Beranda Umroh & Haji Tradisi Panggilan Haji Atau Hajjah

Tradisi Panggilan Haji Atau Hajjah

65
0
panggilan haji 3

Aminsaja.comTradisi Panggilan Haji Atau Hajjah. Pulang setelah melakukan rangkaian kegiatan ibadah haji di Tanah Suci, jemaah asal Indonesia biasanya akan langsung diberi embel-embel haji atau hajjah di depan namanya. Ada yang menggunakannya dengan bangga dan tak lupa untuk selalu menambahkan inisial “H.” atau “Hj.” saat menulis nama lengkapnya. Namun, nyatanya pemberian gelar haji ini hanya berlaku di Indonesia saja.

Tidak banyak yang tahu bahwa sejarah pemberian gelar haji ini masih ada kaitannya dengan masa penjajahan Belanda di Indonesia. Tren ini ternyata adalah warisan dari pemerintah kolonial Belanda kala masih menduduki Indonesia. Saat itu, gerakan peribadahan organisasi-organisasi Islam tengah jadi musuh besar pemerintah kolonial. Pasalnya, sepulang dari Tanah Suci, orang-orang akan cenderung membawa ajaran Islam serta mendirikan organisasi berlandaskan Islam di Tanah Air.

Pendapat lain justru memperbolehkan gelar Haji maupun Hajjah. Alasannya antara lain adalah gelar diberikan karena keikhlasan ialah urusan pribadi tiap jemaah serta tidak akan diketahui orang lain. Selain itu, gelar merupakan bagian dari tradisi dalam pemberian penghormatan serta tidak ada dalil yang secara eksplisit melarangnya.

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Muhadzdzab memberi pandangannya sebagai berikut: “Boleh menyebut orang yang pernah berangkat haji dengan gelar Haji, meskipun hajinya sudah bertahun-tahun, atau bahkan setelah dia wafat. Dan hal ini tidak makruh. Sementara yang disebutkan dalam riwayat Baihaqi dari Al Qasim bin Abdurrahman, dari Ibnu Mas’ud, beliau mengatakan, ‘Janganlah kalian mengatakan ‘Saya Haji’ karena Haji adalah orang yang ihram.’ Riwayat ini mauquf dan sanadnya terputus.”

Dan juga ada beberapa keterangan yang akan diterangkan sebagai berikut:

يقع السوأل عما يقع كثيرا فى مخاطبات الناس بعضهم مع بعض من قولهم لمن لم يحج ياحاج فلان تعظيما له هل هو حرام أولا؟ والجواب عنه ان الظاهر الحرمة لأنه كذب لأن معنى يا حاج فلان يا من أتى بالنسك على الوجه المخصوصة. نعم إن اراد بيا حاج فلان المعنى اللغوي وقصد به معنى صحيحا كأن أراد بيا حاج يا قاصد التوجه الى كذا كالجماعة أوغيرها فلا حرمة

Banyak persoalan ditengah-tengah masyarakat dengan memanggil HAJI atau HAJJAH kepada orang yang belum melakukan ibadah haji sebagai bentuk penghormatan, apakah itu haram atau tidak?. Jawbannya kalau dipandang secara lahir itu hukumnya haram, karena sudah berbuat kebohongan. Sebab arti dari “YA HAJI PULAN” ialah bagi orang yang sudah melakukan ibadah haji dengan cara tertentu. Nah apabila tujuannya memanggil “YA HAJI PULAN” untuk makna Lhughawi (Orang-orang yang ingin berhaji seperti jemaah) dan lain sebagainya, maka tidak haram.

Wallahu A’lamu Bissowab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here