab diisi dengan cara saling memaafkan atau membebaskan dosa satu sama lain.

Apabila kita berbicara masalah dosa maka dosa merupakan dua hak yang maafnya harus diminta.

  • Hak yang pertama yaitu dosa yang merupakan hak Allah SWT, untuk menghapusnya kita wajib secara langsung mohon ampunan kepada-Nya dengan cara beristighfar.
  • Hak yang kedua yaitu dosa yang merupakan hak sesama manusia, terhadap hak manusia ini Allah AWT tidak akan mengampuni apabila yang berhak belum memaafkannya. Tetapi meskipun demikian apabila permohonan kita ditolak, masalahnya kita serahkan saja kepada Allah SWT, sebab sebagai manusia kita tidak bisa memaksa orang untuk memberikan maaf.

Perlu diketahui bahwa orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain sulit untuk mendapat derajat takwa, Allah SWT. Berfirman :

 وَ اَنۡ تَعۡفُوۡۤا اَقۡرَبُ لِلتَّقۡوٰی

Artinya : Dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada darajat takwa  (Al-Baqarah:237).

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ بِاْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khotbah kedua :

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ  


عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here