Beranda Keutamaan Perbedaan Ikhlas dan Sabar

Perbedaan Ikhlas dan Sabar

28
0
Perbedaan Ikhlas dan Sabar

Aminsaja.com Perbedaan Ikhlas dan Sabar. Dua kata atau kalimat yang selalu ada di dalam sifat manusia, jadi tidak aneh sabar dan ikhlas selalu beriringan ketika kita sedang mendapat cobaan maupun kesusahan.

Pada umumnya kita semua bisa lebih sabar, di saat kita di uji oleh Allah SWT dengan hal yang menyenangkan, seperti ujian kesulitan, ujian kehilangan dan musibah kebanyakan dari kita akan merasa begitu sulit menerimanya dan sulit untuk bisa sabar dan ikhlas. Kalau kita definisikan sabar adalah sikap seorang mukmin mencegah dan menahan dirinya untuk tidak melakukan perbuatan yang menuruti hawa nafsu dan meninggalkan perbuatan yang dilarang Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Qs. Al-Baqarah: 155)

Ketahuilah, sabar akan sangat sulit dilakukan, apabila kita tidak mampu menyadari, bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pada hakikatnya ujian. Kita harus memahami dengan sebaik-baiknya bahwa Allah pemilik yang sebenar-benarnya atas segala sesuatu apa pun yang kita miliki di dunia. Dengan menyadari bahwa semua yang kita miliki sebenarnya adalah milik Allah dan titipan Allah, maka begitulah Allah mengambilnya dari kita, Insya Allah kita akan lebih mudah merelakannya.

Karena kita menyadari, bahwa semua itu adalah milik Allah dan titipan Allah. Dan yang namanya titipan, suatu saat nanti memang pasti akan kembali pada pemiliknya, kapan pun pemiliknya menghendaki apa yang dititipkan kembali atau mau mengambilnya dari kita, maka kita harus dengan ikhlas mengembalikannya kepada sang pencipta.

Karena sesungguhnya dengan adanya musibah, maka seorang hamba akan mendapatkan pengampunan dari Allah SWT. Seperti yang disabdakan Rasulullah SAW:

Artinya: “Sesungguhnya pahala besar itu, bersama dengan cobaan yang besar pula. Dan apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan menimpakan musibah kepada mereka. Barang siapa yang ridha maka Allah akan ridha kepadanya. Dan barang siapa yang murka, maka murka pula yang akan didapatkannya.” (HR. Tirmidzi).

Setiap amalan akan diketahui pahalanya kecuali kesabaran, karena pahala kesabaran itu, tanpa batas. Sebagaimana firman Allah SWT:

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Artinya: “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Qs. Az-Zumar: 10).

Sedangkan ikhlas adalah mengerjakan setiap ibadah atau amal kebaikan karena Allah SWT dan mengharapkan ridha-Nya. Sebagaimana firman-Nya:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Artinya: “Katakanlah: sesungguhnya shalatku ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Qs. Al-An’am: 162)

Terdapat sebuah hadits juga mengatakan, bahwa Setiap amal itu tergantung kepada niatnya. Rasulullah  SAW bersabda:

إنما الأعمال بالنيّات ، وإنما لكل امريء مانوى 

Artinya: “Sesungguhnya amal itu tidak lain hanyalah dengan niat dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang diniatkan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melatih kesabaran dan keikhlasan, seperti:

Pertama. Kita harus percaya pada jaminan Allah. Dalam Al-Qur’an dijelaskan:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Qs. Al-Baqarah: 286).

Allah SWT yang memiliki diri kita, sangat tahu kemampuan kita, jadi tidak akan mungkin Allah memberikan ujian yang melebihi batas kemampuan kita.

Kedua. Kita semua pasti mampu bisa sabar dalam segala ujian dan segala keadaan, asalkan kita kuat iman.

Ketiga. Ketika ditimpa suatu kesulitan, kesedihan dan kehilangan, lebih baik kita terima dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Bila kita sabar dan ikhlas menerimanya, maka Insya Allah tidak akan terasa berat akan ujian tersebut. Dalam sabar terkandung ridha Allah SWT. Dan ridha Allah terhadap kita dengan segalanya.

Keempat. Kita harus selalu baik sangka kepada Allah SWT dan jangan pernah sekali pun meragukan dan mempertanyakan keputusan, ketetapan, pengaturan, dan ketentuan-Nya. Perhatikan firman-Nya dalam hadist Qudsi, sebagai berikut:

Artinya: “Akulah Allah, tiada Tuhan melainkan Aku. Siapa saja yang tidak sabar menerima cobaan dari-Ku, tidak bersyukur atas nikmat-Ku dan tidak ridha dengan ketentuan-Ku, maka berTuhnalah kepada Tuhan selain aku.” (HR. Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir melalui jalur Abu Hind al-Dari)

Terdapat beberapa manfaat dan keutamaan orang ikhlas dan bersabar:

  1. Membuat hidup menjadi tenang dan tenteram

2. Amal ibadahnya akan diterima oleh Allah SWT

3. Dibukanya pintu ampunan dan dihapusnya dosa serta dijauhkan dari api neraka

4. Diangkatnya derajat dan martabat oleh Allah SWT

5. Doanya akan di ijabah

6. Dekat dengan pertolongan Allah

7. Mendapatkan perlindungan dari Allah SWT

8. Akan mendapatkan naungan dari Allah SWT di hari kiamat

9. Allah SWT akan memberi hidayah (petunjuk) sehingga tidak tersesat ke jalan yang salah

10. Allah akan membangunkan sebuah rumah untuk orang-orang yang ikhlas dalam membangun masjid

11. Mudah dalam memaafkan kesalahan orang lain

12. Dapat memiliki sifat zuhud (menerima dengan apa adanya yang diberikan oleh Allah SWT)

Menjadi sabar dan ikhlas memang tak mudah, tapi itu harus. Belajarlah untuk menerima arti kehilangan dan penantian. Karena sabar itu menenangkan jiwa, ikhlas itu mendamaikan hati. Sabar dan ikhlas mengajarkan kita arti “memahami”. Dan sabar dan Ikhlas adalah kunci sukses menjalani segala cobaan yang Tuhan beri, agar hati & keyakinan kita tetap kuat bertahan.

Wallahu A’lamu Bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here