Beranda Kajian Fiqih Islam Perbedaan Al-Qur’an dengan Hadist Qudsi

Perbedaan Al-Qur’an dengan Hadist Qudsi

61
0
Perbedaan Al Qur'an dengan Hadist Qudsi

Aminsaja.com Perbedaan Al-Qur’an dengan Hadist Qudsi. Umat muslim di dunia harus sepakat bahwasannya hadits menduduki posisi penting dan strategis dalam kajian-kajian keislaman. Hal ini dikarenakan hadis merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an di dalam Islam.

Namun jika disebut tentang istilah hadits qudsi, belum tentu semua umat muslim tahu akan pengertian dari hadits ini, bahkan mungkin istilah ini masih asing bagi sebagian masyarakat awam. Hadits sendiri dimaknai sebagai ucapan, perbuatan dan sesuatu yang disetujui oleh Nabi Muhammad ﷺ.

Hadis qudsi disebut hadis karena disampaikan oleh Nabi Muhammad ﷺ. Disebut hadits Qudsi karena dinisbahkan pada kalimat Quddus/Qudsi–salah satu Nama Allah–yang artinya suci karena hakikat hadits Qudsi bersumber dari Allah Yang Maha Suci (Quddus). Jika maknanya adalah demikian, kemudian timbul pertanyaan apa bedanya hadits qudsi dan Al-Qur’an bila keduanya sama-sama berasal dari Allah?

Keduanya hadits atau al-Quran–selain ijma’ dan qiyas– merupakan sumber hukum Islam menurut paham Ahlussunah Waljamaah. Al-Quran disebut wahyu, ada lagi wahyu Allah tapi tidak boleh disebut al-Quran, yaitu hadits qudsi. Meskipun sama-sama bersumber dari Allah, namun keduanya tidak memiliki kedudukan yang sama.

Dalam kitab al-Qawaidul Asasiyah fi Ilmi Mustholah al-Hadits halaman 16-19, Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki al-Hasani menjelaskan;

الحديث القدسي نسبة إلى القدس ، والقدس هو : الطهارة والتنزيه ، ويطلق عليه الحديث الإلهي نسبة للإله والحديث الرباني نسبة للرب جل وعلا

“Hadis Qudsi adalah hadits yang dinisbahkan pada kata Qudsi. Arti kata Qudsi adalah suci (ath-thoharoh) dan membersihkan (at-tanzih). Selain disebut hadis Qudsi juga disebut hadits ilahi dinisbatkan pada Ilah (Allah), dan juga disebut hadits Robbani dinisbatkan pada Robb (Allah; Penguasa) yang Maha Agung dan Luhur”.

Syaikh Muhammad Amin al-Kurdi dalam kitab Tanwir al-Qulub halaman 551 menjelaskan;

والحديث القدسي أنزل عليه بغير واسطة الملك غالبا بل بالهام أو منام إما باللفظ والمعنى وإما باللفظ فقط يعبر عنه النبي صلى الله عليه و سلم بألفاظ من عنده و ينسبه اليه تعالى لا للتعبد بتلاوته ولا للإعجاز.

“Hadis Qudsi adalah wahyu yang di turunkan kepada Nabi Muhammad dengan tanpa perantara malaikat melainkan dengan ilham atau mimpi. Ada kalanya hadits Qudsi itu turun berupa lafadz dan maknanya dan adakalanya lafadznya saja dan kemudian Nabi sendiri yang mengungkapkan dengan beberapa lafadz dari dirinya sendiri yang di nisbahkan kepada Allah dan membaca hadits Qudsi tersebut tidak di anggap ibadah dan jga tidak mengandung mukjizat”.

Meski hadits qudsi disebut hadis Ilahi atau juga hadits Robbani karena bersumber dari Allah Subhanahu Wata’ala, namun hadits Qudsi bukanlah Al-Qur’an. Tidak boleh menyamakan kedudukan al-Qur’an dengan hadits qudsi.

Dalam kitab at-Tahbir fi Ilmittafsir halaman 39, Imam As-Suyuthi tidak memasukkan hadits Qudsi kepada pengertian al-Quran.

وأما في العرف فهو الكلام المنزل على محمد صلى الله عليه وسلم للإعجاز بسورة منه، فخرج بالمنزل على محمد صلى الله عليه وسلم: التوراة والإنجيل، وسائر الكتب، وبالإعجاز: الأحاديث الربانية القدسية كحديث الصحيحين

“Adapun pengertian Al-Qur’an secara ‘uruf (definisi umumnya ulama) adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ yang mempunyai muatan mukjizat dalam setiap satu suratnya. Tidak termasuk pada definisi al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah kitab Taurat, Injil dan kitab-kitab yang lain. Tidak termasuk yang mempunyai mukjizat adalah hadis-hadis yang dinisbahkan (seperti hadis qudsi) kepada Allah yang Suci, sebagaimana hadis (yang di riwayatkan) Imam Bukhori dan Muslim”.

Jumlah Hadis Qudsi

Jumlah hadis Qudsi tidak sebanyak hadits nabawi yang jumlahnya menurut sebagian ulama lebih dari seratus ribu hadis. Secara keseluruhan jumlah hadits qudsi masih kisaran ratusan hadis, itupun jika dihitung dengan redaksi atau riwayat yang diulang-ulang. Ulama berbeda pendapat perihal kepastian jumlah hadits qudsi.

Menurut Imam Ahmah Ibnu Hajar, ulama yang mensyarahi kitab hadits Araba’in An-Nawaiyah, jumlah hadits qudsi lebih dari 100 hadis. Imam Al-Munawi dalam kitabnya al-Ithafatu as-Saniyah bi al-Ahaditsi al-Qudsiyah menyebutkan jumlah hadits qudsi sebanyak 272 hadits. Sebagian ulama lain mengatakan bahwa jumlah hadits qudsi sebanyak 100 hadits atau lebih sedikit.

Perbedaan Al-Qur’an dan Hadist Qudsi

Perbedaan Al-Qur’an dengan Hadits Qudsi, selain prosesnya turunnya beda, kedudukan dan fungsinyapun juga beda;

Pertama, Al-Qur’an adalah mukjizat yang terjaga sepanjang masa dari segala pengubahan, serta lafadznya dan seluruh isinya sampai taraf hurufnya, tersampaikan secara mutawatir.

Kedua, Al-Qur’an tidak boleh diriwayatkan maknanya saja. Ia harus disampaikan sebagaimana adanya. Berbeda dengan hadits Qudsi, yang bisa sampai kepada kita dalam hadits yang diriwayatkan secara makna saja.

Ketiga, dalam Madzhab Syafi’i, mushaf Al-Qur’an tidak boleh dipegang dalam keadaan berhadats kecil, serta tidak boleh dibaca saat berhadats besar. Sedangkan pada hadits Qudsi, secara hukum, ia boleh dibaca dalam kondisi berhadats.

Keempat, hadits Qudsi tentu tidak dibaca saat shalat, berbeda dengan ayat Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an, membacanya adalah ibadah, dan setiap huruf mendapat sepuluh kebaikan, sebagaimana disebutkan dalam banyak hadits.

Kelima, Al-Qur’an adalah sebutan yang memang berasal dari Allah, beserta nama-nama Al-Qur’an yang lainnya.

Keenam, Al-Qur’an tersusun dalam susunan ayat dan surat yang telah ditentukan.

Ketujuh, lafadz dan makna Al-Qur’an sudah diwahyukan secara utuh kepada Nabi Muhammad, sedangkan lafaz hadits qudsi bisa hanya diriwayatkan oleh para periwayat secara makna.

Demikian pengetahuan mengenai istilah hadits qudsi, setelah mengetahui pengertian dan perbedaannya dengan Al-Qur’an, tidak ada alasan bagi tiap muslim untuk berpaling atau menolak hadits qudsi. Semoga penjelasan ini dapat menambah ilmu dan manfaat bagi pembacanya.

Wallahu A’lamu Bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here