Beranda Keutamaan Sejarah Dan Hikmah Isra’ Mi’raj

Sejarah Dan Hikmah Isra’ Mi’raj

321
0
Kisah Dan Hikmah Peristiwa Isra’ Mi’raj

Aminsaja.com Sejarah dan Hikmah Isra’ Mi’raj, Salah satu peristiwa penting yang terjadi terjadi di bulan Rajab adalah Isra’ dan Mi’raj.

Pengertian Isra’ adalah perjalanan Rasulullah SAW dari Masjid Al-Haram menuju Masjid Al-Aqsha. sedangkan Mi’raj adalah perjalanan Rasulullah SAW dari Masjid Al-Aqsha menuju Sidrotul Muntaha bertemu Allah SWT dan menerima perintah Shalat lima waktu secara langsung.

Mi’raj secara bahasa artinya adalah naik. Secara istilah adalah naiknya Rasulullah SAW ke sidratul muntaha. Dalam Al Qur’an, diterangkan sebagai berikut:

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Artinya: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjid Haram ke Al Masjid Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Isra‘: 1)

Dalam Perjalanan Isra Rasulullah SAW singgah di tiga tempat yaitu :

  1. Yatsrib (Madinah). 
  2. Madyan, yaitu tempat peristirahatan Nabi Musa as sewaktu dikejar-kejar oleh Firaun dan tentara­nya. 
  3. Betlehem, yaitu tempat dilahirkannya Nabi Isa as.

Kapan Waktu Terjadinya Isra’ Mi’raj?

Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri dalam Sirah Nabawiyah-nya, Ar Rahiqul Makhtum, menjelaskan enam pendapat kapan terjadinya Isra’ mi’raj yaitu:

  1. Peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi pada tahun ketika Rasulullah SAW mendapatkan wahyu pertama. Ini merupakan pendapat Ath Thabari.
  2. Isra’ mi’raj terjadi lima tahun setelah Rasulullah SAW diutus menjadi Nabi. Pendapat ini dikuatkan oleh An Nawawi dan Al Qurthubi.
  3. Peristiwa ini terjadi 16 bulan sebelum hijrah, tepatnya pada bulan Ramadhan tahun 12 kenabian.
  4. Peristiwa ini terjadi 1 tahun 2 bulan sebelum hijrah, tepatnya pada bulan Muharram tahun 13 kenabian.
  5. Terjadi 1 tahun sebelum hijrah, tepatnya pada bulan Rabiul Awal tahun 13 kenabian.
  6. Isra’ mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun 10 kenabian. Pendapat ini dipilih oleh Allamah Al Manshurfuri. dan pendapat inilah yang paling masyhur dan diperingati sampai hari ini

Isra’ Mi’raj Sebagai Tasliyah

Isra’ mi’raj merupakan tasliyah (hiburan) dari Allah SWT untuk Rasulullah SAW yang dilanda duka. Mengapa beliau berduka? Ada beberapa sebab.

Pertama, istri beliau Khadijah RA wafat pada bulan Ramadhan tahun 10 kenabian. Khadijah RA adalah istri pertama Rasulullah SAW yang sangat beliau cintai. Sejak Rasulullah SAW mendapat wahyu, Khadijah RA adalah orang pertama yang mendukung beliau. Ketika kembali dari gua hira’ dalam kondisi demam, Rasulullah SAW minta kepada Khadijah “zammilunii.. zammilinuii..” Selimuti aku… selimuti aku. Lalu Khadijah RA menyelimuti beliau, menenangkan beliau, memotivasi dan membangkitkan optimisme bahwa yang datang kepada beliau adalah kebaikan.

Khadijah RA merupakan orang yang pertama beriman dan mendukung dakwah beliau. Saat Rasulullah SAW membutuhkan dana untuk dakwahnya entah memerdekakan budak, membantu fakir miskin atau keperluan lainnya, Khadijah RA yang selalu mensuport beliau dengan hartanya. Khadijah RA pula yang memberi beliau keturunan termasuk Fatimah. Khadijah RA pula yang dengan kedudukan mulianya melindungi Rasulullah SAW. Maka Dengan wafatnya Khadijah RA merupakan duka tersendiri bagi Rasulullah SAW.

Kedua, Tak berselang lama setelah Khadijah RA wafat, paman beliau Abu Thalib juga wafat. Meskipun tidak mau masuk Islam, Abu Thalib adalah pembela sejati Rasulullah SAW. Beliau yang senantiasa pasang badan saat orang-orang kafir Quraisy menyakiti Rasulullah SAW atau hendak mencelakakannya. Sepeninggal Khadijah dan Abu Thalib, posisi Rasulullah SAW semakin terjepit. Intimidasi kafir Quraisy semakin menjadi-jadi. Dakwah di Makkah serasa tidak lagi memiliki celah untuk bergerak. Namun Rasulullah SAW tak mau berdiam diri. Meskipun Dakwah di Makkah dibatasi, beliau berupaya dakwah ke luar Makkah.

Beliau pergi ke Thaif dengan harapan di sana dakwah diterima. Namun apa yang terjadi? Penduduk Thaif justru mengusir Rasulullah SAW dan melempari dengan batu hingga kaki beliau berdarah. Tahun yang penuh ujian ini disebut dengan ‘amul huzn (tahun duka cita).

Setelah mengalami amul huzn inilah, Allah SWT meng-isra’-kan Rasulullah SAW. Beliau diperlihatkan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT mulai dari perjalanan yang super kilat ke Baitul Maqdis, mengimami Shalat para Nabi di sana, lantas naik ke sidratul muntaha, bertemu dengan Allah SWT dan mendapat perintah Shalat lima waktu, juga diperlihatkan surga dan neraka. Semua rangkaian peristiwa itu merupakan tasliyah bagi beliau.

Makna Isra’ dan Mi’raj

1. Keimanan

Tidak banyak orang yang percaya atas peristiwa Isra’ dan Mi’raj yang dialami oleh Rasulullah SAW, di mana hanya dengan sebagian malam Rasulullah SAW melakukan perjalanan mulai dari Masjid Al-Haram di kota Mekkah menuju Masjid Al-Aqsha di kota Palestina. Dan dari Masjid Al-Aqsha menembus tujuh lapisan langit sampai ke Sidrotul Muntaha, dan kemudian kembali lagi ke kota Mekkah sebelum subuh.

Ketika itu, orang-orang Quraisy tidak percaya bahkan mengejek dan melecehkan peristiwa Isra’ dan Mi’raj yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. Kemudian para tokoh dan orang-orang Quraisy berkumpul untuk menghina dan mendustakan cerita Rasulullah SAW dengan menyatakan hal-hal yang terjadi dan yang ada di sepanjang perjalanan sampai di Masjid Al-Aqsha. Dan walaupun semua pertanyaan mereka dijawab dengan sangat tepat oleh Rasulullah SAW, namun mereka tetap dalam keingkaran. Hanya orang yang beriman yang sanggup menerima kebenaran cerita tentang Isra’ dan Mi’raj, tanpa harus mendewakan akal manusia.

2. Kewajiban Shalat

Setelah bertemu dengan para Nabi mulai dari langit pertama sampai langit ketujuh dan mengalami beberapa peristiwa dalam perjalanannya, akhirnya Rasulullah SAW tanpa didampingi malaikat Jibril bertemu secara langsung dengan Allah SWT. Dalam tempat yang disebut Sidrotul Muntaha, Rasulullah SAW menerima perintah Shalat 50 kali yang wajib dikerjakan oleh umat Muhammad.

Dalam perjalanan kembali, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Musa AS, Setelah mendengar cerita kewajiban Shalat 50 kali untuk umat Muhammad, Nabi Musa AS berkata, “Kembalilah kepada Allah, mintalah keringanan bagi umatmu. Sesungguhnya umatmu tak akan mampu melakukan 50 kali”. Akhirnya, atas saran Nabi Musa AS, Rasulullah SAW berulang kali menghadap Allah SWT untuk meminta keringanan dan pada akhirnya umat Muhammad hanya diwajibkan menjalankan Shalat lima waktu, namun nilainya sama dengan Shalat 50 kali atau waktu.

Hikmah Isra’ Mi’raj

  1. Shalat Rasulullah SAW bersama para Nabi di Baitul Maqdis menunjukkan kedudukan beliau sebagai pemimpin para Nabi.
  2. Masjid Al Aqsha memiliki kaitan erat dengan Masjidil Haram. Masjid Al Aqsha merupakan tempat isra’ Rasulullah SAW dan kiblat pertama umat Islam. Karenanya umat Islam harus mencintai Masjid Al Aqsha.
  3. Menunjukkan Pentingnya Shalat bagi umat Islam, sehingga perintah lain cukup dengan wahyu melalui Malaikat Jibril, perintah Shalat langsung diturunkan Allah SWT kepada Rasulullah SAW tanpa perantara malaikat Jibril. Shalat ini pula yang menjadi inti tasliyah (hiburan) bagi hamba-Nya.
  4. Rasulullah SAW hendak mencapai fase baru yakni hijrah dan mendirikan negara Islam di Madinah. Maka Allah memurnikan barisan dakwah dengan isra’ mi’raj. Orang-orang yang tidak kuat aqidahnya dan mudah goyang keyakinannya, mereka murtad setelah diberitahu tentang isra’ mi’raj. Adapun yang imannya kuat, mereka justru semakin kuat imannya.
  5. Keberanian Rasulullah SAW sangat tinggi dalam berdakwah dengan menyampaikan isra’ mi’raj kepada mereka. Meskipun mereka tidak akan percaya bahkan mencemooh dan mengolok-olok, Rasulullah SAW tetap menyampaikan. Beliau bahkan memberikan bukti-bukti empiris kepada kafir Quraisy meskipun mereka justru menuduh beliau sebagai tukang sihir.
  6. Keimanan umat yang paling sempurna adalah imannya Abu Bakar. Ketika orang-orang kafir Quraisy mengabarkan bahwa Muhammad mengatakan telah isra’ mi’raj, beliau langsung mempercayainya. “Jika yang mengatakan Rasulullah SAW, aku percaya,” demikian logika keimanan Abu Bakar sehingga beliau mendapat gelar Ash Shiddiq.
  7. Rasulullah SAW menyampaikan bahaya penyakit masyarakat yang dilihatnya. Beliau diperlihatkan bagaimana siksa untuk orang yang suka ghibah, orang yang berzina, orang yang makan harta anak yatim, dan lain-lain.
  8. Para sahabat menjadi perhatian terhadap Masjid Al Aqsha yang saat itu berada dalam kekuasaan Romawi. yang akhirnya di masa kekhalifahan Umar bin Khattab, Masjid Al Aqsha bisa dibebaskan

Demikian Sekelumit sejarah Isra Mi’raj yang terjadi di bulan Rajab yang dimuliakan, bulan yang terdapat keutamaan amalan dan perjalanan suci Nabi yang berisi gambaran-gambaran peristiwa penuh arti.

Wallahu A’lam Bissowab

NANTIKAN ARTIKEL GAMBARAN-GAMBARAN PERISTIWA PADA SAAT RASULULLAH SAW ISRA MI’RAJ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here