Beranda Doa-Doa Praktis Tata Cara Shalat Fardu: Niat – Salam

Tata Cara Shalat Fardu: Niat – Salam

86
0
Tata Cara Shalat Fardu: Niat - Salam
Tata Cara Shalat Fardu: Niat - Salam

Aminsaja.comTata Cara Shalat Fardu: Niat – Salam, yang wajib dipelajari dan dihafalkan oleh Umat Muslim terutama untuk anak kelas TPQ dan TKA.

Shalat merupakan suatu ibadah yang istimewa di dalam Islam karena perintah pelaksanaannya diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT melalui Isra Mi’raj.

Menurut syariat Islam, Shalat harus sesuai dengan segala petunjuk tata cara yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Shalat secara umum terbagi menjadi dua jenis yaitu Shalat fardu dan salat sunah. Shalat fardu terbagi menjadi 5 waktu tertentu yang dikerjakan setiap hari dan bersifat wajib, yaitu Subuh 2 Rakaat, Duhur 4 rakaat, Ashar 4 rakaat, Maghrib 3 rakaat dan Isya 4 rakaat. Sementara itu, Shalat sunah bersifat dianjurkan untuk dikerjakan pada waktu tertentu.

Shalat dijadikan sebagai penanda utama dalam status keimanan seorang muslim dan mengerjakan Shalat merupakan tanda keislaman sedangkan meninggalkan Shalat merupakan tanda awal kekafiran.

Tata Cara Shalat, Lengkap dengan Bacaannya

Melaksanakan Shalat diawali dengan Niat dalam hati dan sunah diucapkan lewat lesan.

1. Niat

Niat merupakan salah satu rukun yang wajib dilakukan ketika menunaikan Shalat. Dalam hal ini, bacaan niat masing-masing Shalat fardu berbeda-beda, tergantung yang dilakukan Shalat apa.

a. Niat Shalat Subuh

أصلي فرض الصبح ركعتين مستقبل القبلة أداء/مأموما/إماما لله تعالى

Usholli fardhol subhi rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa an /ma’muuman/imaaman lillaahi ta’aalaa

b. Niat Shalat Dzuhur

أصلي فرض الظهر أربع ركعات مستقبل القبلة أداء/مأموما/إماما لله تعالى

Usholli fardhol zuhri arba’a roka’aati mustaqbilal qiblati adaa an/ma’muuman/imaaman lillaahi ta’aalaa.

c. Niat Shalat Ashar

أصلي فرض العصر أربع ركعات مستقبل القبلة أداء/مأموما/إماما لله تعالى

Usholli Fardhol Ashri Arba’a Roka’aati Mustaqbilal Qiblati Adaa an /Ma’muuman/Imaaman Lillaahi Ta’ala.

d. Niat Shalat Maghrib

أصلي فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل القبلة أداء/مأموما/إماما لله تعالى

Usholli Fardhol Magribi Tsalasa Rok’aati Mustaqbilal Qiblati Adaa an /Ma’muuman/Imaaman Lillaahi Ta’ala.

e. Niat Shalat Isya

أصلي فرض العشاء أربع ركعات مستقبل القبلة أداء/مأموما/إماما لله تعالى

Usholli Fardhol ‘Isya i Arba’a Roka’aati Mustaqbilal Qiblati Adaa an/Ma’muuman/Imaaman Lillaahi Ta’aalaa.

2. Takbiratul Ikhram

Setelah niat, bacaan Shalat fardu selanjutnya adalah pada gerakan takbiratul ihram. Berdiri tegak menghadap kiblat, kemudian diikuti dengan mengangkat kedua tangan sambil membaca “Allahu Akbar” lalu menempatkan kedua tangan sedekap di depan dada. Bacaan takbiratul ihram adalah:

الله أكبر

Allahu Akbar

3. Doa Iftitah

Bacaan Shalat fardu berikutnya adalah doa iftitah. Doa ini dilafalkan di awal rakaat Shalat. Berikut bacaan doa iftitah yang perlu diketahui

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Allaahu akbaru kabiiraw walhamdu lilaahi katsiran, wa subhaanallaahi bukrataw wa’ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.

Artinya: Allah maha besar dengan sebesar besarnya. Segala puji yang sebanyak banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang orang yang menyekutukanNya.

4. Al-Fatihah

Surat Al Fatihah dibaca di setiap awal rakaat Shalat yang dilakukan setelah doa iftitah. Berikut adalah bacaan surat Al Fatihah.

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم . مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ . اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Bismillahir rahmaa nirrahiim. Alhamdu lilla hi rabbil ‘alamin. Ar rahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash shirraatal musthaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin.

Artinya : Dengan nama Allah yang maha pengasih, maha penyayang. Segala puji bagi Allah, tuhan seluruh alam, yang maha pengasih, maha penyayang, pemilik hari pembalasan. Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

5. Bacaan Surat Pendek

Sesudah surat Al Fatihah, bisa dilanjutkan dengan membaca potongan ayat dalam Alquran atau surat pendek dalam Juz ‘amma seperti Al Ikhlas, dan lainnya, bacaan surat Al Ikhlas sebagai berikut:

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ. اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ. لمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا أحد

Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

6. Rukuk

Gerakan Shalat yang berikutnya adalah ruku. yaitu menundukkan setengah badan pada posisi tangan diletakan di lutut. Berikut bacaan rukuk yang bisa dilafalkan:

سبحان ربي العظيم وبحمده

Subhaana robbiyal ‘adziimi wabihamdih (3 kali)

Artinya: Maha suci tuhan yang maha agung serta memujilah aku kepadanya.

7. I’tidal

Gerakan i’tidal bangun dari rukuk, dilakukan dengan mengangkat tangan sambil membaca takbiratul ihram lalu meletakkan kedua tangan di samping tubuh. Berikut ini adalah bacaan I’tidal:

ربنا لك اللحمد ملء السموات وملء الأرض وملء ما شئت من شيء بعد

Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syain ba’du.

Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu.”

8. Sujud Pertama

Berikutnya tubuh disujudkan ke lantai, bacaannya adalah sebagai berikut:

سبحان ربي الأعلى وبحمده

Sub haana robbiyal a’la wabihamdih. (3 kali)

Artinya: “Maha suci tuhan yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepadanya.”

9. Duduk di antara dua sujud

Bacaan duduk di antara dua sujud :

رب اغفررلي وارحمني واجبرني وارفعني وارزقني واههدني وعافني واعف عني

Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya: “Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”

10. Sujud kedua

Bacaan sujud kedua sama dengan sujud pertama, setelah selesai sujud kedua, lalu berdiri kembali. dengan demikian satu rakaat telah dijalankan, selanjutnya ulangi cara yang sama seperti di atas untuk menambah rakaat berikutnya.

11. Tasyahud Awal

Tasyahud awal dilakukan untuk jumlah rakaat yang minimal 3 rakaat, dan dilakukan setelah sujud kedua pada rakaat kedua. Duduk tasyahud awal dilakukan seperti duduk di antara sujud dengan telunjuk tangan kanan dijulurkan, dan semua jari mengepal. Kemudian membaca doa tasyahud awal.

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سيدنا مُحَمَّدٍ

Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuh. Assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullah. Allahumma sholli ‘alaa Muhammad.

Artinya: “Segala penghormatan, keberkahan, sholawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad.”

12. Tasyahud Akhir

Gerakan Shalat fardu yang terakhir adalah tasyahud akhir. Tasyahud akhir dilakukan sama dengan tasyahud awal tetapi disunahkan dengan duduk iftirasy yaitu kaki kiri dimasukkan di bawah kaki kanan. Lalu membaca :


التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

At Tahiyyaatul Mubaarakaatush Shalawaatuth Thoyyibaatulillaah. As Salaamu’Alaika Ayyuhan Nabiyyu Wa Rahmatullaahi Wabarakaatuh, Assalaamu’Alaina Wa’Alaa Ibaadillaahishaalihiin. Asyhaduallaa Ilaaha Illallaah, Wa Asyhadu Anna Muhammad Rasuulullaah.

Allaahumma Shalli’Alaa Muhammad, Wa’Alaa Aali Muhammad. Kamaa Shallaita Alaa Ibraahiim Wa Alaa Aali Ibraahiim. Wabaarik’Alaa Muhammad Wa Alaa Aali Muhammad. Kamaa Baarakta Alaa Ibraahiim Wa Alaa Aali Ibraahiim, Fil’Aalamiina Innaka Hamiidum Majiid.

Artinya: Ya Allah, limpahkan lah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad, seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkan lah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya, seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, Engkau lah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia di seluruh alam.

13. Salam

Salam diawali dengan menoleh ke sebalah kanan, lalu menengok ke sebelah kiri, dengan membaca :

Salam yang pertama menoleh ke kanan dengan mengucapkan:

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Artinya : “Semoga keselamatan, rohmat dan berkah ALLAH selalu tercurah untuk kamu sekalian”.

Salam yang kedua menoleh ke kiri dengan mengucapkan:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

“Semoga keselamatan, dan rahmat ALLAH selalu tercurah untuk kamu sekalian”.

Wallahu a’lamu bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here