Beranda Keutamaan 8 Keutamaan Dan Tata Cara Shalat Tasbih

8 Keutamaan Dan Tata Cara Shalat Tasbih

121
0
8 Keutamaan Dan Tata Cara Shalat Tasbih

Aminsaja.com8 Keutamaan Dan Tata Cara Shalat Tasbih kami pilih untuk kami sajikan di artikel edisi ini. karena besarnya keutamaan Shalat Tasbih yang harus diketahui dan dilaksanakan oleh umat Muslim.

Shalat tasbih merupakan salah satu Shalat sunah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Shalat tasbih adalah Shalat sunah yang di dalamnya banyak bacaan tasbih.

Karena keutamaannya yang sangat luar biasa, maka sebagian umat Islam membiasakannya ada yang setiap hari ada yang seminggu sekali, baik dilakukan secara sendiri maupun berjamaah.

Ada juga sebagian masyarakat muslim di Indonesia menjadikan Shalat tasbih sebagai sarana untuk mendapatkan lailatul qadr di bulan Ramadlan dengan cara berjamaah di sepuluh malam terakhir. Berikut 8 keutamaan dan tata cara shalat tasbih :

Shalat Tasbih Adalah Salah Satu Cara Menghapus Dosa

Manusia adalah tempat salah dan lupa, maka karena sifat inilah maka manusia tidak ada yang sempurna dan selalu melakukan dosa, Tetapi Allah SWT dengan rahmatnya selalu mengampuninya meskipun manusia berulang kali melakukan dosa. Ada beberapa cara agar dosa diampuni selain istighfar dan tobat yaitu dengan cara melakukan Shalat tasbih. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW sebagai berikut:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا – أَنَّ «النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ: ” يَا عَبَّاسُ! يَا عَمَّاهُ! أَلَا أُعْطِيكَ؟ أَلَا أَمْنَحُكَ؟ أَلَا أحبوكَ؟ أَلَا أَفْعَلُ بِكَ؟ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ، غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، قَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ، خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ، صَغِيرَهُ وَكَبِيرَهُ، سِرَّهُ وَعَلَانِيَتَهُ: أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ، تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً، فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ، قُلْتَ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً، ثُمَّ تَرْكَعُ، فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوعِ، فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَهْوِي سَاجِدًا، فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ، تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ، إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ، فَفِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي عُمْرِكَ مَرَّة

Artinya: “Dari Abdullah bin Abbas radliyallâhu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW. Bersabda kepada Abbas bin Abdul Muthalib, “Wahai Abbas, pamanku, tidakkah aku memberimu? Tidakkah aku memberi tahumu? Tidakkah aku lakukan kepadamu? Sepuluh perkara bila engkau melakukannya maka Allah ampuni dosamu; yang awal dan yang akhir, yang lama dan yang baru, yang tak dilakukan karena kesalahan tidak disengaja dan yang disengaja, yang kecil dan yang besar, yang sembunyi-sembunyi dan yang terang-terangan. Lakukanlah shalat empat rakaat, pada setiap rakaat engkau membaca Al-Fatihah dan surat lainnya. Ketika engkau telah selesai membaca di rakaat pertama dan engkau masih dalam keadaan berdiri engkau ucapkan subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar lima belas kali. Kemudian engkau ruku’, ucapkan kalimat itu sepuluh kali saat kau ruku’. Kemudian engkau angkat kepalamu dari ruku’ (i’tidal), engkau baca kalimat itu sepuluh kali. Kemudian engkau turun bersujud, kau baca kalimat itu sepuluh kali dalam bersujud. Kemudian engkau angkat kepalamu dari bersujud, egkau baca kalimat itu sepuluh kali. Kemudian engkau bersujud (yang kedua), engkau baca kalimat tu sepuluh kali. Kemudian engkau angkat kepala, engkau baca kalimat itu sepuluh kali. Itu semua ada tujuh puluh lima dalam setiap rakaat. Engkau lakukan itu dalam empat rakaat. Bila engkau mampu melakukannya setiap sehari sekali maka lakukanlah. Bila tidak maka lakukan setiap satu jum’at sekali. Bila tidak maka setiap satu bula sekali. Bila tidak maka setiap satu tahun sekali. Bila tidak maka dalam seumur hidupmu lakukan sekali.”

sebagaimana dijelaskan oleh Muhammad Alawi Al-Maliki sebagai berikut:

يدل بظاهره على ان الكبائر تغفر بمجرد فعل هذه الصلاة. وهو محمول على ما اذا اقترنت ببقية شروط التوبة من الاستغفار والندم والعزم على عدم العود

Artinya: “Secara dhahir hadits itu menunjukkan bahwa dosa-dosa besar terampuni hanya dengan melakukan Shalat tasbih ini. Itu bisa dipahami apabila shalat tasbih itu dibarengi dengan syarat-syarat bertobat yang terdiri dari memohon ampunan, menyesali, dan tekad kuat untuk tidak mengulangi.” (Sayid Muhammad Alwi Al-Maliki, Syaraful Ummah Al-Muhammadiyyah, 1985, tanpa penerbit, hal. 101)

1. Tata Cara Shalat Tasbih

Ibnu Hajar Al-Haitami di dalam kitabnya Al-Minhâjul Qawîm menjelaskan, sebagai berikut:

و صلاة التسبيح وهي أربع ركعات يقول في كل ركعة بعد الفاتحة والسورة: سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر، زاد في الإحياء: ولا حول ولا قوة إلا بالله خمس عشرة مرة وفي كل من الركوع والاعتدال وكل من السجدتين والجلوس بينهما والجلوس بعد رفعه من السجدة الثانية في كل عشرة فذلك خمس وسبعون مرة في كل ركعة

Shalat tasbih, yaitu shalat empat rakaat di mana dalam setiap rakaatnya setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek lainnya dilanjutkan membaca kalimat subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar”.

Cara pelaksanaannya sebagai berikut:
  1. Niat, dengan membaca “Ushalli sunnata-t-tasbihi rak’ataini lillaahi ta’aala.” (Saya berniat Shalat tasbih dua rakaat karena Allah Ta’ala)
  2. Takbirotul Ihram, selanjutnya membaca doa iftitah (Allahu akbar kabiro…dst)
  3. Baca surat AL-Fatihah
  4. Baca suratan pendek, dilanjutkan membaca tasbih 15 kali
  5. Ruku, dilanjutkan membaca tasbih 10 kali
  6. I’tidal, dilanjutkan membaca tasbih 10 kali
  7. Sujud pertama, dilanjutkan membaca tasbih 10 kali
  8. Duduk di antara dua sujud dilanjutkan membaca tasbih 10 kali
  9. Sujud kedua, dilanjutkan membaca tasbih 10 kali
  10. Sebelum berdiri rakaat kedua tidak langsung berdiri, melainkan duduk dulu sejenak dan membaca tasbih 10 kali.

Dengan demikian maka jumlah tasbih yang dibaca sebanyak 75 kali dalam setiap rakaatnya. Dan jika dilaksanakan 4 rakaat maka total bacaan tasbihnya sebanyak 300 kali.

Untuk rakaat yang kedua tata cara pelaksanaannya sama dengan rakaat pertama, hanya saja pada rakaat kedua setelah membaca tasyahud sebelum salam terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian membaca salam

2. Bacaan Kalimat Tasbih

سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar

Artinya: “Maha suci Allah, segala puji milik Allah, dan tiada tuhan selain Allah, dan Allah maha besa”.

3. Waktu Pelaksanaan Shalat Tasbih

Adapun waktu pelaksanaan shalat tasbih dapat dilakukan kapan saja, baik siang hari ataupun malam hari, sepanjang tidak pada waktu yang dilarang untuk shalat. Hanya saja, Imam Nawawi memiliki pendapat yang menyatakan adanya perbedaan dalam teknis pelaksanaan shalat tasbih di siang hari dan malam hari.

Apabila shalat tasbih dilakukan di malam hari maka akan lebih baik bila dijadikan dua rakaat. Namun bila dilakukan di siang hari maka bisa dijadikan dua rakaat atau  empat rakaat dengan satu salam. Sebagaimana dijelaskan Dalam kitab Al-Adzkar-nya Imam Nawawi dinyatakan sebagai berikut:

فإن صلى ليلاً فأحبّ إليّ أن يسلّم في ركعتين؛ وإن صلّى نهاراً، فإن شاء سلّم، وإن شاء لم يسلم

Artinya: “Bila shalat (shalat sunnah) dilakukan di malam hari, maka lebih kusukai bagiku salam di setiap dua rakaat. Namun bila dilakukan disiang hari maka boleh dijadikan dua rakaat dan bisa dijadikan empat rakaat dengan satu salam”.

4. Anjuran Shalat Tasbih

Menurut riwayat Ibnu Mas‘ud RA Kalau sanggup, Shalat tasbih dilaksanakan setiap hari. Kalau tidak sanggup, lakukan sebulan sekali. Kalau tidak sanggup juga, lakukan setahun sekali. Kalau tidak sanggup juga, lakukan minimal sekali dalam seumur hidup. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya dan besar keutamaan Shalat tasbih. Sumber NU Online

8 Keutamaan Shalat Tasbih

Bila dilihat dari sisi keutamaannya, para ulama memandang Shalat tasbih memiliki keutamaan yang begitu besar sampai Imam As-Subki menyatakan bahwa:

“Tidaklah seorang yang mendengar tentang keutamaan Shalat tasbih namun ia meninggalkannya (tidak melakukannya) kecuali orang itu adalah orang yang merendahkan agama” (lihat: Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhâjul Qawîm, hal. 203).

1. Memberatkan timbangan amal baik di akhirat

Manfaat pertama dari Shalat tasbih adalah memberatkan timbangan amal baik di akhirat. Ibadah yang diamalkan selama ini sudah pasti akan dihisab di akhirat nanti. Jika rajin membaca tasbih maka timbangan amal baik akan diberatkan.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Ada dua kalimat yang keduanya ringan diucapkan di lidah namun memberatkan timbangan amal baik dan keduanya disukai oleh ar-Rahman, yaitu Subhanallah wa bi hambidi subhanallahil adzim”. (HR Bukahari dan Muslim).

2. Memiliki tabungan kebun kurma di surga

Seperti halnya memiliki perkebunan di dunia di mana pemiliknya tinggal memetik hasil keuntungannya, maka demikian juga bila sering menjalankan Shalat tasbih akan ditanamkan sebatang pohon kurma setiap kali membaca Subhanallahil azhimi wa bi hamdihi.

3. Menghapus dosa yang banyak

Manfaat Shalat tasbih adakah menghapus dosa yang jumlahnya sebanyak seperti buih di lautan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang mengucapkan Subhanallahi wa bi hamdihi 100 kali, maka Allah hapuskan kesalahan meskipun kesalahannya itu sebanyak buih dilautan”. (HR Bukhari dan Muslim).

4.Menghilangkan kelaparan di akhir zaman

Manfaat Shalat tasbih selanjutnya yakni sebagai senjata menghadapi krisis pangan di akhir zaman. Saat di akhir zaman nanti, kalimat tasbih seperti makanan yang bergizi dan menyehatkan bagi orang Islam.

Rasulullah ﷺ bersabda: ”Makanan orang beriman pada zaman munculnya Dajjal adalah makanan para malaikat, yaitu tasbih dan taqdis, maka barang siapa yang ucapannya pada saat itu adalah tasbih, maka Allah akan menghilangkan darinya kelaparan”. (HR al-Hakim)

5. Tasbih adalah kalimat terbaik di sisi Allah SWT

Suatu ketika, Rasulullah SAW ditanya oleh sahabat tentang ucapan yang paling baik. Beliau menjawab, ‘yang diperintahkan Allah SWT kepada malaikat-nya dan hamba-nya adalah ucapan Subhanallah wa bi hamdihi’. (HR Muslim)

6. Terhindar dari kesedihan dan penyakit-penyakit berat

” Suatu kali Qabishah al-Makhariq mendatangi Rasulullah dan berkata: ‘Wahai Rasulullah, ajarkan aku beberapa kalimat (ucapan) yang dengannya Allah memberi manfaat kepadaku, karena sungguh umurku sudah tua dan aku merasa lemah untuk melakukan apa pun’. Lalu Rasulullah berkata, ‘Jika engkau membacanya, maka akan engkau terhindar dari kesedihan, kusta, penyakit biasa, belang, lumpuh akibat pendarahan otak (stroke)”. (HR. Ibnu as-Sunni dan Ahmad)

7. Mengikuti ajaran Rasulullah ﷺ

Seperti disebutkan sebelumnya, bahwa Rasulullah SAW mengajarkan tata cara shalat tasbih kepada paman beliau Abbas. Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Dawud itu, Rasulullah menjamin bahwa bila Muslim menjalankan shalat tasbih, maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya. Baik dosa yang awal dan akhir, dosa yang disengaja dan tidak disegaja, dosa yang lama ataupun baru, dosa kecil dan dosa besar, dosa yang rahasia dan dosa terang-terangan, serta sepuluh macam dosa lainnya

8. Senjata menghadapi persoalan besar

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa jika Rasulullah SAW menghadapi persoalan penting  maka beliau mengangkat kepalanya ke langit sambil mengucapkan Subhanallahil azhim, dan jika beliau bersungguh-sungguh dalam berdoa, maka beliau mengucapkan Ya hayyu ya qoyyum.”(HR at-Tirmidzi).  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here