Beranda Doa-Doa Praktis Mayat Dalam Kuburnya Seperti Tenggelam di Lautan

Mayat Dalam Kuburnya Seperti Tenggelam di Lautan

235
1
Mayat Dalam Kuburnya Seperti Tenggelam di Lautan

Aminsaja.com Mayat Dalam Kuburnya Seperti Tenggelam di Lautan. Kematian merupakan hakikat yang menakutkan. Dia akan mendatangi seluruh orang yang hidup dan tidak ada yang kuasa menolak maupun menahannya. Maut merupakan ketetapan SWT. Ini adalah hakikat yang sudah diketahui. Maka sepantasnya kita bersiap diri menghadapinya dengan iman sejati dan amal saleh yang murni. Sebagai mana firman Allah SWT sebagai berikut:


كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Artinya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (Ali Imran/3:185).

Menurut kesepakatan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, setiap manusia akan ditanya setelah ia meninggal, baik ia dikubur atau pun tidak. Maka seandainya ia menjadi mangsa binatang buas, atau terbakar hingga menjadi abu dan membumbung ke angkasa, atau tenggelam di dasar laut, ia akan tetap ditanya tentang amal perbuatannya, mereka akan ditanyakan oleh malaikat Munkar dan Nakir tentang amalnya di saat ia hidup yang kemudian akan dibalas dengan kebaikan atau keburukan. Balasan itu akan diterima oleh rohani dan jasmani dalam bentuk nikmat atau azab. 

Seorang mayat di dalam kuburnya ingin segera datangnya hari kiamat, karena fase setelah kubur lebih mudah dan lebih ringan bagi yang selamat, maka ketika melihat surga yang disiapkan Allah SWT dalam kuburnya, seorang Mukmin mengatakan, “Ya Rabb, segerakanlah kiamat agar aku kembali ke keluarga dan hartaku.” Sebaliknya, orang-orang kafir, ketika melihat azab pedih yang disiapkan Allah SWT baginya, ia berseru, “Ya Rabb, jangan kau datangkan kiamat.” Karena yang akan datang setelahnya lebih pedih siksanya dan lebih menakutkan.

Mayat yang tidak membawa bekal yang baik, di dalam kubur ibaratkan orang mengarungi lautan tanpa perahu, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Bakar Ash-Siddiq RA. Sebagai berikut:

من دخل القبر بلازاد فكأنما ركب البحر بلا سفينة

Artinya: “Siapa yang masuk kubur tanpa membawa bekal, ibarat orang mengarungi lautan tanpa perahu”.

Seorang mayat akan ditanyakan di dalam kubur tentang amal perbuatannya. Yang beruntung akan dibalas kenikmatan yang tidak beruntung akan di azab. Orang yang mendapatkan azab seperti tenggelam di lautan, sebagai mana sabda Rasulullah SAW:

ما الميت في قبره إلا كالغريق المغوث

Artinya: “Seorang mayat di dalam kuburnya itu tidak lain seperti orang tenggelam yang minta pertolongan”.

Sebelum dikebumikan mayat pun sudah mengalami hal gaib yang tidak mampu ditangkap oleh panca indera manusia. Yaitu Pada saat jenazah akan akan diletakkan di kuburan, orang-orang di sekitarnya tidak mengetahui apa yang dialami saudara mereka yang telah wafat tersebut. Rasulullah bersabda sebagai berikut:

إذَا وُضِعَتْ الْجِنَازَةُ فَاحْتَمَلَهَا الرِّجَالُ عَلَى أَعْنَاقِهِمْ فَإِنْ كَانَتْ صَالِحَةً قَالَتْ : قَدِّمُونِي قَدِّمُونِي ، وَإِنْ كَانَتْ غَيْرَ صَالِحَةٍ قَالَتْ : يَا وَيْلَهَا أَيْنَ يَذْهَبُونَ بِهَا ، يَسْمَعُ صَوْتَهَا كُلُّ شَيْءٍ إِلَّا الْإِنْسَانَ وَلَوْ سَمِعَهَا الْإِنْسَانُ لَصَعِقَ

Artinya: “Apabila jenazah telah dibawa oleh orang-orang di atas pundak-pundak mereka (menuju kubur ), seandainya pada masa hidupnya ia adalah orang yang saleh, ia akan mengatakan, “Segerakanlah aku!! segerakanlah aku!!” Namun jika ia dahulu orang yang tidak saleh, ia akan mengatakan, “Celaka! Hendak ke mana kalian membawa jenazah ini! Seluruh makhluk mendengar suara tersebut kecuali manusia, andaikata seseorang manusia mendengarnya, pasti dia akan pingsan.” (HR. Bukhari, no. 1314). Al-‘Aini mengatakan, “Hadis ini dijadikan dalil bahwasanya seluruh makhluk mendengarkan perkataan mayat kecuali manusia.” (‘Umdatul Qari, 8:114).

Keadaan Mayat di Dalam Kubur

Sesungguhnya mayat di dalam kubur akan melewati beberapa fase perubahan, dan inilah fase-fase sejak malam pertama masuk ke kuburan hingga 25 tahun setelahnya.

Hari Pertama
Seorang mayat di dalam kubur sudah mulai pembusukan dan dimulai pada daerah perut dan kemaluan. Subhanallah, perut dan kemaluan adalah dua hal terpenting yang anak cucu Adam ini saling bergulat dan menjaganya di dunia. Dua hajat, yang karenanya Allah SWT membuat manusia rugi di dunia akan membusuk pada hari pertama di kuburan. Setelah itu, mulailah jasad berubah warna menjadi hijau kehitaman. Setelah berbagai make up, dan alat-alat kecantikan membuatnya memiliki ragam pesona, nanti tubuh manusia hanya akan memiliki satu warna saja.

Hari Kedua

Anggota-anggota tubuh mayat sudah mulai membusuk seperti limpa, hati, paru-paru dan lambung.

Hari Ketiga

Anggota-anggota tubuh mayat itu mengeluarkan bau busuk tidak sedap.

Seminggu Setelahnya

Wajahnya mayat sudah mulai tampak membengkak, dua mata, kedua lisan dan pipi.

Setelah 10 hari

Tetap terjadi pembusukan pada kali ini pada anggota-anggota tubuh tersebut, perut, lambung, limpa..

Setelah 2 Minggu

Rambut mulai rontok

Setelah 15 Hari

Lalat hijau mulai bisa mencium bau busuk dari jarak 5 km, dan ulat-ulat pun mulai menutupi seluruh tubuhnya

Setelah 6 Bulan

Yang tersisa hanya rangka tulang saja.

Setelah 25 Tahun

Rangka tubuh ini akan berubah menjadi semacam biji, dan di dalam biji tersebut, kita akan menemukan satu tulang yang sangat kecil disebut ‘ajbudz dzanab (tulang ekor). Dari tulang inilah kita akan dibangkitkan oleh Allah SWT pada hari kiamat.

Inilah tubuh yang selama ini kita jaga. Inilah tubuh yang kita berbuat maksiat kepada Allah dengannya. Oleh karena itulah, jangan biarkan umur kita melewati jasad ini sia-sia, karena dia akan mendapatkan apa yang telah disebutkan. 

Wallahu A’lamu Bissowab

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here