Beranda Keutamaan Kriteria Pemimpin Ideal Menurut Islam

Kriteria Pemimpin Ideal Menurut Islam

189
0
Kriteria Pemimpin Ideal Menurut Islam

Aminsaja.com Kriteria Pemimpin Ideal Menurut Islam, banyak sekali disebut baik dalam Al-Qur’an maupun hadits, Hal ini menunjukkan bahwa kedudukan seorang pemimpin sangat penting dalam Islam.

Pada dasarnya setiap manusia adalah pemimpin, dan harus bertanggungjawab dengan apa yang dipimpinnya. Namun dalam kehidupan nyata banyak orang merasa senang menjadi pemimpin tetapi lupa akan kewajibannya.

Kesuksesan sebuah Bangsa atau Negara, komunitas dan organisasi apa pun sangat tergantung dengan bagaimana pemimpinya. Pemimpin punya peran sentral dalam mengendalikan sesuatu yang dipimpinnya.

Pemimpin yang baik adalah dicintai oleh rakyat atau anggota yang dipimpinnya, banyak sekali kriteria pemimpin yang ideal menurut Islam, Apa dan bagaimana pemimpin yang menurut Islam dianggap Ideal?

Pengertian Pemimpin

pemimpin adalah orang yang yang diserahi tugas memimpin suatu kelompok / organisasi / perusahaan. Sedangkan kepemimpinan adalah cara yang dipakai oleh seorang pemimpin dalam memimpin.

Pemimpin adalah orang yang berkuasa. Namun dibalik kekuasaannya keberhasilan seorang pemimpin sebenarnya dipengaruhi oleh 2 hal yang paling pokok yaitu karena oleh siapa yang memimpin dan siapa yang dipimpin.

Pemimpin Ideal Menurut Islam

Hal-Hal yang harus diperhatikan oleh seorang pemimpin adalah

1.Pemimpin Akan Dimintai Pertanggungjawaban

Tanggung jawab seorang pemimpin sangat berat, baik dan buruknya organisasi yang dipimpin sangat tergantung pada sosok seorang pemimpin. Setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban baik didunia maupun di akhirat, sehingga pemimpin harus melakukan tugas kepemimpinannya dengan profesional, amanah dan bertanggungjawab. Rasulullah SAW sebagai berikut:

 اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Ibn umar r.a berkata, saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang kepala negara akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang istri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggung jawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian adalah pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungjawaban) dari hal yang dipimpinnya”. (HR.Bukhari Muslim)

2. Ancaman Pemimpin Yang Sewenang-wenang Diharamkan Masuk Surga

Kekuasaan sering kali menjatuhkan seseorang untuk melakukan perbuatan curang dan sewenang-wenang, puncak dari kekuasaan membuat orang lain tidak mempunyai keberanian untuk memberikan teguran dan nasihat. sehingga banyak sekali pemimpin justru melakukan hal-hal yang tidak baik dan sewenang-wenang. Ancaman bagi seorang pemimpin yang berbuat curang adalah haram masuk surga sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:

قال رسول الله صلى الله عليه ىسلم :مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

Rasulullah SAW bersabda: “Seorang hamba yang diberi oleh Allah kepercayaan memimpin rakyatnya, dan ia mati dalam keadaan menipu rakyat, maka Allah pasti mengharamkan surga baginya”. (Bukhari dan Muslim)

3. Memproritaskan Yang Dipimpin

Orientasi seorang pemimpin yang baik adalah senantiasa memprioritaskan dan mendahulukan kepentingan yang dipimpinnya. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW:

   قال صلى الله عليه وسلم: مَنْ ولَّاهُ الله -عز وجل- شيئًا مِنْ أَمْر المسلمين فاحْتَجَبَ دُونَ حاجَتِهم وخَلَّتِهِم وفقرهم، احْتَجَبَ الله عنه دون حاجَتِه وخَلَّتِهِ وفقره قال: فَجَعَل معاوية رجلًا على حَوائِج الناس.   [رواه أبو داود والترمذي وأحمد.]

Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang diberi kekuasaan oleh Allah mengurusi umat Islam, sedangkan ia tidak memperhatikan kedudukan dan kemiskinan mereka, maka Allah tidak akan memperhatikan kepentingan, kedudukan, dan kemiskinannya pada hari kiamat. Kemudian Mu’awiyah mengangkat seseorang untuk mengurus segala kepentingan manusia”. (HR. Abu Dawud, Thirmidzi dan Ahmad)

4. Pemimpin Tidak Boleh zalim

Banyak pemimpin yang melakukan kejahatan, tetapi sejahat-jahat pemimpin adalah yang zalim pada anggotanya.

انَّ شَرَّ الرِّعَاءِ الحُطَمَةُ فَإِيَّاك أَن تَكُون مِنهُم

Artinya: “Sejahat-jahat pemimpin adalah pemimpin yang zalim, Oleh karena itu jangan sampai kamu termasuk dari golongan mereka” (HR.Muslim:23/1830)

5. Pemimpin Yang Adil adalah Ahli Surga

Memang berat menjadi seorang pemimpin, tetapi janji Allah untuk pemimpin yang adil juga berupa surga.

قال صلى الله عليه وسلم: أهل الجنة ثلاثة: ذو سلطان مقسط متصدق موفق ، ورجل رحيم رقيق القلب لكل ذي قرب ومسلم، وعفيف متعفف ذو عيال {رواه مسلم}

Rasulullah SAW bersabda:

Artinya “Penghuni surga itu ada tiga golongan, yaitu pemimpin yang adil dan disenangi, orang yang lemah lembut hatinya terhadap keluarga dan setiap Muslim, dan orang miskin yang menjaga kehormatan dirinya sedang ia mempunyai keluarga” (HR Muslim).

6. Pemimpin Harus Jujur

Pemimpin yang tidak jujur akan selalu mencari celah dengan berdusta demi mengamankan maksud dan tujuannya. Adapun ancaman bagi pemimpin yang senang berdusta adalah:

عن أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ: شَيْخٌ زَانٍ، وَمَلِكٌ كَذَّابٌ، وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ»  

Artinya: “Tiga orang yang Allah enggan berbicara dengan mereka pada hari kiamat kelak. (Dia) tidak sudi memandang muka mereka, (Dia) tidak akan membersihkan mereka daripada dosa (dan noda). Dan bagi mereka disiapkan siksa yang sangat pedih. (Mereka ialah): Orang tua yang berzina, penguasa yang suka berdusta, dan fakir miskin yang takabur.” (HR Muslim)

7. Pemimpin Harus Bijaksana

Manusia tempat salah dan lupa, ketika seorang anggota melakukan kesalahan dan kekeliruan, maka sebagai pemimpin yang bijaksana tidak langsung menjustifikasi dan membuang orang-orang yang sudah membantunya, karena semua manusia pasti punya sisi baik yang mungkin saja akan dapat bermanfaat untuk membangun kekuatan organisasi atau perusahaan. Dan Sebaliknya, jika pemimpin kita tidak baik, maka cukup membenci perilakunya yang tidak baik, bukan membenci orangnya.

Dari ‘Auf bin Malik Ra, Nabi SAW bersabda:

خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ ». قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ فَقَالَ « لاَ مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلاَةَ وَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْ وُلاَتِكُمْ شَيْئًا تَكْرَهُونَهُ فَاكْرَهُوا عَمَلَهُ وَلاَ تَنْزِعُوا يَدًا مِنْ طَاعَةٍ

Artinya: “Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian. Mereka mendoakan kalian dan kalian pun mendoakan mereka. Sejelek-jelek pemimpin kalian adalah yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.” Kemudian ada yang berkata, ”Wahai Rasulullah, tidakkah kita menentang mereka dengan pedang?” Rasulullah SAW bersabda: “Tidak, selama mereka masih mendirikan Shalat di tengah-tengah kalian. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang kalian benci, maka bencilah amalannya  dan janganlah melepas ketaatan kepadanya.(HR. Muslim no. 1855)

Sungguh berat tugas dan tanggung jawab seorang pemimpin, tetapi pahala yang dijanjikan juga sangat banyak. bahkan seorang pemimpin yang adil termasuk di antara 7 golongan yang akan mendapat naungan pada hari kiamat. 7 golongan tersebut adalah:

  1. Pemimpin yang adil
  2. Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah SWT
  3. Seorang yang hatinya digantungkan kepada masjid
  4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah
  5. Seorang laki-laki yang diajak berzina oleh wanita cantik dan berposisi tinggi tetapi dia menolak dan mengatakan: ‘Saya takut kepada Allah’
  6. Seorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya, hingga tangan kirinya pun tidak tahu apa yang diberikan tangan kanannya
  7. seseorang yang berzikir kepada Allah dalam kesendirian hingga meneteskan air mata.”

Wallohu A’lam Bissowab

Artikel Selanjutnya Adalah kewajiban terhadap pemimpin

Jangan lupa kasih komentarmu lalu share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here