Beranda Khutbah Jum'at Khutbah Jumat: Menyambut Bulan Sya’ban

Khutbah Jumat: Menyambut Bulan Sya’ban

201
0
Khutbah Jumat: Menyambut Bulan Sya’ban

Aminsaja.com – Khutbah Jumat: Menyambut Bulan Sya’ban. Yang mana bulan Sya’ban ini adalah bulan penuh ampunan, pertolongan, dan pembebasan dari api neraka, yang sebagian besar orang melupakannya.

Khutabah Pertama


اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ:

فَيَاأيُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Sidang jumat rahumakumullah!

Marilah Bersama-sama kita meningkatkan takwa kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat Iman dan kesehatan kepada kita semua, shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang yaitu addinul Islam (Agama Islam).

Sidang jumat yang dirahmati Allah

Menjelang bulan Sya’ban tahun ini, umat muslim di seluruh dunia khususnya Indonesia sedang mendapatkan ujian, berupa virus varian baru yaitu omicron. Virus yang telah menjangkit dan menganggu aktivitas manusia, khususnya umat Islam untuk menghadapi bulan Ramadhan, sehingga umat Islam dalam melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan tidak maksimal. Maka sebaiknya kita sebagai umat muslim bersama-sama mengetuk pintu langit dengan memanfaatkan bulan Sya’ban ini sebagai bulan untuk memperbanyak amalan, diantaranya: Berdoa, memohon dan bermunajat kepada Allah SWT agar ujian berupa virus varian baru ini segera berlalu.

Bulan Sya’ban, merupakan bulan yang seringkali dilupakan, dikarenakan sebagian umat muslim langsung teringat akan hadirnya bulan Ramadan. kebanyakan orang lupa bahwa bulan Sya’ban merupakan bulan yang sangat mulia. Pada bulan ini Rasulullah SAW memperbanyak amal ibadahnya secara maksimal.

Rasulullah SAW bersabda:

ذاكَ شهر تغفل الناس فِيه عنه ، بين رجب ورمضان ، وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين، وأحب أن يرفع عملي وأنا صائم{ حديث صحيح رواه أبو داود النسائي}

Artinya: ”Bulan Sya’ban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bula Ramadan. Bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa.” (HR Abu Dawud dan Nasa’i)

Rasulullah SAW pada bulan Sya’ban terus meningkatkan amal ibadahnya, padahal Rasulullah SAW telah dijamin keselamatannya oleh Allah SWT. Oleh karena itu, di tengah berbagai cobaan yang sedang melanda seperti sekarang ini, lebih baik mendekatkan diri kepada Allah SWT, sehingga ujian berupa sebaran virus varian baru ini segera berlalu, dan umat muslim memasuki bulan Ramadan dengan suka cita dan tanpa kekawatiran.

Pada bulan Sya’ban ini, terdapat keutamaan yang oleh Allah SWT langsung diberikan kepada siapa saja yang memanfaatkannya secara baik, di antaranya adalah (syafaat) berupa pertolongan, (Maghfirah) berupa ampunan dan (Itqun min adzabin naar) pembebasan dari siksa api neraka. Ketiga keutamaan bulan ini mari Bersama-sama kita manfaatkan sehingga Indonesia khususnya dan umat muslim di seluruh dunia dapat memasuki bulan Ramadhan dengan penuh kekhusuan.

Sidang jumat yang dimuliakan Allah

Untuk mendapatkan Syafaat, Maghfirah dan Itqun min adzabin naar tentu saja kita harus benar-benar menjalankan perintah dan larangan Allah sebaik-baiknya.

Ada 4 hal yang dapat membawa kita untuk menuju keselamatan yang dijanjikan Allah SWT diantaranya:

Pertama, pada bulan Sya’ban kita dapat memperbanyak puasa, selain sebagai latihan untuk memasuki bulan Ramadhan, puasa juga merupakan ibadah yang sangat dianjurkan, bahkan Rasulullah SAW tidak memutus puasanya dari bulan Sya’ban hingga memasuki puasa ramadhan, sebagaimana diterangkan dalam hadits berikut:

Dari Ummul Mu’minin Aisyah RA. mengatakan:

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ يَصُومُ مِنَ السَّنَةِ شَهْرًا تَامًّا إِلَّا شَعْبَانَ، وَيَصِلُ بِهِ رَمَضَانَ

Artinya: “Bahwa Nabi SAW belum pernah puasa satu bulan penuh selain Sya’ban, kemudian beliau sambung dengan Ramadhan.” (HR. An Nasa’i)

Dalam hadits yang lain yang diriwayatkan dari Aisyah RA. dia berkata:

عَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا- قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ, فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah RA. bahwasannya dia berkata, “Dulu Rasulullah SAW berpuasa sampai kami mengatakan bahwa beliau tidak berbuka, dan berbuka sampai kami mengatakan bahwa beliau tidak berpuasa. Dan saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa dalam sebulan kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Puasa sunah pada bulan Sya’ban selain untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih takwa kepada Allah SWT, juga dapat menjadi obat untuk menghindari aktivitas yang tidak penting dan juga dapat sebagai benteng diri untuk menjauhi segala apa yang dilarang oleh Allah SWT. Selain itu dengan berpuasa kita akan menjadi lebih sehat baik secara fisik maupun rohani.

Kedua, memperbanyak membaca Al-Qur’an, supaya kita dapat memanfaatkan waktu di bulan Sya’ban ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak membaca Al-Quran. Kita juga mempunyai kesempatan yang lebih untuk dapat mengkaji hikmah maupun pelajaran yang terdapat dalam Al-Qur’an sehingga kita tidak hanya membaca saja namun dapat mengamalkan segala perintah Allah SWT secara kaffah. (keseluruhan).

Dengan memperbanyak membaca Al-Quran, kita juga dapat terhindar dari menghibah (menggungjing) sesama, kita dapat menghindar dari membaca broadcast yang kemungkinan besar berisi hoaxs. Di bulan Sya’ban dan di tengah pandemi yang melanda, kita juga dapat lebih dekat dengan keluarga, lebih banyak berinteraksi dengan keluarga, karena mungkin selama ini kita terlalu sibuk dengan pekerjaan. Maka bulan Sya’ban menjadi bulan yang sangat tepat untuk mengisi dengan berbagai amalan yang positif.

Sidang jumat yang dirahmati Allah

Ketiga, memperbanyak amal-amalan saleh. Tentu saja mengerjakan amal saleh tidak hanya terbatas pada bulan Sya’ban saja, namun demikian seperti yang khatib sampaikan bahwa untuk menuju manusia yang bersih dalam rangka menyambut Ramadan tentu saja kita harus terus melatih diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya.

Di tengah pandemi mari tingkatkan amal baik dengan saling membantu bukan dengan saling menyalahkan saling menghujat, saling bertengkar yang menyebabkan rusaknya hati kita, yang menyebabkan rusaknya tali silaturrahim. Padahal merusak tali silaturrahim ancamannya sangat nyata, dalam sebuah hadits disebutkan:

قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ : أَنَا الرَّحْمَنُ ، خَلَقْتُ الرَّحِمَ ، وَشَقَقْتُ لَهَا اسْمًا مِنَ اسْمِي ، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ ، وَمَنْ قَطَعَهَا قَطَعْتُهُ

Artinya: “Allah ‘azza wajalla berfirman, “Akulah Sang Rahman. Aku menciptakan rahim dan Aku pula yang mengambilkannya dari nama-Ku.  Barangsiapa menyambung rahim (tali kekeluargaan) maka Aku tersambung dengannya, dan barangsiapa memutusnya Aku pun terputus darinya”. (HR Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud).

Melalui momentum bulan Sya’ban ini, janganlah kita memperkeruh suasana dengan berbagai macam fitnah yang kita lempar kepada pemerintah dan terutama ulama-ulama yang telah berijtihad demi kemaslahatan umat.

Sidang jumat yang dirahmati Allah

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang memiliki umur yang diberkahi Allah SWT sehingga kita dapat memanfaatkan umur kita dengan sebaik-baiknya dan dapat menjalankan tuntunan Nabi Muhammad SAW yang setiap harinya memohon ampun dan perlndungan Allah SWT.

جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِه المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمانِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ:

 فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

 عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here