Beranda Kajian Fiqih Islam Shalat Sunah Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Shalat Sunah Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

102
2

Shalat sunah sesuai tuntunan Rasulullah SAW sangat tepat untuk dipelajari dan diamalkan.

Shalat sunah menurut wikipedia adalah macam-macam jenis shalat sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan akan tetapi tidak diwajibkan.

Sahalat Sunah sangat banyak macamnya, mengerjakan shalat sunah akan mendapat pahala dan keutamaanya, sedangkan meninggalkan shalat sunah tidak berdosa.

Shalat sunnah terbagi menjadi dua, yaitu shalat sunah muakkad dan shalat sunah ghairu muakkad.

Yang Dimaksud Shalat Sunah Muakkad dan Ghairu Muakkad?

  1. Shalat sunah muakkad adalah salat sunah yang dianjurkan dengan penekanan yang kuat (hampir mendekati wajib), seperti salat hari raya Idul Fitri / shalat hari raya Idul Adha dan shalat Tarawih
  2. Shalat sunah ghairu muakkad adalah shalat sunah yang dianjurkan tanpa anjuran dengan penekanan yang kuat.

Macam-macam Shalat sunnah Ghairu Muakkad

Shalat sunnah secara garis besar terbagi menjadi dua:

a. Shalat Sunah Rawatib

Yaitu shalat sunah yang mengiringi shalat fardhu. Jika dilaksanakan sebelum shalat fardhu maka disebut dengan shalat sunnah qobliyah dan jika dilaksanakan setelah selesai shalat fardhu maka disebut ba’diyah

b. Shalat Sunah Selain Rawatib

Selain shlat sunah rawatib, shalat sunah banyak macamnya, diantaranya :

1. Shalat syukrul wudhu / shalat ba’da wudhu

Yaitu shalat sunnah 2 raka’at yang dikerjakan setelah selseai wudhu. Sabda Nabi Saw : “Tidaklah seseorang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu sholat dua rakaat dengan sepenuh hati dan jiwa melainkan wajib baginya (mendapatkan) surga.” (HR. Muslim, no. 234).

Adapun niat shalat syukrul wudhu adalah sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ الْوُضُوءِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

  Artinya: “Saya niat shalat sunah wudhu dua rakaat karena Allah ta’ala”. 

2. Shalat Tahyatul Masjid

Yaitu shalat sunah 2 raka’at yang dilakukan ketika memasuki Masjid sebelum duduk. Shalat ini ilakukan sebagai penghormatan terhadap masjid setiap kali memsaukinya. Rasulullah bersabda :

دَخَلَ رَجُلٌ يَوْم الجُمُعةِ والنّبيُّ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم يخطُبُ فَقَالَ أَصَلّيْتَ؟ قالَ لَا قالَ قُمْ فَصَلِّ ركْعَتَيْن

Artinya : “Seorang laki-laki pada hari Jumat masuk (masjid) ketika Nabi Muhammad ﷺ sedang melakukan khutbah. Maka Rasulullah ﷺ bertanya, ‘Apakah engkau sudah shalat?’ Ia menjawab, ‘Belum’. Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Berdirilah, kemudian shalatlah dua rakaat” (HR al-Bukhari).

Hadits lain meyebukan, Rasulullah bersabdai :

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ، فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِس

Artinya : “Jika salah seorang di antara kalian memasuki masjid maka hendaklah ia mengerjakan shalat dua rakaat sebelum ia duduk” (HR Abu Qatadah).

Adapun niat shalat tahyatul masjid adalah sebagai berikut:

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ لله تعالى

Artinya: “Saya shalat sunnat tahiyat al-masjid dua rakaat karena Allah Ta’ala”.

3. Shalat Sunah Taubat

Yaitu shalat sunah yang dilakukan untuk memohon ampunan atas segala dosa yang telah dilakukan. Rasulullah bersabda :

مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ثُمَّ يُصَلِّى ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ لَهُ

Artinya :“Apabila ada orang yang melakukan suatu perbuatan dosa, kemudian dia berwudhu dengan sempurna, lalu dia mendirikan shalat dua rakaat, dan selanjutnya dia beristigfar memohon ampun kepada Allah, maka Allah pasti mengampuninya.” (HR.Abu Dawud, Ahmad, dan Tirmidzi)

Adapun niat shalat taubat adalah sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِركعتين مستقبل القبلة لله تعالى
Artinya: “Saya niat shalat sunnah taubat dua rakaat menghadap kiblat karena Allah SWT.”

4. Shalat Tasbih

Yaitu shalat sunah 4 rakaat dengan dua salam yang di dalamnya terdapat bacaan tasbih pada setiap rakaat. Total bacaan tasbih sebanyak 300 kali. 

Hukum shalat tasbih menurut mayoritas ulama seperti Imam al-Ghazali, Imam an-Nawawi, Imam Ibnu Shalah, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Ibnu Hajar al-Haitami, imam asy-Syirbini, Imam ar-Ramli, Imam as-Suyuti, Imam al-Buhuti & Syaikh al-Albani mengatakan hukumnya sunah.

Cara mengerjakanya:

Ketika selesai membaca Al-Fatihah dan surat pada tiap-tiap rakaat lalu:

  1. Membaca tasbih sebanyak 15 kali
  2. Membaca tasbih sebanyak 10 kali ketika ruku’
  3. Membaca tasbih sebanyak 10 kali ketika ‘itidal
  4. Membaca tasbih sebanyak 10 kali ketika sujud
  5. Membaca tasbih sebanyak 10 kali ketika duduk diantara dua sujud
  6. Membaca tasbih sebanyak 10 kali ketika sujud kedua
  7. Membaca tasbih sebanyak 10 kali ketika duduk istirahat.

Adapun niatnya shalat tasbih adalah sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Artinya, “Aku menyengaja sehalat sunah tasbih dua rakaat karena Allah SWT”.

5. Shalat Hajat

Yaitu shalat sunah 2 raka’at yang bertujuan untuk memohon agar hajat / kebutuhan kita segera dicukupi oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda : “Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian salat dua raka’at (Salat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah SWT berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat” ( HR.Ahmad )

Cara mengerjakan : Pada sujud terakhir setelah membaca tasbih, kemudia berdoa meminta apa hajat kita, tapi dengan catatan harus di dalam hati tidak boleh dilafadzkan, karena kalau dilafadzkan di lisan akan membatalkan shalat.

Adapun niat shalat hajat adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Artinya : “Saya berniat sholat sunnah hajat dua roka’at karena Allah Ta’aala”

6. Shalat Tahajjud

Yaitu shalat sunah yang dikerjakan pada waktu malam hari dengan jumlah rakaat paling sedikit 2 rakaat dan paling banyak tak terbatas. Waktu pelaksanaannya adalah setelah shalat Isya’ sampai subuh, dan lebih utama dilakukan setelah bangun tidur di malam hari, dan waktu pelaksanaannya ada tiga :

  1. Sepertiga pertama, yaitu dari jam 7-10 malam (waktu utama)
  2. Sepertiga kedua, yaitu dari jam 10-1 malam (waktu lebih utama)
  3. Sepertiga ketiga, yaitu dari jam 1 malam sampai masuknya waktu subuh (waktu yang paling utama).

Orang yang melaksanakan shalat tahajud sangat diistimewakan oleh Allah SWt sebagaimana disebutkan dalam Q.S Al-Isra ayat 79 :

Wa minal-laili fa tahajjad bihi nafilatal laka ‘asa ay yab’asaka rabbuka maqamam mahmuda.

Artinya : “Dan pada sebagian malam hari, bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Semoga Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

Adapun niat shalat tahajjud adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya berniat mengerjakan shalat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala”.

7. Shalat Tsubutul Iman

Yaitu shalat sunnah yang bertujuan agar diberi kekuatan Iman. Shalat ini berjumlah 2-6 rakaat. Shalat Tsubutul Iman dikerjakan setelah shalat Maghrib dengan tujuan agar Allah SWT memberikan ketetapan iman dan keteguhan hati untuk menjalankan perintah-perintahnya-Nya, Rasulullah SAW bersabda:

قَالَ النَّبِيُّ صَلّٰى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ اَحَبَّ اَنْ يَحْفَظَ اللهُ عَلَيْهِ اِيْمَانَهُ فَلْيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ سُنَّةِ الْمَغْرِبِ يَقْرَأُ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَقُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ سِتَّ مَرَّاتٍ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ مَرَّةً مَرَّةً. (اﻫ اعانة الطالبين جز اول ص ٢٥٨ – ٢٥٩). 

Barang siapa yang ingin imannya dijaga oleh Allah SWT hendaklah ia Sholat dua rakaat setelah Sholat Sunnah Ba’diyah Maghrib dengan membaca surat Al-Fatihah pada setiap rakaat, dan surat Al-Ikhlas 6x, Surat Al-Falaq 1x dan Surat An-Nas 1x. (Dalam Kitab I’anatut Thalibin Juz I, hal 258-259

Adapun niat shalat Tsubutul Iman adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةً لِثُبُوْتِ اْلاِيْمَانِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالىٰ

Artinya: “Saya niat sholat sunah supaya ditetapkan iman, dua roka’at karena Allah”

8. Shalat Istikharah

Yaitu shalat sunnah yang dilakukan untuk meminta petunjuk kepada Allah SWT. Atas segala kebingungan, pertanyaan atau ketidaktahuan. Shalat ini lebih utama dikerjakan pada waktu malam hari sebanyak 2 raka’at. Rasulullah SAW bersabda yang artinya :

“Jika ada salah seorang di antara kalian memiliki niat dalam suatu urusan maka lakukanlah sholat sunnah sebanyak dua rakaat yang bukan termasuk dalam sholat wajib kemudian berdoalah kepada Allah SWT.” (HR. Bukhari)

Adapun niat shalat istikharah adalah sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku niat sholat sunah istikharah dua rakaat karena Allah ta’ala.”

8. Shalat Dhuha

Yaitu shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu matahari terbit (waktu dhuha) atau sekitar pukul 07.00 sampai pukul 11.00 WIB. Yang dikerjakan sekurang-kurangnya 2-12 rakaat. Rasulullah SAW bersabda :

“Setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Amar ma’ruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah, dan semua itu dapat diganti dengan salat duha dua rakaat,” (H.R Muslim)

Abu Hurairah berkata, “Rasulullah, kekasihku itu berwasiat padaku tiga hal : puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat shalat duha (setiap hari), dan shalat witir sebelum tidur.”

Adapun niat shalat dhuha adalah sebagai berikut:

أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala.”

9. Shalat Awwabin

Yaitu shalat sunnah yang dikerjakan antara waktu maghrib dan wakti isya’ dengan jumlah rakaat sebanyak 2-20 rakaat.

Keutamaan sholat awwabin :

  • Dijamin Masuk Surga
  • Diangkat Derajatnya
  • Diterima Taubatnya
  • Tidak Bersedih
  • Mendapat Amalan yang Baik
  • Dekat dengan Nabi di Surga

Adapun niat shalat awwabin adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةً الأَوَّابِينَ رَكَعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى

Artinya : “Aku niat shalat sunah awwabin dua rakaat karena Allah ta’ala”

10. Shalat Safar

Shlat Sunah Safar Yaitu shalat 2 raka’at yang dilaksanakan hendak bepergian / pulang dari berpergian, tujuanya agar perjalananya selamat dan berkah.

Rasulullah ﷺ bersabda :

مَا خَلَّفَ أَحَدٌ عَلَى أَهْلِهِ أَفْضَلُ مِنْ رَكْعَتَيْنِ يَرْكَعُهُمَا عِنْدَهُمْ حِينَ يُرِيدُ السَّفَرَ

Artinya : “Tidak ada sesuatu yang lebih utama untuk ditinggalkan seorang hamba bagi keluarganya, daripada dua rakaat yang dia kerjakan di tengah (tempat) mereka ketika hendak melakukan perjalanan.” (HR ath-Thabrani). 

Adapun niat shalat Safar adalah sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ السَّفَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya, “Saya niat shalat sunnah perjalanan dua rakaat karena Allah ta’âla.”

11. Shalat sunnah Mutlaq

Yaitu shalat sunnah 2 rakaat yang dikerjakan kapanpun dan dimanapun.

Adapun niat shalatnya adalah sebagai berikut:

  أُصَلِّيْ سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى 

  Artinya, “Saya niat shalat sunnah dua rakaat karena Allah ta’ala.”

12. Shalat witir

Yaitu shalat sunnah dengan rakaat ganjil. (1-11 rakaat) yang  dikerjakan setelah shalat isya’.

Adapun niat shalatnya sebagai berikut:

أصلى سنة من الوتر ركعة لله تعالى

Artinya: “Aku niat shalat sunnat witir satu rakaat karena Allah ta’ala.”

Dan masih banyak lagi shalat sunnah yang lain.

Keterangan tentang shalat-shalat sunnah ini diambil dari kitab Tanwir Al-Qulub, hal. 200-206 dan kitab Nihayah Az-Zain, hal. 98-116.

Dalam setiap shalat sunnah yang telah disebutkan di atas, disunnahkan berdoa kepada Allah SWT. Dalam hati ketika sujud terakhir, karena waktu itu merupakan waktu yang mustajabah, namun tidak diperkenakan berdoa dengan suara karena bisa menyebabkan batalnya shalat. Dalil yang menjelaskan tentang kesunnahan berdoa ketika sedang sujud adalah sebagai berikut:

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ :(( فَأمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ – عَزَّ وَجَلَّ – ، وَأمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِي الدُّعَاءِ ، فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ )) . رَوَاهُ مُسْلِمٌ .

Artinya: “Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Adapun ketika rukuk, maka agungkanlah Allah. Sedangkan ketika sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, maka doa tersebut pasti dikabulkan untuk kalian.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 479] (Al-Adzkar Al-Nawawi)

Demikian berbagai macam shalat sunah yang kami uraikan, yang penting untuk kita ketahui dan amalkan, karena sholat merupakan bagian dari rukun islam selain zakat.

Wallahu A’lam bissowab

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here