Beranda Kajian Fiqih Islam Pengertian Qunut Nazilah, Hukum Dan Bacaannya

Pengertian Qunut Nazilah, Hukum Dan Bacaannya

57
0
Pengertian Qunut Nazilah, Hukum Dan Bacaannya

Pengertian Qunut Nazilah adalah qunut yang dibaca ketika terjadi musibah besar. hal ini karena manusia tidak punya kuasa untuk mengendalikan alam, manusia hanya mampu berikhtiar, sedangkan ujian dan musibah mutlak menjadi kuasa Alloah SWT.

Cara membaca qunut nazilah sama dengan cara membaca qunut subuh, tetapi bacaanya ditambah doa yang berhubungan dengan musibah tersebut.

Qunut Nazilah, adalah doa yang yang dibaca dalam shalat fardhu, yakni setelah ruku atau i’tidal pada rakaat terahir.

Qunut Nazilah biasanya dilafadzkan umat Islam ketika ditimpa keadaan yang tidak menyenangkan atau musibah besar yang bersifat massif seperti ketakutan (khauf), paceklik (qahth), pandemi atau wabah (wabâ’), hama belalang (jarâd) atau semacamnya.

Dengan Demikian Pengertian qunut nazilah bisa dipahmi sebagai qunut yang dapat dilakukan oleh seorang mulim pada saat mendapatkan keadaaan yang dianggap sebagai keadaan yang membutuhkan

Sejarah Qunut Nazilah

Dalam catatan sejarah Islam, Qunut Nazilah pertama kali dilakukan oleh nabi Muhammad SAW pasca tragedi Bir Ma’unah di bulan Shafar ke-4 Hijriyah atau 625 H.

Pada saat itu ada 70 sahabat yang ikut serta rombongan Nabi Muhammad SAW namun hanya satu orang yang lolos, yakni Amr bin Umayyah. Dalam riwayat lain, Muhammad bin Uqab yang diutus oleh Nabi SAW untuk berdakwah ke wilayah Najd. Lalu beliau dibantai oleh pasukan Amir bin Thufail di Bir Ma’unah. Di tengah kedukaan tersebut, Nabi Muhammad SAW berdoa dan memohon kepada Allah SWT Seperti dikutip dari buku Tragedi ar-raji dan Bir Ma’unah, Awal Mula Nabi Muhammad Amalkan ‘Qunut Petaka’.

Dalam waktu berbeda, Amir bin Thufail menuju Madinah untuk membunuh nabi Muhammad SAW. Amir bin Thufail singgah di rumah seorang perempuan yang ternyata terkena penyakit menular. Seakan menerima balasan dari Allah SWT, menjawab doa Rasulullah SAW. Amir pun tertular dan ditemukan meninggal di tengah Padang Pasir.

Hukum Qunut Nazilah

Menurut mazhab Imam Syafi’i hukum bacaan Qunut Nazilah adalah sunah. Saat terjadi malapetaka atau bahaya yang menimpa kaum muslimin dan sebagiannya.

Sedangkan waktu menunaikannya adalah saat berdiri bangun dari ruku’ atau disebut i’tidal, dalam kelima sholat fardhu. Dalilnya dari hadits shahih berikut:

“Sungguh Nabi SAW membaca doa qunut (nazilah) selama sebulan karena (tragedi) terbunuhnya para Qurra’ (ahli al-Qur’an) radhiyallahu ‘anhum.”

 (HR. Bukhari dan Muslim).

Hukum membaca qunut nazilah didalam sholat fardhu dan sholat sunah, terdapat dalam kitab i’anatuth tholibin sebagai berikut :

قوله: فلا يسن) أي قنوت النازلة.
أي: ولا يكره، كما نص عليه في التحفة، ونصها: أما غير المكتوبات، فالجنازة يكره فيها مطلقا لبنائها على التخفيف، والمنذورة والنافلة التي تسن فيها الجماعة وغيرهما لا يسن فيها، ثم إن قنت فيها لنازلة لم يكره، وإلا كره.
وقول جمع: يحرم، وتبطل في النازلة.
ضعيف، وكذا قول بعضهم: تبطل إن أطال.
لإطلاقهم كراهة القنوت في الفرائض وغيرها لغير النازلة، المقتضى أنه لا فرق بين طويله وقصيره.
[البكري الدمياطي، إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين، ١٨٦/١]

Hukum membaca qunut nazilah didalam shalat ada perbedaan pendapat ulama, jika shalat tersebut merupakan shalat fardhu, maka sepakat ulama atas sunahnya membaca qunut nazilah dan jika shalat tersebut bukan merupakan shalat fardhu (shalat sunah), maka ditafsil atau diperinci sebagai berikut :

  • Jika sholat sunahnya disunahkan berjamaah, tidak makruh membaca qunut nazilah dan tidak disunahkan contoh seperti sholat tarawih.
  • Jika sholat sunahnya tidak disunahkan berjamaah, maka makruh. contoh seperti shalat tahajud.

Qunut Nazilah hukumnya makruh secara mutlaq apabila dibaca pada shalat janazah, walaupun shalat Janazah disunahkan secara berjamaah disebabkan shalat janazah dilakukan secara tahfif (ringan). Ada qoul sebagian besar ulama : “Mengharamkan dan membatalkan membaca qunut nazilah didalam shalat sunah secara mutlaq” qoul tersebut adalah qoul dhoif (lemah), begitu juga ada sebagian ulama mengatakan : “Membatalkan sholat sunah apabila baca qunut nazilahnya terlalu panjang, dikareankan ada ulama memakruhkan baca qunut didalam sholat fardhu selain qunut nazilah“, jadi tidak ada bedanya qunut tersebut dibaca pendek atau panjang.

Dengan demikian, Qunut nazilah hukumnya sunah dibaca didalam sholat fardhu baik dilaksanakan secara berjamaah atau munfarid (Sholat Sendiri). Qunut nazilah boleh dibaca didalam sholat sunah jika sholat sunahnya disunnahkan secara berjmaaah.

Al-bakri Atdamyat. : Didalam kitab i’anatuttholibin, hal.186 Jilid 1

Bacaan Qunut Nazilah sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

a. Versi Panjang

Bacaan Qunut Nazilah yang sesuai sunah nabi Muhammad SAW terdapat dalam kisah bahwa beliau membaca qunut ini selama satu bulan. Hal ini dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW usai musibah yang menimpa para sahabat penghafal Al Qur’an yang terbunuh di Sumur Ma’unah. Selengkapnya tertuang dalam hadis berikut ini:

“Dari Abû Hurairah RA bahwa Nabi SAW ketika akan mendoakan keburukan atas seseorang atau mendoakan kebaikan bagi seseorang, maka beliau membaca qunut setelah rukuk,” 

(HR Ahmad dan Al-Bukharî)

Empat mazhab fiqih telah sepakat, bahwa qunut nazilah ditunaikan dengan sebab suatu bencana, Karena mengingat, Rasulullah SAW tidak selalu melafadzkannya dalam shalat.

Bacaan Qunut Nazilah :

Allaahummahdini fiiman hadaiit. Wa ‘aafini fiiman ‘aafait. Wa tawallani fiiman tawallait. Wa baarikli fiimaa a’thoit. Wa qinii syarro maa qodloit. Fainnaka taqdlii walaa yuqdloo ‘alaiyk. Fa innahu laa yadzillu man waalayt. Wa laa ya’izzu man ‘aadaiyt. Tabaarokta robbanaa wa ta’aalaiyt. Fa lakal hamdu ‘alaa maa qodloiyt. Astaghfiruka allahumma wa atuubu ilaiyk.”

“Allaahummadfa’ ‘annal gholaa’a wal balaa’a wal wabaa’ wal Fahsyaa’a wal munkara was suyuufal mukhtalifata wasy ssyadaaida wal mihana maa zhoharo minhaa wa maa bathona mim baladinaa hadzaa khoosshoh, wa min buldaanil muslimiina ‘aammatan innaka ‘alaa kulli syaiin qadiir.

Menurut madzhab Syafi’i tak ada redaksi doa qunut nazilah tertentu. Sehingga bisa dilakukan dengan berbagai macam doa sesuai konteks. Namun sunahnya dengan membaca doa qunut subuh.

b. Versi Pendek

Berikut ini bacaan doa Qunut Nazilah versi pendek yang dibaca dalam shalat fardu:

اَللهم اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، إِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ

Artinya:

“Ya Allah, tetapkanlah diriku dalam hidayah bersama orang-orang yang Engkau beri hidayah, berilah diriku afiyat (terhindar dari keburukan) bersama orang-orang yang Engkau beri afiyat, jagalah diriku bersama orang-orang yang Engkau jaga, berkahilah bagiku pada anugerahyang telah Engkau berikan, jagalah diriku dari keburukan yang telah Engkau tentukan. Sungguh Engkau yang memberi keputusan dan tidak ada yang dapat merusak keputusanmu. Sungguh tidak akan hina orang yang Engkau bela. Maha banyak kebaikan-Mu dan maha luhur Engkau dari segala keserupaan.”

(An-Nawawi, Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim: V/176).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here