Beranda Umroh & Haji Sunnah-Sunnah Ihram Haji dan Umrah

Sunnah-Sunnah Ihram Haji dan Umrah

66
0
Sunnah Sunnah Ihram Haji dan Umrah

Aminsaja.comSunnah-Sunnah Ihram Haji dan Umrah. Ibadah Haji dan Umrah adalah ibadah yang jarang lakukan, maka sebaiknya sebelum memasuki ibadah tersebut, wajib mengetahui caranya agar mendapatkan pahala keafdhalan dalam ihram, baik ihram haji maupun umrah, lakukanlah sunnah-sunnah ihram tersebut dibawah ini dengan secara tertib sebelum memulai niat ihram, baik laki-laki maupun perempuan, dengan keterangan sebagai berikut:

  1. Memendekkan dan merapikan semua bulu-bulu badan, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.
  2. Memendekkan dan membersihkan semua kuku jari.
  3. Mandi besar sunnah ihram, dengan lafadh niat: “saya niat mandi besar untuk ihram karena Allah Taala”.
  4. Mengharumkan badan dengan wangi-wangian seperlunya saja. adapun untuk pakaian lebih baik tidak diberi wangi-wangian, karena terjadi perbedaan pendapat yang sangat serius dikalangan para ulama atas kebolehannya.
  5. Berpakaian pakaian ihram yang bersih, yang masih baru dan berwarna putih, dibagian atas dan bawah.
  6. Shalat sunnah ihram dua rakaat, dengan lafadh niat: “saya niat shalat sunnah ihram dua rakaat karena Allah Taala”. dirakaat pertama sesudah Fatihah, baca surat Al Kafirun dan dirakaat kedua baca surat Al Ikhlash.
  1. Memakai sandal yang patut. dan (khusus bagi lelaki) jangan memakai sandal yang menutup bagian tumit atau bagian ujung jari-jari kaki.
  2. Setelah itu semua, mulailah niat ihram haji dan umrah dengan cara yang afdhal sebagaimana diterangkan dalam kitab Taqrirussadhidah. (ifshah-idhah 130, is’af 227, taqrirat 193/477).

Catatan! Shalat sunnah ihram ini, sebaiknya tak perlu dilakukan ketika bersamaan dengan 5 waktu yang diharamkan shalat, kecuali bagi jemaah yang miqat hajinya dari tanah haram mekah, baik orang asli mekah, mukimin atau jemaah pendatang yang berhaji tamattu’. Mereka semua tetap disunnahkan shalat ihram, karena ditanah haram mekah tidak ada waktu yang diharamkan untuk shalat apa saja menurut pendapat banyak ulama, termasuk madzhab syafi’eyah.

Wallahu A’lamu Bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here