Beranda Umroh & Haji Manasik Haji & Umrah GRATIS serta Hikmahnya

Manasik Haji & Umrah GRATIS serta Hikmahnya

77
0
Manasik Haji & Umrah GRATIS serta Hikmahnya

Manasik Haji dan Umrah merupakan tahapan awal seseorang ketika hendak melaksanakan ibadah Haji dan Umrah.

Ibadah haji dan umroh membutuhkan biaya yang sangat banyak, untuk itu dalam pelaksanaanya jika tidak sesuai dengan tuntunan syari’at sangat disayangkan. Calon Jamaah Haji dan Umrah perlu memahami tentang syarat, rukun wajib, dan sunahnya, juga harus tahu berbagai hal yang menunjang pelaksanaan ibadah haji dan umroh seperti tentang persiapan umroh, perjalanan dan perlengkapan yang dibawa.

Dengan pertimbangan hal tersebut diatas, maka seyogyanya calon jamaah harus benar-benar memahami tata cara mengerjakan ibadah Haji dan Umrah.

Biro perjalanan Haji dan Umrah biasanya memberikan bimbingan manasik sudah termasuk paket harga yang ditawarkan, tetapi belum cukup bagi jamaah untuk memahami manasik karena biasanya biro umroh hanya memberikan bimbingan manasik dua kali saja, untuk itu ditawarkan MANASIK GRATIS dengan ketentuan sebagai berikut:

Fasilitas Manasik Gratis

1. Alamat Manasik

Rumah Ustadz Adam Holik dengan Alamat : Hunian Taman Hijau No.10 Jl. seloarum desa Karangrau kec. Sokaraja kab. Banyumas HP/WA: 081234273118 / 082137685690

2. Narasumber

  • Ust. Adam Holik Berpengalaman 10 tahun di Mekkah
  • Hj. Khasanatul Mufidah,SH Berpengalaman 10 tahun menjadi pembimbing haji dan umroh dan bersertifikat pembimbing haji Nomor 201220195266
Foto sehabis thawaf wada bersama Jamaah

3. Materi Bimbingan Manasik

  • Perjalan Haji dan Umroh
  • Persiapan dan perlengkapan
  • Tata cara Haji dan Umroh
  • Doa-doa Haji dan Umroh
  • Hikmah tempat-tempat Mekah dan Madinah
  • Praktek dan lain-lainnya

Hikmah Haji dan Umrah

1. Menciptakan Budaya Tolong Menolong

Pada saat pelaksanaan ibadah Haji dan Umrah, Jamaah dituntut untuk saling tolong-menolong menyelesaikan masalah untuk kepentingan bersama. melaksanakan manasik bersama, shalat berjamaah bersama, makan dan minum bersama, dengan tujuan yang sama pula yaitu labbaik allohuma labbaik, memenuhi undangan Allah sebagai tamu-Nya yang istimewa (Dhuyufurrahman).

2. Menumbuhkan Kesabaran

Dalam suka dan duka perjalanan Haji, beragam rintangan yang mungkin dialami setiap jamaah, dengan saling tolong-menolong sesamanya akan menumbuhkan kesabaran. Suatu pemandangan di padang mahsyar yang divisualisasikan dalam drama kolosal wukuf, Wukuf itu sendiri berarti berhenti sejenak untuk merefleksikan diri bersama jamaah haji yang lain. Inilah terasa puncak ritual haji.

3. Ukhuwah Islamiyah

Salah satu hikmah yang mendasar dari ibadah Haji dan Umrah adalah persaudaraan atau ukhuwah Islamiyah. Ketika semua umat Islam berkumpul di Padang Arafah, jamaah yang datang dari segala penjuru dunia itu terdiri atas berbagai bangsa, warna kulit, dan status yang berbeda-beda. Namun, mereka melebur di satu tempat dengan kain ihram yang rata-rata berwarna sama yaitu warna putih. di padang arafah jamaah Haji merenungi diri dengan doa-doa dalam kebersamaan. Berinteraksi satu dengan lainnya sembari bertukar informasi, saling berkomunikasi, dan bersilaturahim.

Kebersamaan dalam haji inilah momentum yang tepat untuk merajut persaudaraan universal (ukhuwah Islamiah). Ukhuwah berasal dari kosakata akha – ya’khu – ukhuwwah. Kalimat Ukhuwah banyak sekali terdapat di dalam Al Qur’an, Ukhuwah berarti saudara kandung atau dalam arti saudara lain. Yang berkaitan dengan ukhuwah ini terdapat sekitar 80 ayat di dalam berbagai surah pada Al Qur’an seperti pada surah Al-Hujurat [49] ayat 10, misalnya, dinyatakan bahwa antara sesama mukmin adalah saudara.

Makna ukhuwah kemudian dijelaskan oleh Rasululullah SAW dalam beberapa sabdanya, di antaranya dengan menggunakan analogi yang mudah dipahami,

Al-Mukminu lil mukminin kal Bunyaanu yasyuddu ba’dhuhu ba’dlan” (Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya itu bagaikan beton bangunan yang saling menguatkan satu dengan lainnya).

Hadits Riwayat Bukhari Muslim

Rasulullah SAW telah meletakkan batu-bata ukhuwah ini dengan susah payah sejak pasca hijrah ke Madinah. Untuk mempererat persaudaraan yang hakiki, Nabi menikahi putri sahabat dan beliau pun menikahkan putri-putrinya dengan para sahabat dekat, baik dari Bani Hasyim (suku Nabi SAW sendiri) maupun Bani Umayah. Begitulah persaudaran ini terpelihara sampai pada masa berikutnya.

Spirit ukhuwah yang hakiki yang telah diteladankan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya pada 622 Hijriah ini merupakan fenomena luhur yang diabadikan oleh Al Qur’an, misalnya, dalam surah Al-Hasyr [59] ayat 9.

Dengan haji ini mestinya kita konkritkan ukhuwah yang sejati. Boleh jadi dalam kebersamaan itu ada perbedaan, tetapi kita sebagai umat yang satu harus satu dalam keyakinan akidah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here