Beranda Umroh & Haji Miqat Haji dan Umrah

Miqat Haji dan Umrah

88
0
Miqat Haji dan Umrah

Aminsaja.comMiqat Haji dan Umrah. Termasuk dari wajib haji, ialah niat ihram dari miqat yang sudah ditentukan. Dalam ibadah haji ini, ada dua miqat yang disebut dengan “miqat zamani” dan “miqat makani“.

  1. Miqat zamani ialah waktu atau masa yang sah dan dibenarkan berniat ihram haji, yaitu: mulai tanggal 1 bulan syawal – sampai – shubuh 10 dzil hijjah. Niat haji yang dilakukan didalamnya waktu-waktu tersebut, maka sah dan benar ihram hajinya. dan apabila dilakukan diluarnya, maka tidak menjadi ihram haji dalam pendapat banyak ulama, akan tetapi menjadi ihram umrah yang wajib diselesaikan dengan melakukan semua rangkaian manasik umrah (thawaf-sa’i dan tahallulnya).
  2. Miqat makani, ialah tempat atau batas permulaan yang sah dan dibenarkan berniat ihram haji. Miqat makani ini berbeda-beda tergantung dari posisi orang yang ingin berniat ihram haji

a. Bagi jemaah haji yang ada dimekah, baik orang mekah asli, mukimin maupun jemaah haji pendatang yang berhaji tamattu’), miqat ihram hajinya ialah dari mekah itu sendiri, boleh dari rumah, hotel, masjidil haram dll, yang penting niat hajinya jangan sampai keluar dari batas tanah mekah.

b. Bagi jemaah haji yang diluar mekah dan setelah miqat afaqi), seperti daerah jeddah, khalish, bahrah, utsfan, jumum dll, miqat ihram hajinya ialah kampung tempat tinggalnya, boleh niat dari rumah dll, yang penting niatnya jangan sampai keluar dari batas kampung tersebut.

c. Bagi jamaah haji yang ada diantara dua miqat afaqi), seperti daerah badar dll yang ada setelah miqat bir ali dan sebelum miqat juhfah, miqat ihram hajinya ialah juhfah, jangan sampai melewati kawasan batas juhfah.

d. Bagi jemaah haji yang datang dari luar miqat afaqi, baik orang saudi sendiri, mukimin maupun jemaah pendatang dari Negara lain), miqat ihram hajinya ialah dari salah satu 5 miqat afaqi yang dilalui:

  1. Bir ali “nama dzul hulaifah dizaman Rasul “
  2. Rabigh “nama juhfah dizaman Rasul”
  3. As sa’diyah “nama yalamlam dizaman Rasul”
  4. Sail kabir “nama qarnul manazil dizaman Rasul”
  5. Dzatu iraq)

Niat hajinya jangan sampai melewati kawasan batas miqat y

e. Bagi jemaah haji yang posisinya tidak masuk pada bagian-bagian diatas), maka miqat hajinya ialah 2 marhalah (82 km) dari batas tanah mekah, tapi seperti zaman sekarang bagian ini sulit digambarkan.

Niat ihram haji yang dilakukan setelah melewati miqat yang sudah ditentukan diatas dengan sengaja, maka tetap sah ihram hajinya, tapi berdosa dan wajib kembali lagi kemiqat itu, atau ketempat yang jaraknya sama dengan miqat tersebut sebelum memulai rangkaian manasik hajinya. Jika tidak memungkinkan, atau melewati tanpa sengaja, ia boleh langsung menyelesaikan rangkaian manasik hajinya dan wajib membayar dam seperti halnya dam tamattu’ sebagai tebusannya. (idhah113-123, taqrirat 489).

Niat ihram haji atau umrah, sebenarnya boleh dilakukan mulai dari sebelum miqat, dari hotel atau dari rumahnya dll, akan tetapi yang afdhal menurut pendapat Imam Nawawi niat ihram dimiqat saja, karena lebih sesuai dengan tuntunan Rasul SAW. (idhah 120, taqrirat 490).

Wallahu A’lamu Bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here