Beranda Kajian Fiqih Islam Menutupi Kekurangan Dan Larangan Menyebarkan Aib

Menutupi Kekurangan Dan Larangan Menyebarkan Aib

112
0
Menutupi Kekurangan Dan Larangan Menyebarkan Aib

Aminsaja.com– Menutupi kekurangan dan larangan menyebarkan aib sesama Muslim adalah hal yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Islam sangat konsisten dalam membendung kekejian dan bahkan berusaha menutupi dan memotong jalan yang menyampaikan seseorang kepada kekejian.

Setiap manusia mempunyai kekurangan dan setiap manusia pasti pernah bahkan sering mengalami kekeliruan baik sengaja atau dalam keadaan terpaksa.

Islam melarang kekejian antar sesama manusia baik melalui lisan, seperti ujaran kebencian, buli, melalui perbuatan, maupun isyarat.

Menutupi Kekurangan Dan Larangan Menyebarkan Aib

Menutup aib orang lain

Ketika mendengar aib saudara muslim, sebaiknya kita berlindung kepada Allah SWT dan berusaha menutup aib saudara kita. Jika kita menutup aib orang lain maka Allah SWT akan memberi balasan:

1. Mendapat Balasan ditutup aib nya di hari kiamat

Dari Abu Hurairah Ra dari Nabi SAW beliau bersabda:

لَا يَسْتُرُ عَبْدٌ عَبْدًا فِي الدُّنْيَا إِلَّا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: “Tidaklah seseorang menutupi aib orang lain di dunia, melainkan Allah akan menutupi aib nya di hari kiamat kelak.”(HR.Muslim: 71/2590)

2. Mendapat balasan ditutup aib nya di dunia dan akhirat

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ فِي الدُّنْيَا يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ فِي الدُّنْيَا سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

“Barangsiapa yang meringankan (menghilangkan) kesulitan seorang muslim kesulitan-kesulitan duniawi, maka Allah akan meringankan (menghilangkan) baginya kesulitan di akhirat kelak. Barangsiapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang mengalami kesulitan di dunia, maka Allah akan memudahkan baginya kemudahan (urusan) di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aib nya) di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selalu ia menolong saudaranya.” (HR. Tirmidzi)

Larangan menyebar aib diri sendiri

Saat ini banyak orang yang terang-terangan melakukan maksiat dan dosa bahkan merasa bangga dan menyebarkan aib nya sendiri melalui media sosial yang ada.

Islam melarang kita menyebarkan aib sendiri karena sepanjang dosa/ kemaksiatan yang dilakukan tidak diceritakan kepada orang lain, maka Allah SWT akan mengampuni dosa yang diperbuat. Bahkan Allah SWT menutupi kekurangan dan aib hambanya. sehingga manusia terlihat baik karena aib nya ditutup oleh Allah SWT.

1. Dosa terang-terangan tidak akan diampuni

Dari Abu Hurairah Ra., ia berkata: “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Semua umatku akan diampuni, kecuali orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa, Salah satu contohnya adalah seseorang yang melakukan pekerjaan (Buruk) di malam yang ditutupi Allah SWT, tetapi kemudian pagi harinya malah ia mengatakan: “semalam aku melakukan ini dan ini” ketika tidur malam aib nya sudah ditutupi oleh Tuhannya, tetapi pagi hari ia malah membukanya sendiri” (HR Bukhari:6069 dan Muslim:52/2990)

2. Orang berbuat zina didera tapi dilarang dicela

Dari Abu Hurairah Ra dari Nabi SAW beliau bersabda: “Apabila seorang budak perempuan berbuat zina dan telah terbukti memang berzina, hendaklah didera dan janganlah dicela habis-habisan. Dan jika ia berzina lagi maka hendaknya didera lagi dan janganlah dicela habis-habisan. kemudian jika ia berzina lagi untuk ketiga kalinya, jual saja ia walaupun hanya seharga tali yang terbuat dari bulu”Mutafaq ‘alaih (HR. Bukhari:6839 dan Muslim:30/1703)

3. Larangan bercerita hal jima’ suami istri

Rasulullah SAW bersabda: 

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رضي الله عنه  قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: إِنَّ شَرَّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ: الرَّجُلُ يُفْضِي إِلَى امْرَأَتِهِ، وتُفْضِي إِلَيْهِ، ثم يَنْشُرُ سِرَّهَا

Artinya: “Dari Abu Sa’id al-Khury ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling hina d isisi Allah pada hari kiamat adalah suami atau istri yang bersetubuh kemudian menyebarkan rahasia ranjang nya.” 

Larangan menyebar aib orang lain

sudah sangat jelas menutupi kekurangan dan larangan menyebarkan aib diri sendiri, apalagi menyebar aib orang lain. Ketika mendengar aib orang lain kita supaya menutupinya apalagi menyebarkannya. Sebagian besar masyarakat senang bergosip dan menceritakan dan menyebarkan aib orang lain, padahal sebagaimana diterangkan dalam kitab riyadush sholihin: Kenistaan, dosa atau aib seseorang jika disebarkan atau diceritakan dapat digunakan oleh setan manusia dan jin untuk menyakiti mereka atau untuk mendorong mereka meneruskan kekejian mereka. Menurut Islam, siapa pun yang mengajak orang lain untuk berbuat maksiat maka ia akan mendapat dosa dan dosa orang-orang yang melakukannya, karena orang yang menunjukkan perbuatan dosa akan mendapat dosa seperti mereka yang melakukannya.

Ancaman menyebar aib adalah azab pedih di dunia dan akhirat

Firman Allah SWT:

اِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ اَنْ تَشِيْعَ الْفَاحِشَةُ فِى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌۙ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang sangat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (QS.An-Nur:19)

Semoga kita semua dapat mengamalkan dan meraih kebahagiaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here